Showing posts with label Nasional. Show all posts
Showing posts with label Nasional. Show all posts

Yang Dilakukan Presiden Jokowi Pada Sindikat Saracen Terkait Dengan "Tebar Isu SARA"


Sepekan belakangan ini, kata ‘Saracen’ akrab memenuhi headline di berbagai media nasional. Usut punya usut ternyata Saracen adalah sekomplotan orang yang sudah sejak lama memainkan peran menebar isu SARA (suku, agama, ras dan antar golongan) di Indonesia.

Sindikat yang mulai beroperasi sejak tahun 2015 ini dilaporkan bekerja secara profesional atau dibayar oleh kelompok pemilik kepentingan politik untuk menebar hoaks lewat 800.000 akun media sosial mereka.

Sayangnya, Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Mabes Polri berhasil membongkar kedok pelaku tindakan memecah belah kesatuan ini. Operasi pembongkaran ini pun mulai dilakukan sejak Juli 2017 lalu sampai sekarang dan berhasil mengamankan tiga pelaku diantaranya MFT, JAS dan seorang wanita SRN.

Terkait keberhasilan inilah, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk mengusut tuntas tindakan kejahatan siber ini.

Saya sudah perintahkan kepada Kapolri diusut tuntas, bukan hanya Saracen-nya saja, tapi siapa yang pesan, siapa yang bayar, harus diusut tuntas,” ucap Jokowi.

Presiden menghimbau supaya komplotan ini harus diusut sampai ke akar-akarnya karena ditakutkan bakal jadi virus pemecah belah bangsa. “Kalau sudah memecah belah, menebarkan hal yang fitnah, mencela orang lain, berbahaya bagi NKRI,” ucapnya.

Itu sebabnya presiden berpesan supaya masyarakat memakai media sosial secara bertanggung jawab dengan menebar hal positif dan memakai bahasa yang santun dan sopan.


Berdasarkan arti katanya secara harafiah, Saracen berasal dari bahasa Inggris Tengah yaitu ‘sarrazin’. Sesuai dengan pengertiannya di Wikipedia, Saracen diartikan sebagai istilah yang dipakai oleh orang Kristiani Eropa khususnya di Abad Pertengahan untuk merujuk kepada orang yang memeluk agama Islam.

Nama inilah yang dipakai pelaku kejahatan siber di Indonesia ini. Selama mejalankan operasinya para pelaku menyebar hoaks atau berita bohong di media sosial. Orang-orang di dalamnya pun dibayar secara profesional sesuai dengan permintaan dari klien.

Selain media sosial, sindikat ini menebarkan kebohongannya lewat Saracen Cyber Team, situs Saracennews.com dan sejumlah grup di Facebook.

Untuk menawarkan jasanya, sindikat Saracen akan menunjukkan proposalnya kepada calon klien. Harganya pun sesuai dengan yang sudah mereka tentukan.

Mereka menyiapkan proposal. Dalam satu proposal yang kami temukan, itu kurang lebih setiap proposalnya nilainya puluhan juta rupiah,” ucap Kombes Irwan Anwar, Kasubdit 1 Direktoart Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri.

Atas perintah Presiden Jokowi, polisi pun masih akan terus melakukan penyelidikan guna membongkar akar dari sindikat kejahatan siber ini.

Semoga dengan penemuan ini, akan berdampak lebih baik bagi penggunaan internet di tanah air. Sementara para pelaku juga harus ditindak sesuai dengan hukum yang berlaku supaya timbul efek jera bagi pelaku itu sendiri.

jawaban.com
www.ayeey.com www.resepkuekeringku.com www.desainrumahnya.com www.yayasanbabysitterku.com www.luvne.com www.cicicookies.com www.tipscantiknya.com www.mbepp.com www.kumpulanrumusnya.com www.trikcantik.net

Gereja Minta Jokowi Selamatkan Cagar Budaya Sunda Wiwitan


Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) meminta Presiden Joko Widodo agar mengambil langkah-langkah strategis dalam menyelematkan kawasan cagar budaya milik masyarakat Adat Karuhun Urang Sunda Wiwitan di Kuningan, Jawa Barat yang saat ini masih dalam status sengketa.

"Untuk memberi rasa keadilan bagi masyarakat," kata Kepala Humas PGI Jeirry Sumampow dalam keterangan tertulis yang diterima CNNIndonesia.com, Kamis (24/8).

Jeirry berpendapat rencana Pengadilan Negeri Kuningan untuk mengeksekusi putusan terhadap salah satu kawasan adat milik Kesatuan Masyarakat Adat Karuhun Urang (AKUR) Sunda Wiwitan, di Cigugur Kuningan merupakan tindakan yang terburu-buru. 

"Eksekusi ini jelas bertentang dengan prinsip keadilan masyarakat dan mengabaikan nilai bahwa kawasan itu adalah kawasan Cagar Budaya yang mestinya mendapatkan perlindungan hukum," katanya.

Kata Jeirry, eksekusi putusan pengadilan yang terkesan terburu-buru terkesan akan melukai rasa keadilan dan merugikan masyarakat adat Karuhun Urang Sunda Wiwitan yang selama ini mendiami, menjaga dan melestarikan kawasan tersebut. 

"Begitu juga, akan merusak nilai-nilai budaya yang ada di dalamnya," katanya.

Lahan yang akan dieksekusi tersebut merupakan kawasan Cagar Budaya Nasional, yang sudah tercatat sejak tahun 1976 di Departemen Kebudayaan dan Pendidikan RI. 

Selain itu, Jeirry menilai, amar putusan pengadilan tersebut dinilai janggal, bernuansa diskriminatif dan cacat hukum, sebab meminggirkan nilai sejarah dan budaya yang ada di dalamnya.

"Kami berpendapat bahwa pelestarian kawasan cagar budaya merupakan salah satu bentuk konkrit dari upaya kita untuk tetap memelihara identitas kita sebagai bangsa yang beradab," ujar Jeirry.

Pelestarian kawasan cagar budaya, menurutnya, merupakan upaya untuk tetap menjaga nilai-nilai budaya dan kebiasaan asli masyarakat.

Gereja, kata dia, meminta aparat penegak hukum untuk menunda proses eksekusi sebab dikuatirkan akan merusak nilai-nilai budaya yang terkandung didalamnya.

"Meminta Pemerintah agar tetap konsisten dalam menjaga dan melindungi kawasan cagar budaya yang sudah ditetapkan selama ini," katanya.

cnnindonesia.com
www.ayeey.com www.resepkuekeringku.com www.desainrumahnya.com www.yayasanbabysitterku.com www.luvne.com www.cicicookies.com www.tipscantiknya.com www.mbepp.com www.kumpulanrumusnya.com www.trikcantik.net

Penyataan Sekum PGI: “PGI Tidak Mengirim Utusan untuk Menghadiri Milad FPI”


JAKARTA, PGI.OR.ID - Tentu tidak ada masalah untuk membangun persahabatan. Tetapi, bagaimana jika seseorang pendeta, pengurus organisasi gereja menghadiri Milad Front Pembela Islam (FPI) ke-19 yang jatuh pada Kamis (17/8) lalu. Apalagi kapasitasnya sebagai salah satu ketua pimpinan wilayah PGI wilayah DKI Jakarta. Hal itulah yang menjadi pergunjingan atas kehadiran Pdt Shepard Supit. “Yang hadir itu Pdt Shepard Supit, salah satu Ketua PGIW Jakarta, bukan PGI,” jelas Sekretaris Umum PGI Pdt. Gomar Gultom menyikapi peristiwa tersebut.


Gomar menegaskan, pertama, PGI tidak mengirimkan utusan untuk menghadiri milad FPI. Kedua, tidak betul ada hubungan baik antara PGI dan Rizieq dan/atau FPI. Dalam berbagai upaya penegakan HAM dan kebebasan beragama selama ini, PGI malah lebih sering berseberangan dengan Rizieq dan FPI.

Gomar juga mengatakan, yang terjadi malah sebaliknya, bahkan mengecam, cara-cara dan praktek FPI dalam memberantas apa yang mereka sebut sebagai nahi munkar. “Jadi tidak benar 13 tahun lalu PGI bersilaturahim ke Rizieq. Yang ada adalah Pdt Supit dkk berkunjung ke sana atas inisiatip pribadi dan bukan atas nama kelembagaan PGI,” jelasnya.

