ISIS Ubah Gereja Jadi Pusat Latihan Tentara Anak


Ilustrasi. Anak-anak memegang senjata layaknya prajurit militer. (Foto: breitbart.com)

Kelompok Islamic State Iraq and Syria (ISIS) atau Negara Islam, telah mengubah sebuah gereja Kristen yang terletak di Tel Kaif, Irak menjadi pusat pelatihan bagi anak-anak kekhalifahan, dalam tempat latihan tersebut sejumlah anak tinggal selama beberapa pekan sebelum anak-anak dikirim ke pertempuran, menurut seorang saksi mata.

Seperti diberitakan Christian Daily, hari Selasa (24/1), ISIS telah mengubah nama gereja tersebut dari “Sacred Heart Church” atau gereja Hati Kudus di Tel Kaif menjadi "Abu-Thalhah Al-Anshari” dan di tempat tersebut menjadi tempat latihan bagi tentara anak-anak yang lebih kurang berusia 15 tahun. Mereka dibawa ke gereja secara diam-diam untuk menjalani pelatihan selama 15 sampai 20 hari, seorang saksi mata mengatakan kepada Rudaw.

"ISIS telah mengubah gereja ini menjadi markas Abu-Talha Al-Ansari. Mereka tahu bahwa pesawat-pesawat tempur tidak akan membom gereja,” kata saksi mata kepada media Irak Rudaw dan dikutip kembali Christian Daily.

“ISIS mengubah gereja ini menjadi markas mereka. ISIS membawa anak-anak dari Mosul (kota di Irak) secara diam-diam ke gereja ini,” kata saksi tersebut.

Selain itu, warga Tel Kaif menggambarkan bagaimana militan ISIS membawa anak-anak ke masjid di mana mereka berjanji setia kepada kelompok ekstremis tersebut sebelum mereka memulai pelatihan militer.

Christian Daily menggambarkan anak-anak tersebut didoktrin agar mereka percaya bahwa mereka sedang dalam perjalanan mereka ke surga.

Walaupun ISIS telah dikalahkan di Tel Kaif, tanda-tanda perang masih terlihat di gereja Hati Kudus. Namun demikian, rumah besar ibadah masih berdiri.

Pada akhir Oktober tahun lalu, laporan dari Irak utara mengatakan, pasukan Irak mampu memasuki Tel Kaif dan merebut kembali desa dari kelompok ekstremis tersebut.

Beberapa hari sebelumnya pemerintah Irak berhasil membebaskan kota Hamdaniyah yang terletak beberapa kilometer dari Mosul.

Sebelumnya pada tahun 2014 ISIS mengambil alih Tel Kaif pada 2014.

Hamdaniyah dahulu merupakan sebuah kota yang penting bagi komunitas Kristen, kota tersebut penting sebagai kota yang penting dalam kaitannya dengan jalan padang pasir di sebelah tenggara Mosul.

Pada saat itu, pasukan pemerintah Irak juga membebaskan kota Bartella dengan bantuan serangan udara internasional.

Paus Fransiskus Kecam Militer Usia Anak

Bulan lalu, Paus Fransìskus berfokus mengakhiri fenomena anak yang menjadi tentara, yang ia sebut sebagai perbudakan.

Menurut Catholic News Agency, hari Jumat (2/12), Paus Fransiskus mengecam prajurit maraknya militer anak di seluruh dunia karena mengembangkan teknologi canggih sekalipun namun berakhir dengan lahirnya anak-anak yang direkrut menjadi tentara.

“Siapa pun Anda, jika Anda seperti saya, saya meminta Anda untuk bergabung dengan saya dalam niat doa ini bahwa fenomena anak yang ikut dalam militer dapat dihilangkan di seluruh dunia," kata Paus Fransiskus.