Bahkan, dia akan mempertanyakan kehadiran anggotanya, hadir di Milad ke-19, kapasitasnya sebagai salah satu ketua wilayah PGI DKI Jakarta atau mewakili pribadi. Gomar melihat sekalipun itu mewakili pribadi, hal itu tak sepantasnya. Bahkan, menurutnya, PGI tak merekomendasikan pendeta hadir di acara FPI.

pgi.or.id
www.ayeey.com www.resepkuekeringku.com www.desainrumahnya.com www.yayasanbabysitterku.com www.luvne.com www.cicicookies.com www.tipscantiknya.com www.mbepp.com www.kumpulanrumusnya.com www.trikcantik.net

Hadir di Milad FPI, PGIW DKI Jakarta dan Pendeta Shephard Supit Minta Maaf


Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia Wilayah DKI Jakarta (PGIW), berikut dengan salah satu pengurusnya, Ketua Bidang Marturia MPH PGIW Pendeta Shephard Supit meminta maaf kepada gereja dan umat Kristen di DKI Jakarta, atas polemik yang terjadi, seusai kehadiran mereka di Milad FPI dan sekaligus peringatan HUT RI.

Permohonan maaf tersebut disampaikan melalui surat klarifikasi yang disebar di media sosial. Salah satu klarifikasinya adalah menjelaskan bahwa kehadiran PGIW adalah memenuhi undangan bersama-sama dengan tokoh agama lainnya dan juga telah mendapat arahan dari FKUB DKI Jakarta.

Mereka hadir untuk menyampaikan pesan perdamaian, toleransi, cinta kasih dan kemanusiaan serta mengajak FPI utk memperkokoh pilar2 kebangsaan, khususnya untuk membangun Jakarta rukun dan damai.

Namun seusai acara tersebut, muncul polemik beragam di tengah masyarakat, terutama di lingkungan umat Kristen DKI Jakarta. Atas polemik itulah PGIW telah memanggil perwakilannya untuk memberikan penjelasan seraya meminta maaf.

MPH PGIW DKI menyampaikan permohonan maaf jika hal ini menimbulkan polemik diantara gereja dan umat kristen di DKI. Dan mengajak kita semua untuk terus menyuarakan keadilan dan perdamaian serta mengaktualisasi kerukunan hidup diantara kita dan antar umat beragama,” begitu bunyi salah satu klarifikasinya.


Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia Wilayah DKI Jakarta (PGIW) akhirnya buka suara sekaligus klarifikasi terkait kehadiran dalam Milad FPI dan Perayaan HUT ke-72 Kemerdekaan RI, termasuk juga mengenai pernyataan salah satu perwakilan mereka yang hadir, Pendeta (Pdt) Shephard Supit.

Menurut Ketua Umum PGIW Pdt. Manuel E. Raintung, Sekretaris Umum Pdt.Ferry F Simanjuntak, dalam surat klarifikasinya yang disebar di media sosial, kehadiran tersebut terjadi, dimulai dari undangan FPI kepada para tokoh agama DKI melalui FKUB Prov DKI untuk menghadiri peringatan Milad mereka dan sekaligus peringatan HUT RI, dengan Tema: Merajut Kebhinekaan dalam NKRI bersyariah.

Berikut isi klarifikasi tersebut.

Bpk/Ibu..

ini penjelasan MPH PGI Wilayah DKI yg perlu mendapatkan perhatian semua pihak sehubungan dengan ramainya kehadiran PGI Wilayah DKI dan pernyataan Pdt. Shephard Supit pd peringatan Milad FPI dan Perayaan HUT ke-72 Kemerdekaan RI.:

1. Hal ini dimulai dari Pihak FPI yang beraudiensi dengan FKUB Prov pada tgl 15/8 dikantor FKUB Prov. Pd acara ini Sekum PGIW hadir karena anggota FKUB Prov.

2. Pihak FPI mengundang tokoh agama DKI melalui FKUB Prov DKI untuk menghadiri peringatan Milad mereka dan sekaligus peringatan HUT RI, dengan Tema: Merajut Kebhinekaan dalam NKRI bersyariah.

3. FKUB Prov DKI sepakat untuk menghadiri. Dan berharap diikuti oleh perwakilan Majelis Agama Prov. Dan dalam kesempatan tsb bisa menyampaikan salam dan pesan perdamaian.

4. Berhubung Ketum dan Sekum PGIW DKI berhalangan pada kesempatan tersebut maka Sekum meminta Ketua Bid. Marturia MPH PGIW Pdt. Shephard Supit agar bisa menghadirinya sebagai wakil agama kristen/PGIW DKI Jakarta. 

5. Kehadiran Pdt Shephard Supit sesungguhnya bersama tokoh agama lainnya yang direkrut pihak majelis agama masing2 telah mendapat arahan dr Ketua FKUB Prov utk menyampaikan pesan perdamaian, toleransi, cinta kasih dan kemanusiaan serta mengajak FPI utk memperkokoh pilar2 kebangsaan, khususnya untuk membangun Jakarta rukun dan damai.

6. Pdt. Shephard Supit telah melaksanakan tugasnya menghadiri undangan dan acara tsb yaitu hr Sabtu, 19/8 pk.07.00-10.00 di Stadion Sepak Bola Kamal-Penjaringan Jakarta Utara. Beliau telah menyampaikan pesan perdamaian, toleransi, cinta kasih dan kemanusiaan bersama tokoh lintas agama selama 3 menit. Pada kesempatan tsb beliau juga menyampaikan pengalaman pribadinya terkait dengan FPI pada masa lalu. 

7. Sesudah acara berakhir beliau diminta pendapatnya oleh wartawan2 atas bbrp pertanyaan yang berkaitan dengan acara milad dan keberadaan Habib RS. Semua jawabannya adalah bersifat pribadi sesuai dengan pengalaman Pdt. Shephard Supit.

8. MPH telah mendapat kejelasan dari Pdt. Shephard Supit pd hari Senin tgl. 21/8 pk. 14.00-16.00 di kantor PGIW DKI mengenai jalannya acara dan perannya, yang mendapatkan tanggapan yg bermacam-macam di media sosial sehingga menimbulkan pertanyaan dan respons yg positif maupun negatif. Yang oleh Pdt. Shephard Supit telah disampaikan maksud dan tujuannya yg tidak bermaksud untuk menciderai gereja dan atau umat kristen (di DKI). Beliau jg telahmenyampaikan permohonan maaf utk keadaan ini bila ada ketidaknyamanan.

9. MPH PGIW DKI berharap agar kita dapat melihat kehadiran Pdt. Shephard Supit yg ditugaskan menghadiri acara tersebut sebagai perwujudan peran PGIW DKI dalam gerakan perdamaian dan kerukunan yang dikerjakan bersama-sama FKUB Prov. DKI.

10. MPH PGIW DKI menyampaikan permohonan maaf jika hal ini menimbulkan polemik diantara gereja dan umat kristen di DKI. Dan mengajak kita semua untuk terus menyuarakan keadilan dan perdamaian serta mengaktualisasi kerukunan hidup diantara kita dan antar umat beragama.

Trima Kasih -Tuhan memberkati persekutuan kita.

Salam Kasih :

Pdt. Manuel E. Raintung/Ketua Umum dan Pdt.Ferry F Simanjuntak/Sekretaris Umum

PGI Wilayah DKI Jakarta.

jawaban.com
www.ayeey.com www.resepkuekeringku.com www.desainrumahnya.com www.yayasanbabysitterku.com www.luvne.com www.cicicookies.com www.tipscantiknya.com www.mbepp.com www.kumpulanrumusnya.com www.trikcantik.net

GBI Singgung Penolakan Pernikahan Sesama Jenis saat Bertemu JOKOWI di Istana Negara


Saat memenuhi undangan pertemuan dengan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo di Istana Merdeka, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Senin (21/8/2017), para pemimpin Sinode Gereja Bethel Indonesia (GBI) juga secara tersirat menyinggung mengenai sikap mereka soal penolakan pernikahan sesama jenis.

Hal itu disampaikan Ketua Pokja Keluarga BPH GBI, Pendeta (Pdt) Dr.Dwidjo Saputro, dalam konferensi pers dengan para jurnalis media Kristen, seusai pertemuan dengan orang nomor satu di Indonesia tersebut. Dalam pemaparannya Dwidjo mengapresiasi langkah Presiden yang menumpukan pembangunan kemanusiaan kepada keluarga.

Itu sejalan dengan apa yang dicanangkan Presiden Joko Widodo soal revolusi mental yang berasal dari keluarga, pembentukan karakter berasal dari keluarga. Kami juga menjelaskan bahwa GBI berperan dalam membangun keluarga-keluarga,”katanya.

Dalam pembahasan mengeni pentingnya sebuah keluarga itulah, Dwidjo berharap agar Presiden mau menyatakan kepada seluruh masyarakat Indonesia bahwa Keluarga itu terdiri (berasal) dari seorang pria dan seorang perempuan. “Penting kepada Presiden Joko Widodo untuk bisa menyatakan kepada seluruh rakyat indonesia itu bahwa keluarga adalah terdiri dari satu lelaki dan satu perempuan. Yang namanya keluarga itu satu laki dan satu perempuan,” tegasnya.

Dalam hal wacana pernikahan sesama jenis dan penempatan terhadap kaum LGBT di Indonesia, yang sempat mengemuka dan memanas saat dikeluarkannya Surat Pastoral dari Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia, pada 2016 lalu, Sinode GBI adalah salah satu yang bersuara paling keras dan lantang menolaknya.

Sehingga, dalam pertemuan dengan Presiden itulah kemungkinan disuarakan kembali agar wacana pernikahan sesama jenis tidak mendapatkan tempat untuk didiskusikan atau ditinjau lagi untuk dapat dilegalkan di Indonesia.

Jawaban.com
www.ayeey.com www.resepkuekeringku.com www.desainrumahnya.com www.yayasanbabysitterku.com www.luvne.com www.cicicookies.com www.tipscantiknya.com www.mbepp.com www.kumpulanrumusnya.com www.trikcantik.net

Menko Luhut Minta Umat Kristiani Berkontribusi Bangun Bangsa


Jakarta - Menteri Koordinator bidang Kemaritiman, Republik Indonesia Jend. TNI (Purn.) Luhut B. Pandjaitan mengatakan, umat Kristiani harus berkontribusi dalam membangun bangsa ini. Kekristenan juga harus bicara nasionalisme dan terus membangun bangsa ini

"Jangan hanya membicarakan Yerusalem dan Halleluya di gereja. Kontribusi kita sebagai orang Kristen apa?" ujar Luhut dalam Seminar Politik "Kekristenan dan Nasionalisme" di Katedral Mesias - Reformed Millenium Center Indonesia Building (RMCI), Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu (19/8).

Seminar itu digelar Reformed Center for Religion and Society (RCRS). Turut hadir sebagai narasumber seminar itu antara lain Budayawan dan Rohaniwan Katolik Romo Prof. Dr. Franz Magnis Suseno dan Budayawan dan Rohaniwan Kristen Pdt. Dr. (H.C.) Stephen Tong.

Luhut mengatakan, orang Kristen jangan pernah merasa menjadi orang paling benar. Orang Kristen harus bisa menjadi contoh di mana saja.

"Kita semua sama. Doa itu diam, semua ada waktunya. Jangan pernah takut. Bisa menjadi apa saja di negeri ini," katanya.

Luhut mengingatkan, orang Kristen jangan pernah takut dalam menyampaikan aspirasinya. Menurutnya, Presiden Jokowi merupakan orang berani, jujur dan mau mendengar rakyatnya.

"Pemuda akan menjadi pemimpin masa depan bangsa ini. Saya berharap gereja menjadi tempat membimbing anak muda bangsa ini untuk menjadi pemimpin masa depan dan membangun negeri ini," katanya.

Sementara Romo Suseno mengatakan, pluralisme menjadikan kita bangga sebagai bangsa Indonesia. Romo mengatakan, bangsa ini harus menunjukkan mindset, mensyukuri bagaimana Indonesia melalui krisis 1998, dibanding dengan sejumlah negara-negara lainnya.

"Indonesia semenjak Pak Harto turun tidak menjadi kacau, tidak dikuasai agama, kita menjalin kebebasan. Reformasi pada dasarnya sukses kecuali dalam memberantas korupsi," katanya.

Romo mengatakan, agama menjadi rahmat bagi semua dan kehadiran umat Kristen harus menyembuhkan, seperti Tuhan Yesus. Menurutnya, keagamaan tidak mengancam dan beragama jangan menjadi menakutkan.

"Di dalam lingkungan segenap umat merasa aman hidup menurut keyakinannya. Memberi ruang sesuai apa yang kita yakini benar," ucapnya.

Stephen Tong mengatakan, kontribusi umat Kristen dalam perjuangan kemerdekaan dan pembangunan nasionalisme Indonesia tak perlu diragukan lagi. Ia juga mendorong umat Kristen terlibat dalam pembangunan nasionalisme Indonesia masa kini.

Ia juga mendorong umat Kristen bersama-sama dengan saudara-saudara sebangsa lainnya memberikan kontribusinya bagi pembangunan nasionalisme Indonesia. Menurutnya, kondisi nasionalisme Indonesia yang kian tergerus saat ini sudah sepatutnya juga menjadi tanggung jawab umat Kristen.

beritasatu.com
www.ayeey.com www.resepkuekeringku.com www.desainrumahnya.com www.yayasanbabysitterku.com www.luvne.com www.cicicookies.com www.tipscantiknya.com www.mbepp.com www.kumpulanrumusnya.com www.trikcantik.net

PGI Terima Kunjungan Silaturahmi Muhammadiyah


Ketua Umum PP Muhammadiyah, Dr. H. Haedar Nashir M.Si mengatakan, salah satu peran penting yang perlu diambil oleh lembaga seperti Muhammadyah dan PGI adalah menyadarkan para elit kekuasaan dan elit-elit politik agar bertanggung-jawab secara moral atas kehidupan berbangsa.

Hal ini ia ungkapkan dalam kunjungan silaturahmi PP Muhammadyah ke kantor PGI, Kamis, 3 Agustus 2017.

Haedar yang didampingi oleh Sekjen Dr H Abdul Mu’ti, M.Ed dan pengurus pusat lainnya juga menyoroti berbagai perkembangan bangsa dan konstalasi politik belakangan ini. 

Menurutnya, situasi kebangsaan saat ini membutuhkan perhatian besar dari lembaga-lembaga keumatan. "Dalam perjalanan sejarah bangsa, lembaga keumatan seperti Muhammdyah dan PGI telah berkontribusi besar atas perkembangan kehidupan berbangsa. Karenanya situasi kebangsaan saat ini dimana isu berkembangnya radikalisme Islam, meningginya keretakan sosial di antara berbagai elemen anak bangsa hingga yang terakhir diterbitkannya Perppu No. 2/2017 tentang Ormas dan Aliran anti Pancasila perlu mendapat perhatian.", lanjutnya.

Menurutnya, Muhammadyah sendiri mengedapankan Islam yang berkemajuan, dengan mengedepankan sikap yang objektif dan rasional dalam menyikapi berbagai situasi kebangsaan ini dan menghindarkan diri dari sikap-sikap politik yang memicu berkembangnya berbagai masalah seperti radikalisme.

Sementara itu, Ketua Umum PGI, Pdt. DR. Henriette Lebang, menyampaikan empat keprihatinan gereja-gereja di Indonesia, yakni kemiskinan, ketidakadilan, radikalisme dan kerusakan lingkungan. "Untuk merespon keempat isu ini PGI selalu mengharapkan keterlibatan dan kerjasama berbagai pihak, termasuk Muhammdyah, untuk bersama-sama membangun bangsa. Kunjungan silaturahim ini menjadi sangat bermakna untuk membangun kesepahaman satu dengan yang lain dan melakukan kerja-kerja bersama untuk mewujudkan kehidupan bangsa yang lebih baik dan sejahtera dalam semangat kekeluargaan," sambut Pdt Lebang.

Menyikapi Perppu no 2/2017, Pdt Lebang menyatakan bahwa PGI menyambutnya dengan positif, tetapi juga mengkritisinya secara objektif dan rasional. "Kita menyadari, situasi kebangsaan akhir-akhir ini mengalami pengerasan yang berbeda dari waktu-waktu sebelumnya. Hal ini terjadi karena kurang dirawatnya perbedaan yang ada dalam kehidupan berbangsa. Untuk itu Perppu ini dapat dilihat secara positif sebagai respon atas situasi kebangsaan tersebut. Namun juga PGI secara kritis menyampaikan kepada Presiden agar Perppu ini tidak dijadikan alat kekuasaan untuk membungkam mereka yang bersuara kritis kepada kekuasaan", demikian Pdt Lebang. 