Paus Fransiskus mengimbau semua pemirsa video tersebut agar melakukan segala kemungkinan sehingga martabat anak-anak dapat dihormati, dan mengakhiri bentuk perbudakan. (christiandaily.com)

sumber :satuharapan.com
www.ayeey.com www.resepkuekeringku.com www.desainrumahnya.com www.yayasanbabysitterku.com www.luvne.com www.cicicookies.com www.tipscantiknya.com www.mbepp.com www.kumpulanrumusnya.com www.trikcantik.net

Mengaku Yesus Kristus, Pria Ini Ingin Bunuh Donald Trump!



Dominic Puopolo, tunawisma berusia 51 tahun ditangkap kepolisian Florida Amerika Serikat karena dianggap melakukan pengancaman serius terhadap presiden terpilih Donald Trump. Puopolo mengunggah klip ancaman pembunuhan terhadap Trump di akun sosial media Twitter.

Dilansir The Independent, pria yang dibekuk di sebuah rumah makan cepat saji, di Miami, Jumat (20/1) ini, mengatakan akan membunuh Donald Trump dengan menggunakan Wesley Scope Booth, senapan bertenaga tinggi. Hal itu akan dilancarkan saat pelantikan Trump.

Yang aneh lagi, dalam video tersebut, berulang kali Puopolo menyebut dirinya 'Yesus Kristus'. Dia mengaku dia adalah pesan dari Tuhan agar manusia bertobat. Dirinya diadili pengadilan di Miami usai penangkapannya. Puopolo didakwa dengan hukuman mengancam untuk menghancurkan pemerintahan AS. Namun, hukuman yang diberikan kepadanya baru akan dirilis usai kejiwaannya dinyatakan stabil.

Sang pengacara sendiri telah merekomendasikan agar Puopolo diserahkan pada psikolog, hal ini lantaran menurut pengacaranya Puopolo mengalami gangguan kejiwaan. Menurut keluarganya sendiri, Puopolo merupakan penganut Demokrat 'garis keras'. Pasalnya, sang ibu, Sonia adalah aktivis pro-Demokrat yang tewas dalam serangan teroris 11 September, di mana pesawat American Airlines dengan nomor penerbangan 11 terbang dan menghantam Menara Kembar di New York.

www.ayeey.com www.resepkuekeringku.com www.desainrumahnya.com www.yayasanbabysitterku.com www.luvne.com www.cicicookies.com www.tipscantiknya.com www.mbepp.com www.kumpulanrumusnya.com www.trikcantik.net

Ini Isi Bahasan Pertemuan Jokowi Bersama PGI dan KWI



Kalau sebelum-sebelumnya Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengundang para ulama dan pemimpin agama dari berbagai organisasi Muslim. Kali ini pak presiden juga melakukan hal senada pada umat Kristiani.

Tepatnya Rabu (18/1) kemarin, Jokowi mengundang perwakilan dari Persekutuan Gereja-gereja Indonesia (PGI) dan Koferensi Waligereja Indonesia (KWI) bertemu empat mata di Istana Negara, Jakarta.

Seperti diberitakan, presiden mengajak kedua lembaga perwakilan umat Kristiani itu suntuk berdiskusi soal keberagaman dan toleransi di Indonesia.

“Pak Presiden meminta masukan kepada KWI maupun PGI, apa yang selama ini digelisahkan. Jadi yang digelisahkan ya tentang multikulturalisme, peran pendidikan, revolusi mental,” kata Menteri Sekretaris Negara Pratikno, seperti dilansir Tempo.co, Rabu (18/1).

Undangan ini pun dihadiri oleh perwakilan PGI Ketua Henriette Tabita Hutabarat, Ketua Albertus Patty dan Sekretaris Umum Gomar Gultom. Sementara dari perwakilan KWI dihadiri oleh Mgr Suharyo, Romo Eddy Purwanto, Romo Benny Susetyo dan Romo Agus. Dalam pertemuan ini, Jokowi mengangkat topik bahasan soal revolusi mental yang perlu diperkuat di Indonesia.