"Karena itu, kami menyarankan agar Perppu ini dilengkapi dengan berbagai persyaratan dan indikator yang jelas", lanjut Pdt Lebang.

Di akhir silaturahmi ini, PGI dan Muhammadyah sepakat untuk bersatu mencegah berbagai bentuk provokasi yang dapat menimbulkan kesalahpahaman dan perpecahan di antara anak bangsa, terutama dalam menghadapi pilkada serentak 2018 dan pilpres 2019, sehingga menutup kemungkinan kelompok-kelompok kepentingan mengambil keuntungan dengan mengorbankan kehidupan berbangsa dengan memakai jubah agama.

satuharapan.com
www.ayeey.com www.resepkuekeringku.com www.desainrumahnya.com www.yayasanbabysitterku.com www.luvne.com www.cicicookies.com www.tipscantiknya.com www.mbepp.com www.kumpulanrumusnya.com www.trikcantik.net

Luar Biasa Kuasa Tuhan !!! Pemuda Kristen Asal Minahasa Ini yang Potret Soekarno Lagi Baca Proklamasi


Salah satu dokumentasi peristiwa detik-detik proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 1945 adalah foto Ir. Soekarno sedang membacakan naskah proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia. Siapa menyangka ternyata foto itu adalah hasil jepretan seorang pemuda Kristen asal Minahasa bernama Frans Mendur (ejaan lama: Frans Mendoer).

Frans Mendur yang merupakan seorang wartawan foto langsung bergegas ke kediaman Soekarno setelah mendengar kabar dari sumber di harian Asia Raya bahwa pada 17 Agustus 1945 akan ada peristiwa penting di kediaman Soekarno. Bersama dengan sang kakak, Alex Mendur, pada tanggal itu, keduanya langsung bergegas meluncur ke Jalan Pegangsaan No.56, Jakarta Pusat.

Dengan peralatan kamera yang ada, keduanya mengabadikan kejadian di kediaman Soekarno, pagi itu. Namun, ternyata aksi mereka diketahui oleh tentara Jepang yang saat itu masih berkuasa. Seusai upacara, Mendur bersaudara itu pun diburu.

Alex Mendur tertangkap terlebih dahulu. Foto-foto bidikannya langsung disita oleh tentara Jepang dan dimusnahkan. Sementara, Frans Mendur yang berhasil melarikan diri sebelumnya, akhirnya tertangkap juga. Namun, para tentara Jepang tidak dapat menemukan negatif foto yang mereka cari.

Ternyata di dalam pelarian, Frans Mendur sudah menguburkan negatif foto berisi peristiwa detik-detik proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia di tanah dekat sebuah pohon di halaman belakang kantor harian Asia Raya.

Setelah dilepaskan oleh para tentara Jepang, Mendur bersaudara menyelinap di malam hari ke kantor Domei (sekarang kantor Antara, red). Di lab foto yang ada di Domei itulah, Frans dan Alex Mendur mencetak negatif foto peristiwa detik-detik proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia.

Frans Mendur meninggal dunia pada 24 April 1971. Ia menghembuskan nafas terakhir di RS Sumber Waras Jakarta.

Pada 9 November 2009, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menganugerahi Mendur bersaudara (Alex dan Frans), penghargaan Bintang Jasa Utama.

jawaban.com
www.ayeey.com www.resepkuekeringku.com www.desainrumahnya.com www.yayasanbabysitterku.com www.luvne.com www.cicicookies.com www.tipscantiknya.com www.mbepp.com www.kumpulanrumusnya.com www.trikcantik.net

Jejak Kristen di Aceh Singkil


Singkil merupakan sebuah kabupaten hasil dari pemekaran kabupaten Aceh Selatan. Kabupaten Singkil sendiri terbentuk pada tanggal 20 April 1999.

Lima belas tahun sebelum proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia, agama Kristen sudah masuk menapaki daerah Aceh Singkil yang waktu itu sangat dekat dengan daerah perbatasan.

Tepat tahun 1930, Evangelis asal Salak Pakpak Bharat, I.W Banurea ini membawa agama Kristen dan tahun 1932 dia bekerja sama dengan perkebunan Socfindo untuk mendirikan gereja pertama di sana. Hal ini nggak hanya terjadi di perkebunan Socfindo, Banurea juga mengintari desa-desa dan membentuk gereja-gereja di sana. Hingga kini, Aceh singkil dipenuhi 15 ribu jiwa yang nggak hanya berasal dari singkil tetapi juga dari daerah-daerah lain di Aceh. Tahun 1968, Gubernur militer sekaligus ulama pejuang Muslim, Daud Beureu’eh sempat menuturkan dalam pidatonya saat mendatangi kecamatan lipat kajang dan desa Rimo supaya “gereja ditutup dan kegiatan agama kristen dihentikan”. Alasannya karena Aceh adalah daerah istimewa yang penduduknya mayoritas muslim.

Nggak hanya berhenti di sana, tahun 1979 seorang penginjil dari Gereja Tuhan Indonesia (GTI), Sumatera Utara juga ngunjungi Singkil dan ngediriin gereja lagi di daerah Gunung Meriah. Hal ini sempat buat ricuh karena kemarahan umat muslim yang nggak terima dengan pendirian tersebut.

Lalu tgl 11 Juli 1979, pemerintah setempat buat sebuah kebijakan dimana 8 ulama agama Muslim dan 8 pengurus gereja sepakat menandatangani surat perjanjian yang mengatakan bahwa "ngga seorangpun bisa dirikan atau rehab gereja tanpa izin daerah pemerintah tingkat II” hingga tanggal 13 Oktober 1979 dibuatlah ikrar bersama yang ditandatangani dan disaksikan oleh Muspida Kab. Aceh selatan (saat itu singkil belum di mekarkan menjadi kabupaten Aceh singkil), Kabupaten Dairi-Sumut dan juga disaksikan oleh unsur muspika Simpang Kanan. Ikrar ini juga ditandatangani oleh 11 pemuka agama Kristen dan 11 pemuka agama Muslim.

Dikarenakan Kristen memberontak dari perjanjian, tahun 2011 dibuat lagi perjanjian baru dimana gereja hanya bisa didirikan maksimal 1 unit, dengan ketentuan ukuran 12x24 meter. Undung-undung juga hanya boleh 4 unit, yaitu 1 unit di Gampong Napagaluh, 1 unit di Gampong Suka Makmur, 1 unit di Gampong Keras dan 1 unit di Gampong Lae Gecih, dan jika terdapat gereja atau undung-undung melebihi ketentuan di atas, maka harus dibongkar. 

Kejadian ini melulu tidak berjalan lancar, pasalnya gereja masih saja didirikan secara liar tanpa IMB. Ini membuat warga muslim semakin marah dan terganggu. Sehingga pada 27 september 2011 diadakan rapat lagi yang dihadiri oleh Muspida Plus, Ormas,tokoh masyarakat, agama dan LSM yang ada di kabupaten singkil. Rapat tersebut akhirnya menghasilkan sebuah kesimpulan dimana pemerintah Aceh harus meng-inventarisir jumlah sesungguhnya gereja dan undung-undung,dan bagi gereja/undung-undung yang tidak memiliki IMB sesuai dengan SKB 2 Menteri nomor 9/8 tahun 2006 dan Pergub Aceh nomor 25 tahun 2007 serta qanun Aceh Singkil nomor 7 tahun 2002 akan dimasukkan kedalam sebuah pelanggaran hukum. Pemerintah akan melakukan penertiban keberadaan gereja-gereja yang melanggar hukum sesuai dengan ketentuan yang tertulis.

Sampai saat ini, Aceh masih berdiri dengan perjanjian yang telah dibuat di tahun 1979 dan 2011. Sehingga tidak heran jika agama Kristen masih terus terancam karena undang-undang tersebut. Mengingat Indonesia adalah negara bebas menganut agama apapun, ini bukan sepenuhnya menjadi kesalahan agama Muslim atau Kristen tetapi hal ini menjadi kesalahan setiap orang.

Satu per satu kita diajarkan mengenai toleransi. Betapa mirisnya toleransi di negara ini.

Mungkin hal ini akan berkurang, jika kita bersedia mengajar generasi kita sebuah ketoleransian dalam SARA supaya Indonesia tetap bersatu walau berbeda (Bhineka Tunggal Ika).

jawaban.com
www.ayeey.com www.resepkuekeringku.com www.desainrumahnya.com www.yayasanbabysitterku.com www.luvne.com www.cicicookies.com www.tipscantiknya.com www.mbepp.com www.kumpulanrumusnya.com www.trikcantik.net

PUJI TUHAN !!! 3 Pemuda Kristen ini Masuk Skuad Timnas U-22 SEA Games Malaysia 2017


Pada hari ini, Selasa (15/8), Tim nasional sepakbola Indonesia yang diwakili oleh Timnas U-22 akan menjalani pertandingan perdana di SEA Games Malaysia 2017 menghadapi Thailand. Ada 21 pemain yang dibawa oleh pelatih Luis Milla.

Menarik karena diantara 21 nama pemain yang sudah dirilis oleh PSSI pada Jumat (11/8), ada tiga (3) orang yang diketahui beragama Kristen. Pertama adalah Yabes Roni Malaifani.

Pemain klub Bali United itu bakal mengisi pos lini depan. Bersama dengan Ezra Wilian, Yabes diharapkan dapat menjebol gawang lawan yang dihadapi Indonesia nantinya.

Lalu nama kedua adalah Marinus Wanewar. Seperti Yabes, pria kelahiran 26 April 1998 tersebut juga akan mengisi pos lini depan Indonesia. Memiliki tinggi 1,82 meter, Marinus sangat diharapkan dapat memenangkan pertarungan bola di udara.

Terakhir, ada nama Osvaldo Haay. Pria yang akrab dipanggil Valdo ini merupakan pemain yang memiliki kecepatan dan dribel yang sangat baik. Oleh tim pelatih, kompatriot Marinus di Persipura tersebut bakal mengisi posisi lini tengah.

Pada wawancara dengan salah satu media daring beberapa hari lalu, Valdo mengaku bahwa ia selalu berdoa sebelum bertanding. Bahkan, adik dari Jefry Haay menegaskan bahwa setiap pagi dan malam sebelum tidur, ia pasti membaca Alkitab. Oleh karena itu, ia tidak pernah melupakan untuk membawa Alkitab kemanapun ia pergi.

Selain beragama Kristen, ada satu pemain lagi di timnas U-22 yang diketahui seorang non-muslim. Pria itu adalah Putu Gede Juni Antara. Putu Gede merupakan penganut agama Hindu. 

Tidak dapat dipungkiri sangatlah menggembirakan melihat para pemuda dari berbagai agama ini berkerjasama untuk mengangkat harkat martabat bangsa Indonesia melalui dunia sepakbola. Mari kita berdoa semoga hasil maksimal didapat di SEA Games Malaysia 2017. Indonesia Bisa, Indonesia Pasti Bisa!

jawaban.com
www.ayeey.com www.resepkuekeringku.com www.desainrumahnya.com www.yayasanbabysitterku.com www.luvne.com www.cicicookies.com www.tipscantiknya.com www.mbepp.com www.kumpulanrumusnya.com www.trikcantik.net

Moderamen GBKP Tahbiskan 15 Orang Pendeta Di GBKP Runggun Kendit Kenderan


TIGABINANGA,GBKP.OR.ID. Minggu (30/07) Moderamen GBKP tahbiskan 15 orang calon pendeta menjadi pendeta GBKP. Pentahbisan ini dilaksanakan di GBKP Rg. Kendit Kenderan Klasis Tigabinanga.

Sebelum kebaktian rombongan prosesi diberangkatkan dari Losd Pekan Buah Tiga Binanga dengan berjalan kaki menuju gedung gereja GBKP Rg. Kendit Kenderan. Barisan prosesi terdiri dari pendeta yang ditahbiskan, Moderamen GBKP dan para Pendeta yang ikut mentahbiskan diikuti oleh keluarga serta jemaat yang hadir.

Setiba di gedung gereja GBKP Rg. Kendit Kenderan acara kebaktian dimulai dengan dipimpin oleh Pdt. Vicardo Ginting sebagai liturgis dan Pdt. Yunus Bangun sebagai pengkhotbah.

Dalam khotbahnya yang diambil dari kitab wahyu 14: 6-12 dengan mengangkat tema hanya Tuhan yang disembah dikatakan berhala adalah musuh orang kristen sejak dari jaman dahulu dan berhala berusaha secara terus menerus untuk mempengaruhi orang kristen untuk membelot dari pengajaran kristus. “ Berhala sudah ada sejak dahulu, dan merupakan musuh orang Kristen, karena berhala berusaha secara terus menerus untuk mempengaruhi orang Kristen untuk membelot dari ajaran Kristus” ungkapnya. Untuk itu Pdt. Yunus Bangun mengingatkan kembali agar orang Kristen tetap waspada dan selalu menempatkan ajaran Kristus sebagai pegangan hidupnya.



Bagi pendeta yang ditahbiskan, Pdt. Yunus Bangun juga mengingatkan bahwa tugas dan tanggung jawab semakin besar dan berat. Mereka akan diperhadapkan dengan berhala-berhala yang modern, salah satunya adalah materi(uang).

Kepada yang ditahbiskan, tugas dan tanggung jawab semakin besar dan berat, jangan terpengaruh dengan berhala-berhala modern seperti materi atau uang”, tegasnya.

Lebih lanjut dikatakan Pdt. Yunus Bangun bahwa ukuran kesuksesan seorang pendeta bukan diukur dari apa merek mobil dan seberapa besar rumah pribadinya. Namun kesuksesan seorang pendeta dapat dilihat dari kesanggupannya menyampaikan ajaran Yesus dengan benar kepada orang banyak.

Setelah khotbah selesai khotbah pentahbisan dilaksanakan, dipimpin oleh Ketua Umum Moderamen GBKP Pdt. Agustinus Purba dan Sekretaris Umum Pdt. Rehpelita Ginting.


Selesai kebaktian pendeta yang ditahbiskan dan semua jemaat yang hadir kembali ke Losd Pekan Buah Tiga Binanga. Uniknya kali ini Pendeta yang ditahbisakan, Moderamen GBKP serta Pendeta yang ikut mentahbiskan diarak dengan menggunakan mobil hardtop yang merupakan mobil pengangkutan yang dipergunakan masyarakat seputaran Tiga Binanga.

Moderamen GBKP dalam sambutannya yang disampaikan oleh Pdt. Agustinus Purba mengingatkan kepada ke-15 orang pendeta yang ditahbisakan bahwa saat ini gereja GBKP diperhadapkan dengan pergumulan dan jemaat dan masyarakat yang cukup komplit. Maka dari itu diperlukan keseriusan gereja untuk mengambil sikap yang lebih strategis kedepannya.



Tak lupa juga Pdt. Agustinus mengucapkan terima kasih kepada BPMK Tiga Binanga, BPMR Kendit Kederan, Panitia, Pemerintah setempat dan semua pihak yang telah mendukung bagi pelaksanaan pentahbisan tersebut.

Beriku ini nama-nama pendeta yang ditahbisakan pada kesempatan tersebut :
  1. Chandra Pratama, S.Th (Melayani di GBKP Rg. Batu Erdan Klasi Dairi)
  2. Dian Rani br Ginting,S.Th (Melayani di GBKP Rg. Panribun Klasis Kabanjahe-Tigapanah)
  3. Lamila Aldi Yanti br Tarigan, S.Th (Melayani di GBKP Rg. Tanjung Bale Beruam Klasis Kuala Langkat)
  4. Sri Kejora br Tarigan, S.Th (Melayani di GBKP Rg. Telagah Klasis Kuala Langkat)
  5. Agusna Maya Sari Purba, S.Th ( Melayani di GBKP Rg. Kendit Klasis Kuala Langkat)
  6. Heriahta br Sitepu, S.Th ( Melayani di GBKP Rg. Durin Tinggung Klasis Lubuk Pakam)
  7. Yentri Barus, S.Th ( Melayani di GBKP Rg. Betala Bandar Bayu Klasis Medan Delitua)
  8. Devi Juliette br Ginting,S.Th (Melayani di GBKP Rg. Pintu Besi Klasis Medan Delitua)
  9. Meri Prihatin Ningsih br Sitepu (Melayani di GBKP Rg. Gunung Klawas Rampah Klasis Medan-Namorambe)
  10. Jeri Karlo Tarigan,S.Th ( Melayani di GBKP Rg. Tangkahan Klasis Medan-Namo Rambe)
  11. Lit Malemna br Barus,S.Th ( Melayani di GBKP Rg. Dolok Masihul Klasis Pematang Siantar)
  12. Eva Surabina br Sembiring, S.Th ( Melayani di GBKP Rg. Rokan Hulu Klasis Riau-Sumbar)
  13. Herry Kriswanta Sembiring,S.Th (Melayani di GBKP Rg. Ujung Batu, Klasis Riau-Sumbar)
  14. Gerson Makarien Kaban,S.Th (Melayani di GBKP Rg. Kutambelin Klasis Tiga Binanga)
  15. Via Bethesda br Tarigan,S.Th ( Melayani di GBKP Rg. Negeri Jahe-Gunung Meriah Klasis Tiga Binanga)
Hadir pada pentahbisan tersebut perwakilan pememrintahan Kab. Karo, perwakilan pemerintahan Kab. Simalungun, pemerintahan Kab. Langkat dan perwakilan pemprov SUMUT. (Humas Moderamen)

gbkp.or.id
www.ayeey.com www.resepkuekeringku.com www.desainrumahnya.com www.yayasanbabysitterku.com www.luvne.com www.cicicookies.com www.tipscantiknya.com www.mbepp.com www.kumpulanrumusnya.com www.trikcantik.net