“Dikatakan, perlu dikuatkan revolusi mental, perlu dikuatkan pemantapan Pancasila, mendukung tentang dibentuk unit kerja untuk pemantapan Pancasila,” katanya.

“Sebetulnya saya belum melakukan apa-apa dengan Revolusi Mental ini. Kita ini menghadapi kerusakan yang luar biasa, sampai sulit untuk menentukan akan mulai dari mana. Tapi segera muncul gugatan dari kaum muda, karena hampir tiadanya teladan. Masak mau ngajarin Revolusi Mental, tapi kelakuan penuh cela?” ucap Jokowi dalam pertemuan tersebut.

Tak hanya membahas soal cara memperkuat Revolusi mental, pertemuan ini juga membahas beberapa isu lainnya, termasuk masalah intoleransi yang marak belakangan ini.

“Kami membahas agar masalah intoleransi bisa diatasi. Bapak Presiden tadi mengatakan itu sedang dikerjakan. Peranan semua kelompok masyarakat sangat penting,” ucap Henriette Tabita Hutabarat, Ketua PGI.

Dari hasil pembahasan ini, presiden bersama jajarannya berjanji akan mengatasi masalah intoleransi yang masih terjadi di Indonesia. Salah satu hal yang akan dikerjakan adalah mengatasi kesenjangan sosial dan pendidikan di tengah masyarakat yang dinilai sebagai penyebab munculnya intoleransi. Karena itu dibutuhkan pendidikan terkait kebhinekaan serta upaya pemerataan ekonomi.

Tak lupa, perwakilan PGI dan KWI yang hadir juga menyampaikan apresiasi atas kinerja pemerintahan Jokowi sepanjang satu tahun sebelumnya. Di bawah kemimpinannya, banyak kemajuan yang dirasa terjadi, mulai dari pertumbuhan ekonomi dan pembangunan infrastruktur yang merata dan penertiban menuju tata pemerintahan yang lebih hemat, efisien dan transparan serta pemangkasan beragam regulasi yang berbelit di bidang ekonomi.

Karena itu, mereka mengambil komitmen untuk terus mendoakan dan mendukung seluruh rencana kerja yang akan dikerjakan di jajaran pemerintahan Jokowi.

sumber : jawaban.com
www.ayeey.com www.resepkuekeringku.com www.desainrumahnya.com www.yayasanbabysitterku.com www.luvne.com www.cicicookies.com www.tipscantiknya.com www.mbepp.com www.kumpulanrumusnya.com www.trikcantik.net

Ini Alasan Bupati Bantul Pertahankan Camat Katolik yang Ditolak



Belum genap sebulan menjabat sebagai Camat Bantul, Yulius Suhartan, yang diangkat secara resmi oleh Bupati Bantul Suharsono pada 30 Desember 2016 lalu, mendapat penolakan keras dari sekelompok orang karena beragama Katolik atau Non-Muslim.

Namun dengan tegas Suharsono menyampaikan bahwa dirinya menolak permintaan orang-orang itu. Dia beralasan kuat bila Yulius diangkat sesuai dengan kompetensinya dan bukan karena agamanya. Dalam wawancaranya bersama media Tempo, 16 Januari 2017, Suharsono menyebutkan beberapa alasan dirinya mengangkat Camat Katolik itu dan keputusan tersebut sama sekali tidak berkaitan dengan agama yang dianutnya.

“Saya tes psikologi. Saya tidak mengangkatnya dari sudut pandang agama. Tidak ada aturan yang saya langgar,” terang Suharsono,

Dia mengatakan bahwa proses tes dilakukan dengan dukungan dari jurusan Psikologi Universitas Gajah Mada (UGM) dan pihak Kepolisian Daerah Yogyakarta. Setelah tes selesai dan hasilnya sesuai dengan yang diharapkan, Yulius pun diangkat secara resmi dan ditempatkan sebagai camat Pajangan yang mayoritas Muslim.

Menurut Suharsono, dia ditempatkan di sana dengan harapan agar seluruh umat beragama bisa hidup saling menghargai dan hidup rukun. Namun rupanya ada kelompok yang tak terima jika dipimpin oleh camat Non-Muslim.

“Sudah saya cek, yang memprotes itu hanya sekelompok kecil. Saya sudah turun ke lapangan. Di Kecamatan Pajangan ada tiga kelurahan. Justru mereka tidak tahu ada masalah seperti ini,” ucapnya.

Suharsono menegaskan tidak akan gegabah mencabut jabatan Yulius sebagai camat Pajangan. Karena itu diperlukan proses berdialog bersama para perangkat kerja daerah. Keputusan akhir akan diambil sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945 dan akan diumumkan bulan depan.

Sejak menjabat sebagai Bupati Yogyakarta selama sebelas bulan, bukan cuma kali ini saja Suharsono menghadapi kasus intoleransi. Seperti tercatat, pada Juli 2016 silam dirinya didesak untuk menutup Gereja Baptis Indonesia Saman karena diduga tak punya IMB sejak berdiri 10 tahun lamanya. Lalu Tiga bulan kemudian, kelompok penolak serupa memintanya untuk membongkar patung Yesus di Gereja Santo Yakobus Alfeus di Kecamatan Pajangan. Dan kali ini, kelompok serupa juga memprotes pengangkatan Camat Katolik memimpin kecamatan Pajangan.

Namun terkait tuntutan-tuntutan itu, Suharsono tetap menanggapinya dengan tenang dan diselesaikan dengan hukum yang berlaku. “Saya kenyang pengalaman dalam menangani kasus. Enggak bingung dengan kasus seperti ini. Sudah biasa di Jakarta. Yang penting sesuai dengan undang-undang. Kalau ada yang protes, saya tunjukkan dasarnya. Saya tidak ngawur,” ucapnya.

sumber : jawaban.com
www.ayeey.com www.resepkuekeringku.com www.desainrumahnya.com www.yayasanbabysitterku.com www.luvne.com www.cicicookies.com www.tipscantiknya.com www.mbepp.com www.kumpulanrumusnya.com www.trikcantik.net

Sejak Kasus Ahok, Hukum Indonesia Sibuk Urusi Kasus Berbau Agama



Belakangan ini, kasus penistaan agama tiba-tiba menjadi tren di Indonesia. Hal ini seperti efek domino dari sejak munculnya kasus penistaan agama yang dituduhkan kepada Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Jika saat ini Ahok masih terus menjalani proses hukum sesuai dengan yang diinginkan para pelapornya, maka kasus lain sedang menanti untuk kembali diproses. Seperti halnya yang dialami oleh Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab dan Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri.

Habib Rizieq Shihab dilaporkan ke Polda Metro Jaya terkait dugaan ucapannya yang mengandung ancaman pembunuhan kepada pendeta-pendeta. Adapun yang melaporkan Rizieq dikenal seorang pendeta asal Manado, bernama Max Evert Ibrahim Tangkudung. Dia mengaku mendengar ucapan berupa ancaman itu lewat orasi yang didengarnya dari video-video yang beredar luas di Youtube. Merasa terancam dengan kata-kata itu, pendeta Ibrahim pun segera meminta perlindungan hukum kepada Pimpinan Polri.

Bersama Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI), Pendeta Ibrahim datang ke Jakarta dan melaporkan Riqiez ke pihak kepolisian. “Kenapa dilaporkan? Karena dengan pelaporan ini maka para pendeta mendapat perlindungan hukum, tidak merasa terancam dan demi mendapatkan tasa nyaman dan aman sesuai dengan jaminan dari undang-undang,” ucap Petrus Selestinus selaku penasihat hukum pendeta Ibrahim.