Wakili Indonesia di Ajang Debat Toleransi dan Keberagaman,Empat Siswa SMA Ini Malah Dibully


Empat pelajar SMA yang telah menjalani proses seleksi sejak tahun lalu ini akhirnya beradu dalam ajang World Schools Debating Championship (WSDC) di Bali hingga tanggal 11 Agustus mendatang.

Mereka bersaing bersama lebih dari 50 negara lain dalam debat bertema “toleransi dan keberagaman”. Patut diancungin jempol bagi ke empat peserta ini, sebab mereka memiliki keberanian yang luar biasa sehingga terpilih untuk duduk di bangku debat tersebut dan mewakili Indonesia.

Mengingat Indonesia menjadi tuan rumah, kelihatannya debat ini cukup menegangkan karena peserta diharuskan berdebat dalam Bahasa Inggris. Mereka juga harus menampilkan sesuatu yang jauh lebih baik dari debat sebelum-sebelumnya.

Debat ini menantang dan menegangkan dan kita selalu di tuntut untuk lebih baik dari penampilan-penampilan sebelumnya,” ujar Nicholas Christanto, salah satu perwakilan Indonesia di WSDC ini.

Tentu untuk mengikuti ajang ini, Nicholas serta ketiga siswa lainnya yaitu Ngurah Gede Satria Aryawangsa, Gracesenia Cahayadinata, dan Stephanie Elizabeth Purwanto harus mempersiapkan diri sebaik mungkin. Mereka harus banyak membaca dan berlatih debat dalam bahasa Inggris dengan pedebat yang lebih senior- yaitu mahasiswa dari Universitas Indonesia (UI) dan Institut Teknologi Bandung (ITB).

Persiapan mereka salah satunya adalah rutin membaca berita Internasional seperti membaca majalah terkenal dunia, The Economist dengan topik seputar politik, sejarah hingga konflik timur tengah.

Untuk sampai pada puncak ini sendiri tentu tidaklah gampang, mereka berempat merupakan siswa terpilih dari sekian banyak siswa di Indonesia sebagai perwakilan. Patut di dukung dan diberi support.

Namun ternyata yang mengagetkan adalah artikel kiprah mereka di laman Facebook Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI malah di respons nyinyir oleh sejumlah pengguna. Miris sekali, bukankah seharusnya ini menjadi sebuah kebanggaan anak-anak Indonesia karena berani maju untuk memperkenalkan negaranya?

Junaedi Rechan misalnya mengatakan “Apa yang diharapkan dan dibanggakan dari TUKANG DEBAT?”

Lainnya malah menyoroti pakaian yang dikenakan peserta pada foto tersebut. “Benerin pakaiannya.” kata Sudadi Allio Alliya. “Anda berdebat mewakili negara sedangkan pakaian Anda saja layak diperdebatkan,” tulis Fachri Noer.

Tim pelajar Indonesia mengaku cukup kecewa dengan berbagai komentar ini. Bagaimana tidak? Peserta ini sedang berupaya belajar dan berlatih untuk membawa nama Indonesia tetapi mereka harus diserang dengan beragam komentar negatif. Bukannya mendapat dukungan dan motivasi, mereka malah mendapat olokan yang menyakitkan.

Sangat disayangkan, kita hidup di komunitas di mana seseorang bisa menghakimi orang lain dan menilai seperti apa orang lain itu dengan bagaimana orang itu berdandan”, kata Nicholas.

Kita cukup kecewa karena mereka tidak bisa melihat bahwa dalam acara lain, cultural night (misalnya) kita pakai kebaya, dan di sesi debat, kita pakai batik. Itu yang mereka tidak liat dan menafsirkan berdasarkan satu gambar,” kata Stephanie mengungkapkan kekecewaannya.

Stephanie juga menambahkan bahwa komentar-komentar semacam ini justru alasan mengapa anak-anak muda butuh banyak berlatih debat, karena debat bisa membuat pikiran lebih terbuka.

Di Indonesia debat masih dalam proses perkembangan, tapi di dunia Internasional debat sangat dihargai. Kami mencoba daftar ke beberapa universitas Amerika dan mereka sangat tertarik dengan (kegiatan) debat (kami). Karena debater nbsp;itu punya kemampuan pemikiran kritis, tidak hanya pintar baca buku tetapi bisa menganalisa,” tambah Gracesenia.

Meresponi komentar-komentar negatif di atas, Rizal Kuddah seorang supervisor seleksi WDSC regional provinsi Jawa Timur kepada BBC Indonesia mengungkapkan kekesalannya. “(Saya) sakit hati dan tidak terima anak didik saya di komentari seperti itu. Proses (seleksinya) panjang dan berat. Kalau tidak baca materi (debat) itu sama dengan bunuh diri. Mereka harus baca jurnal internasional dengan banyak topik dari makro ekonomi sampai kajian timur tengah.”

Nicholas dan Stepahine juga menjelaskan bahwa debat ini bukan debat guna menjatuhkan dan menjelekkan satu sama lain, tetapi berargumentasi guna saling membuka wawasan satu sama lain.

Memahami bahwa kita tidak selamanya benar, kita harus selalu membuka diri untuk analisa baru, perspektif baru. Kita tidak bisa kekeh merasa bahwa kita paling benar”, kata Nicholas.

Sangat disayangkan jika anak-anak Indonesia masih termakan oleh pemikiran yang menjerumuskan bangsa ini kepada ketidakmajuan.

Alangkah baiknya dipikirkan dulu dan dicari tahu sebelum kita mengomentari dengan bahasa yang menunjukkan kebodohan sendiri.

Indonesia adalah negara demokrasi yang bebas berpendapat, tetapi apakah pendapat kita itu menjatuhkan orang lain atau justru mendukung kerja keras orang lain, itu patut dipikirkan.

BCC Indonesia/Jawaban.com
www.ayeey.com www.resepkuekeringku.com www.desainrumahnya.com www.yayasanbabysitterku.com www.luvne.com www.cicicookies.com www.tipscantiknya.com www.mbepp.com www.kumpulanrumusnya.com www.trikcantik.net

Jelang HUT RI ke-72, Sudahkah Umat Beragama Indonesia Terbiasa Dengan Toleransi Semacam Ini?


Ratusan siswa sekolah menengah dari sekolah negeri dan swasta di Jakarta dikabarkan tengah mengikuti ‘Wisata Rumah Ibadah’ yang digelar Komunitas Bhineka. Para siswa ini pun dibawa mengunjungi rumah ibadah enam agama yang ada di ibu kota pada Rabu, 9 Agustus 2017 kemarin.

Satu-satunya tujuan digelarnya acara ini adalah untuk menyebarkan semangat toleransi beragama dikalangan generasi muda Indonesia. Adapun rumah ibadah dikunjungi siswa-siswi sekolah ini terdiri dari Gereja Kristen Immanuel, Gereja Katolik Katedral, Masjid Istiqlal, Vihara Kenteng Bahtera Bhakti Ancol, Klenteng Konghuchu dan Pura Agung Adhitya Jaya Rawamagun. Siswa siswi yang terdiri dari beragam agama itu sangat terbuka untuk mau mendengar tokoh agama tertentu menjelaskan soal agamanya. Tak satupun yang menolak untuk belajar lebih dalam soal agama tertentu, sebagaimana siswa muslim mendengar penuturan seorang pendeta soal sejarah gereja dan seluk beluk kehadiran gerejanya. Begitu pula dengan siswa beragama lain yang dengan tenang dan terbuka mendengar penjelasan dari tokoh agama lain yang mereka kunjungi.