Sementara Ketua PDIP Magawati Soekarnoputri juga dilaporkan ke Bareskrim Mabes Polri terkait dugaan penodaan agama pada Senin, 23 Januari 2017 lalu. Dia dilaporkan oleh mantan ketua FPI sekaligus anggota dari lembaga swadaya masyarakat (LSM) Aliansi Anak Bangsa Gerakan Anti Penodaan Agama, Baharuzaman.

Menurut Baharuzaman, Megawati telah menodai agama tertentu dengan ucapannya dalam pidato HUT PDIP ke-44 pada Selasa, 17 Januari 2017 lalu.

Serupa seperti kasus penistaan agama yang dihadapi Ahok, kedua tokoh besar di atas juga diperkirakan akan menempuh proses hukum yang berlaku.

Namun pertanyaannya, kenapa kasus soal agama ini seolah-olah sengaja dimunculkan kepermukaan? Sekretaris Badan Pendidikan dan Pelatihan Pusat DPP PDIP, Eva Kusuma Sundari khawatir jika kasus ini sengaja dimunculkan untuk tujuan kepentingan politik kelompok tertentu. Menurutnya, hukum dijadikan sebagai alat untuk menjatuhkan lawan politik.

Saat ini Ahok masih terus menjalani proses hukum terkait penistaan agama yang dituduhkan atas dirinya. Dan tentu saja, sepanjang proses tersebut banyak pihak yang merasa dirugikan bahkan menyebabkan perpecahan di antara masyarakat beragama. Karena itu kita harusnya lebih menahan diri untuk tidak mudah memunculkan tudingan-tudingan terkait agama, karena hanya akan memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa. Kiranya toleransi, kerukunan, persatuan dan damai tetap ada atas Indonesia. 

Sumber : jawaban.com
www.ayeey.com www.resepkuekeringku.com www.desainrumahnya.com www.yayasanbabysitterku.com www.luvne.com www.cicicookies.com www.tipscantiknya.com www.mbepp.com www.kumpulanrumusnya.com www.trikcantik.net

Asosiasi Pendeta Dukung Penuh Paskah Internasional 2017 di Minahasa



Rencana pemerintah Sulawesi Utara untuk menjadikan Minahasa sebagai tuan rumah acara Paskah Internasional 2017 disambut baik oleh para pemuka agama Kristen setempat. Asosiasi Pendeta Indonesia (API) Minahasa menyatakan secara terbuka akan mendukung penuh kegiatan tersebut.

“Ini adalah kabar yang sangat menggembirakan bagi masyarakat Sulut khususnya Minahasa. Kami pasti akan menopang penuh penyelenggaraan iven ini (Paskah Internasional, red),” ujar Ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC) API Minahasa, Dolfie Kuron seperti dikutip manadoexpress, Sabtu (7/1).

Lebih jauh Dolfie menjelaskan bahwa pihaknya mengapresiasi usaha yang sudah dilakukan Olly Dondokambey selaku Gubernur Sulawesi Utara dalam meyakinkan Dewan Gereja Dunia beberapa waktu yang lalu.

“Tidak gampang dipercayakan sebagai tempat pelaksanaan Paskah Internasional. Kami berterimakasih Gubernur, Wakil Gubernur sudah mengusahakan ini,” ungkap Dolfie.

Pada Natal DPC API Minahasa yang berlangsung 13 Januari 2017, sambung Dolfie, ia dan rekan-rekan akan mendoakan kegiatan Paskah Internasional 2017.