Sebagai negara yang beragam, apakah Indonesia sudah terbiasa dengan toleransi semacam ini? Mengingat Indonesia akan memasuki Hari Ulang Tahun (HUT)-nya yang ke-72 pada 17 Agustus 2017 mendatang, apakah kita sudah benar-benar menghidupi toleransi beragama di bangsa ini?

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mendefinisikan toleransi sebagai sebuah sikap untuk mau dan mampu menerima sesuatu yang berbeda dengan dirinya, dan mampu menghargai perbedaan. Keberagaman yang melahirkan perbedaan merupakan sesuatu yang tidak dapat ditolak oleh siapapun. Justru melalui perbedaan itulah semua orang bisa saling melengkapi dan menyempurnakan satu sama lain, bukan saling meniadakan harkat dan martabat kemanusiaan.

Karena agama hadir justru agar kemajemukan dan keragaman bisa kita ambil nilai positif dan kemanfaatnya,” ucap Lukman, seperti dilansir Liputan6.com, Rabu (2/8).

Menteri Lukman tidak menepis krisis toleransi yang belakangan ini menyerang umat beragama di Indonesia. Hal ini disampaikannya dalam sebuah diskusi di Taman Marzuki pada 22 Juli 2017 lalu. Dia mengaku bahwa ada kecenderungan mengerasnya kehidupan beragama di Indonesia, munculnya kelompok radikal dan fanatik, yang justru menyebabkan terjadinya perpecahan antar umat beragama diantaranya, banyaknya teror, konflik penggusuran rumah ibadah, kasus penistaan agama (sebagaimana dialami oleh mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)) dan kasus-kasus lainnya.

Selain itu, krisis toleransi ini juga semakin diperkeruh dengan memakai sentimen SARA (suku, agama, ras dan antar golongan) dalam percaturan politik. Sebagaimana kericuhan yang terjadi di Pemilu Presiden 2014 dan Pilkada DKI 2017 lalu.

Sebagaimana dibeberkan dalam survei kebebasan beragama atau berkeyakinan di tahun 2016, Setara Institute mencatat terjadi 208 kasus pelanggaran kebebasan beragama atau berkeyakinan sepanjang tahun itu. Selain itu ditemukan pula pelanggaran kebebasan beragama sebanyak 270 kasus yang tersebar di 24 daerah di tanah air.

Inilah yang menjadi refleksi kita bersama menyambut HUT RI ke-72. Setelah sekian lama negara ini berdiri, apakah keharmonisan antarumat beragama ini masih mustahil terwujud di bangsa ini? Persoalan ini pun tampaknya menjadi fokus utama Presiden Joko Widodo (Jokowi) belakangan ini. Dia menegaskan bahwa satu-satunya cara untuk mengelola keragaman dan perbedaan di tanah air adalah dengan lebih banyak mengajarkan masyarakat soal pemahaman toleransi itu sendiri. Selain itu, Presiden Jokowi juga menghimbau supaya setiap warga negara (yang berbeda keyakinan) bisa menghidupi ideologi Pancasila dan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 sebagai konsesus bersama antar seluruh elemen bangsa.

Konstitusilah yang menjaga agar tidak ada satupun kelompok yang secara sepihak memaksakan kehendaknya tanpa menghormati hak-hak warga negara yang lain. Selain itu sebagai negara demokrasi, Indonesia menjadikan konstitusi sebagai rujukan utama dalam membangun praktik demokrasi yang sehat dan terlembaga,” terang Jokowi.

Keberhasilan Jokowi saat memimpin kota Solo mengilhaminya untuk menerapkan cara berdialog dan meneguhkan kembali konstitusi sebagai dasar kehidupan di Indonesia. “Pengalaman mengelola kota ini (Solo) mengajarkan kepada saya, bahwa demokrasi dialogis dan prinsip-prinsip konstitusionalisme menjadi cara yang terbaik dalam mengelola keragaman,” terangnya.

Hidup harmonis di tengah masyarakat majemuk tentunya adalah harapan besar yang bisa terjadi di Indonesia. Untuk itu, di usia baru Indonesia tahun ini mari merefleksi kembali tentang kontribusi yang bisa kita berikan untuk mewujudkan toleransi ini di bangsa kita.

jawaban.com
www.ayeey.com www.resepkuekeringku.com www.desainrumahnya.com www.yayasanbabysitterku.com www.luvne.com www.cicicookies.com www.tipscantiknya.com www.mbepp.com www.kumpulanrumusnya.com www.trikcantik.net

Dua Orang Divonis 15 Bulan Penjara karena Korupsi Proyek Patung Yesus

Terbukti Korupsi Proyek Patung Yesus, Wanita Ini Dihukum 15 Bulan Penjara

Murni Alan Sinaga dan Sondang M Pane terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi dalam proyek pembuatan patung Yesus di perbukitan Siatasbarita, Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara. Proyek tersebut bernilai Rp 6,2 miliar yang bersumber dari APBD Tapanuli Utara Tahun Anggaran 2013.

Perbuatan keduanya melanggar Pasal 3 ayat (1) UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

Baca Juga : Luhut Panjaitan Muncul Dalam Kasus Korupsi Patung Yesus

Ketua majelis hakim Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Medan, Nazar Effendi menjatuhkan vonis kepada terdakwa masing-masing 15 bulan penjara dan denda Rp 50 juta.

"Meski kedua terdakwa mengakui perbuatannya dan berjanji tidak mengulangi, namun perbuatan terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan korupsi," ucap Nazar sambil mengetuk palu, Selasa (8/8/2017).

Hukuman keduanya lebih ringan dari tuntutan jaksa penuntut umum dari Kejaksaan Negeri Tarutung, Simon Morrys Sihombing. Pada persidangan sebelumnya, jaksa menuntut keduanya dijatuhi hukuman masing-masing 18 bulan penjara, denda Rp 200 juta dan subsider enam bulan kurungan.

Baca Juga : 7 Patung Tertinggi dan Terbesar di Indonesia

Dari dakwaan jaksa diketahui bahwa kedua terdakwa mengganti bahan dasar pembuatan patung yang seharusnya dari tembaga menjadi aluminium.

Murni selaku pelaksana kegiatan pembuatan patung tidak membuat dokumen selama mengerjakan proyek. Dia juga tidak mengetahui dan memahami spesifikasi teknis pembangunan patung, acuannya hanya gambar tender.

Pada persidangan sebelumnya dengan agenda pemeriksaan saksi, majelis hakim sempat memarahi saksi Budiman Gultom selaku mantan ketua panitia pembangunan patung karena tidak bisa membedakan tembaga dengan aluminium, padahal dirinya lulusan S2 teknik dan menjabat sebagai kepala dinas di Cipta Karya.

Dia juga mengaku tak banyak tahu proses pengajuan dokumen penawaran dan proses pelelangan yang diajukan empat perusahaan.

Saksi Rukmini Sitinjak mengatakan, empat berkas dokumen perusahaan yang diajukan ke panitia diwakili oleh dirinya sendiri. Empat berkas perusahaan yang diajukan mengikuti pelelangan adalah hanya berupa fotokopi dan semuanya ditandatanganinya. Dia juga memalsukan tanda tangan Direktur PT Kreasi Multy Poranc.

Mantan Kepala Dinas Cipta Karya Tongam Hutabarat dalam kesaksiannya mengakui, proyek pembangunan patung Yesus menggunakan APBD yang awalnya senilai Rp 25 miliar kemudian direvisi menjadi Rp 6,2 miliar.

Harga Rp 6,2 miliar hanya untuk membangun patung saja. Sedangkan bangunan pendukung seperti taman, gedung doa dan lainnya dimasukkan pada anggaran berikutnya.

Baca Juga : 12 Patung Tertinggi dan Terbesar di Dunia

Tongam juga mengungkapkan, pertapakan tempat patung berdiri berada di dalam kawasan hutan lindung yang izinnya belum dikeluarkan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Kemudian, dia mengaku tidak tahu bahwa yang mengerjakan proyek bukan pemenang tender, yakni PT Kreasi Multy Poranc, melainkan terdakwa Murni Alan Sinaga.