Seperti diketahui, pada Desember 2016 lalu, Sulawesi Utara menjadi salah satu dari dua lokasi perayaan Natal Nasional. Saat itu, Presiden Joko Widodo tampak hadir bersama dengan istri dan para pejabat lainnya.
sumber : jawaban.com
www.ayeey.com www.resepkuekeringku.com www.desainrumahnya.com www.yayasanbabysitterku.com www.luvne.com www.cicicookies.com www.tipscantiknya.com www.mbepp.com www.kumpulanrumusnya.com www.trikcantik.net

Bupati Bantul Akan Permudah Perizinan Pendirian Rumah Ibadah




Sejak lama masalah perizinan pendirian rumah ibadah di Indonesia kerap mengalami masalah. Namun di awal tahun ini, kabar sejuk kebebasan beribadah datang dari kota yang tahun lalu menjadi salah satu kota yang intoleransi di Indonesia, yaitu Yogyakarta.

Salah satu pimpinan daerah di daerah istimewa itu, Bupati Bantul Suharsono menegaskan bahwa dirinya akan mengeluarkan peraturan bupati (perbup) mengenai izin pendirian tempat ibadah. Menurutnya hal ini sebagai salah satu upaya untuk meredam konflik dan menjaga kebhinekaan di Kabupaten Bantul.

"Saya mau mengadakan perbup mengenai perizinan tempat-tempat ibadah. Saya suruh mengurus yang ingin mendirikan tempat ibadah. Akan mempermudah pendirian tempat-tempat ibadah," ucapnya. " ujar Suharsono, Senin (9/1/2017), dirilis kompas.com.

Dirinya menambahkan bahwa tempat ibadah yang telah memiliki izin akan meredam konflik yang bisa terjadi di masa mendatang. "Tetap saya akan bikin mempermudah perizinan mendirikan tempat ibadah, baik Islam, Kristen, Katolik. Yang penting diakui legalitasnya oleh pemerintah. Jadi kalau ada yang protes, sudah ada legalitasnya," katanya.

Bahkan Suharsono berani menjamin segal sesuatunya dan meminta semua pihak tidak perlu khawatir dengan rencananya itu. Baginya, Kabupaten Bantul akan menjadi contoh bagi daerah lain dalam bersama-sama menjaga kerukunan umat beragama, melalui kebijakan ini. "Saya dengar ada yang menentang. Saya sampaikan tidak perlu khawatir," sebutnya.

Membuat kebijakan yang menjadi kebaikan untuk bersama dan menjadi dampak dan teladan bagi masyarakat luas, adalah langkah cerdas memulai resolusi di tahun yang baru. Tuhan Memberkati pak Bupati!

sumber : jawaban.com
www.ayeey.com www.resepkuekeringku.com www.desainrumahnya.com www.yayasanbabysitterku.com www.luvne.com www.cicicookies.com www.tipscantiknya.com www.mbepp.com www.kumpulanrumusnya.com www.trikcantik.net

Empat Gereja Kasih Gelar Walkot Bekasi 'Bapak Toleransi Beragama'



Empat organisasi pengurus gereja Kota Bekasi, yang terdiri dari Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia, Persekutuan Gereja-gereja Pantekosta Indonesia, Persekutuan Gereja dan Lembaga Injil Indonesia, serta Dekan Gereja Katolik Dekenat Bekasi, memberikan gelar kepada Wali Kota (Walkot) Bekasi Rahmat Effendi dan Wakil Walkotnya Ahmad Syaikhu sebagai Bapak Toleransi Beragama. Gelar ini diberikan karena Walkot Bekasi telah menggagas Majelis Umat Beragama Kota Bekasi.

Pemberian gelar ini diserahkan bersamaan dengan perayaan Natal Bersama Warga Kristen di Stadiun Patriot pada Sabtu, 14 Januari 2017 akhir pekan lalu.

“Sejak tahun 2010 Rahmat Effendi telah merintis dan menggagas kebersamaan antar umat beragama dalam bingkai toleransi antar umat beragama yang ada di kota Bekasi,” ucap Ketua Panitia Natal bersama, Hotman Pane, seperti dilansir Poskotanews.com, Sabtu (14/1).