"Tapi samanya kamu dengan terdakwa pergi ke Yogya untuk melihat pembuatan patung, kenapa bukan sama pemenang tender kalian pergi? Jangan pura-pura bodohlah," cerca hakim saat itu yang membuat saksi diam dan tertunduk.

Sementara itu, Direktur PT Kreasi Multi Poranc, Juvenri Hutabarat mengaku tidak mengetahui bahwa perusahaannya ikut proses tender dan menang. Alasannya, sejak 2009 dirinya tidak lagi mengurus perusahaannya.

kompas.com
www.ayeey.com www.resepkuekeringku.com www.desainrumahnya.com www.yayasanbabysitterku.com www.luvne.com www.cicicookies.com www.tipscantiknya.com www.mbepp.com www.kumpulanrumusnya.com www.trikcantik.net

Masyarakat Kembali Perjuangkan Status Manokwari Jadi Kota Injil, Mungkinkah Kini Sukses?


Setelah upaya sebelumnya ditolak oleh Kementerian Dalam Negeri, kini berbagai elemen masyarakat setempat berjuang menjadikan Manokwari, Provinsi Papua Barat, sebagai kota Injil. Langkah pertama agar status tersebut didapat adalah melalui rancangan peraturan daerah di DPRD Kabupaten Manokwari pada masa sidang Juli ini.

"Terkait dengan penundaan ini beberapa tahun lalu sempat dibahas dan diajukan di Kementerian ternyata ditolak karena raperda kota ini bertentangan dengan aturan yang lebih tinggi. Namun tahun lalu kerja sama antargereja meminta agar perda kota Injil ini segera dibahas karena merupakan kearifan lokal," ujar Frengky Awom, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Manokwari seperti dikutip dari BBC Indonesia, Senin (24/7).

DPRD Kabupaten Manokwari memastikan bahwa Raperda Manokwari Kota Injil tidak akan menghalangi kebebasan beragama dan tidak mengancam kebhinekaan.

Tim Perumus Rancangan Peraturan Daerah Direktur Eksekutif Lembaga Penelitian, Pengkajian dan Pengembangan Bantuan Hukum LP3BH Manokwari, Yan Christian Warinussy, mengatakan bahwa raperda Manokwari Kota Injil hanya diatur mengenai pembatasan kegiatan masyarakat di hari-hari yang memiliki nilai sejarah dan ibadah.

"Jadi yang utama, pada hari-hari tertentu seperti peringatan hari masuknya Injil pada 5 Februari itu tak boleh ada kegiatan ekonomi satu hari full. Itu sama saja dengan natal dan idul fitri, demikian pula hari Minggu," ungkap Yan.

Sebagai informasi, pada 5 Februari 1855, dua misionaris asal Belanda dan Jerman, Johann Gottlob Geissler dan Carl Willem Otto masuk ke wilayah Manokwari. Peristiwa masuknya kedua misionaris inilah yang pada akhirnya akan diperingati oleh masyarakat di wilayah mayoritas Kristen ini nantinya.

Pimpinan Majelis Ulama Indonesia Papua Barat menyatakan bahwa pihaknya tidak berkeberatan dengan adanya raperda Manokwari Kota Injil. Dengan syarat, hal tersebut tidak menghalangi kebebasan umat lainnya.

"Pada dasarnya MUI dan umat Islam tidak keberatan soal itu, yang penting misal perda Kota Injil itu mengatur hubungan-hubungan internal umat Nasrani saja, itu tak masalah. Tapi kalau memang sampai mengatur membatasi agama lain ini kan tentu tidak boleh, karena peraturan kita, UU kita mengamanatkan bahwa agama adalah urusan individu tiap orang dan tiap WNI diberikan kebebasan secara penuh untuk menjalankan agamanya sesuai dengan keyakinannya sesuai dengan pasal 28 itu," pungkas Ahmad Nausrau, Ketua MUI Papua Barat. 

jawaban.com
www.ayeey.com www.resepkuekeringku.com www.desainrumahnya.com www.yayasanbabysitterku.com www.luvne.com www.cicicookies.com www.tipscantiknya.com www.mbepp.com www.kumpulanrumusnya.com www.trikcantik.net

Ketemu Jokowi, PGI Pesankan Agar Jangan Kalah Dengan Mereka Yang Tak Ingin Indonesia Maju


Pada Senin (31/7) hari ini, Pengurus Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) berkesempatan untuk bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan, Jakarta. Salah satu yang menjadi topik pembicaraan adalah dukungan PGI terhadap apa yang dilakukan pemerintah selama ini, terutama berbagai perbaikan dan pembangunan yang dilakukan pemerintah. 

"Dan tidak mundur oleh tekanan-tekanan dari kelompok-kelompok yang tidak menginginkan negara ini maju," demikian ungkap Sekretaris Umum PGI Pendeta Gomar Gultom.

Selain itu juga diperbincangkan tentang merawat kemajemukan yang ada di Republik Indonesia ini. 

"Yang menyangkut bagaimana kita bersama-sama merawat kemajemukan kita, bagaimana kita bersama-sama membangun NKRI ini. Dan bagaimana kita bersama-sama menebar budaya damai, membangun semangat Pancasila, terutama ini kita sedang menyambut ulang tahun negara ke-72, kan," demikian jelas Ketum PGI Henriette.

"Jadi ini sesuatu hal yang mengingatkan kita kembali betapa penting semangat kebangsaan ini kita bangun bersama," demikian tambahnya. 

Menurut Pendeta Gomar, Presiden Jokowi mengapresiasi kerja-kerja PGI dalam merawat kemajemukan dan memajukan nilai-nilai kebangsaan. Selain itu Jokowi juga menerangkan apa yang dilakukan pemerintah dalam pembangunan di Papua dan perkembangan HAM di Papua, juga berbagai pembangunan infrastruktur demi meningkatkan investasi di negeri ini. 

Kemajuan negeri ini tidak bisa terjadi hanya dengan kerja keras pemerintah, namun harus dengan peran serta dan dukungan dari semua lapisan masyarakat, tidak peduli suku, ras, agama dan golongannya. Kepentingan negara harus diutamakan untuk kemajuan bangsa, sehingga masa depan generasi mendatang akan lebih baik lagi. 


Detik.com/Jabawan.com
www.ayeey.com www.resepkuekeringku.com www.desainrumahnya.com www.yayasanbabysitterku.com www.luvne.com www.cicicookies.com www.tipscantiknya.com www.mbepp.com www.kumpulanrumusnya.com www.trikcantik.net

Kedatangan KWI ke Istana Bikin Presiden Jokowi Senang, Berikut Alasannya…


Presiden Jokowi menyambut kedatangan pengurus Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI) di Istana Merdeka, Jakarta Pusat pada Rabu (2/8). Seperti saat momen pertemuannya bersama pengurus Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) pada Senin, 31 Juli 2017 kemarin, Presiden Jokowi dengan terbuka membahas bersama rencana kegiatan mereka yang akan digelar dalam waktu dekat ini.

Sekretaris Jenderal KWI Mgr. Antonius Subianto Bunjamin menyampaikan soal perkembangan acara pertemuan pemuda Katolik se-Asia di Yogyakarta bertajuk “The 7th Asian Youth Day”. Presiden pun tampak senang dengan ide acara tersebut terlebih karena acara tersebut akan melibatkan 2900 pemuda Katolik se-Asia yang akan datang dan menginap di rumah keluarga-keluarga Indonesia yang bahkan berbeda agama. Kegiatan menginap ini bertujuan untuk menumbuhkan toleransi dan kemajemukan di Indonesia.

KWI pun berharap agar Presiden Jokowi bisa hadir secara langsung di acara penutupannya di Yogyakarta. “Kami berharap mengundang Presiden. Tapi kami memaklumi ya (jika Presiden tidak datang) karena jadwal beliau itu sangat ketat dan kami jadinya hanya menyampaikan harapan saja,” ujar Antonius.

Di penghujung pertemuan tersebut, presiden pun tak lupa mengapresiasi upaya KWI untuk merajut kembali keharmonisan beragama di Indonesia. Dia berharap supaya muda-mudi Katolik terus berpartisipasi menjadi duta kebangsaan.

Kompas.com/Jawaban.com
www.ayeey.com www.resepkuekeringku.com www.desainrumahnya.com www.yayasanbabysitterku.com www.luvne.com www.cicicookies.com www.tipscantiknya.com www.mbepp.com www.kumpulanrumusnya.com www.trikcantik.net