Selain itu, Hotman menuturkan walkot Bekasi juga sangat konsisten dan berkomitmen dalam menumbuhkan karakter kebinekaan, cinta damai serta semangat toleransi antarumat beragama. Dia juga tanpa lelah mau berkeliling untuk mengajak masyarakat untuk hidup berdampingan, saling toleran dan bahu membahu membangun kota Bekasi. Kinerjanya yang terbilang baik pada akhirnya mampu membawa Bekasi sebagai kota dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) terbaik ke-2 se-Jawa Barat.

Atas penghargaan ini, Rahmat Effendi yang turut hadir dalam acara tersebut menyampaikan bahwa komitmen menjaga toleransi umat beragama harus selalu dijaga oleh seluruh umat Kristen dan masyarat kota Bekasi.

“Saya selaku kepala daerah akan mengedepankan keamanan dan ketertiban wilayah. Siapa pun boleh memakai Stadion Chandrabaga asalkan untuk kepentingan masyarakat luas, saya tidak mempermasalahkan agama maupun suku apa yang akan mempergunakan fasilitas umum yang ada di Kota Bekasi sepanjang memenuhi aturan dan menataati aturan yang ada,” kata Rahmat.

Kiranya seluruh pemimpin di negara ini bisa mencontoh langkah yang dilakukan Walkot Bekasi Rahmat Effendi. Sehingga harapan akan terbinanya toleransi umat beragama bisa terwujud. 

sumber : jawaban.com
www.ayeey.com www.resepkuekeringku.com www.desainrumahnya.com www.yayasanbabysitterku.com www.luvne.com www.cicicookies.com www.tipscantiknya.com www.mbepp.com www.kumpulanrumusnya.com www.trikcantik.net

Pendiri Facebook Mark Zuckerberg Nyatakan Dirinya Bukan Seorang Atheis



Pendiri dan pembuat Facebook Mark Zuckerberg mengucapkan selamat hari Natal dan hari Hanukkah (hari raya Yahudi) di laman Facebook pribadinya dan juga menanggapi secara langsung komentar para followernya. Salah satunya adalah berkaitan dengan keyakinannya. 

Ada lebih dari 26.000 komentar dalam postingan ucapan selamat Natal dari Mark tersebut. Melalui postingan itu, Mark mengindikasikan bahwa dirinya dan keluarganya merayakan Natal. Salah satu followernya bertanya, "Bukankah kamu atheis?"

Memang beberapa tahun lalu Mark Zuckerberg mengindentifikasikan dirinya sebagai orang atheis, namun saat menjawab pertanyaan itu ia berkata, "Tidak. Saya dibesarkan sebagai Yahudi dan kemudian melalui beberapa periode waktu dimana saya mempertanyakan berbagai hal, tetapi sekarang saya percaya agama itu sangat penting."

Memang dalam komentar itu Mark tidak secara langung menjawab apa yang menjadi kepercayaannya saat ini. Tetapi ia menjawab dengan nada bercanda ketika ada yang bertanya "Mengapa Facebook tidak memberi notifikasi ulang tahun Yesus hari ini??" dengan berkata, "Kamu tidak berteman dengan Yesus di Facebook?"

Walau Mark dan isterinya Priscilla Chan tidak menyatakan secara terbuka keimanan mereka, namun mereka banyak menekankan pentingnya nilai-nilai moral dan bahkan bertemu dengan Paus Fransiskus mendiskusikan tentang bagaimana membawa tekhnologi komunikasi kepada masyarakat miskin. 

Lebih dari agama, mengalami perjumpaan dengan Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juru Selamat secara pribadi itu sangat penting dalam kehidupan seseorang. Mari berdoa agar Mark Mark Zuckerberg mengalami hal ini sehingga dirinya dan keluarganya menerima kehidupan kekal. 

Sumber : CBN.com
www.ayeey.com www.resepkuekeringku.com www.desainrumahnya.com www.yayasanbabysitterku.com www.luvne.com www.cicicookies.com www.tipscantiknya.com www.mbepp.com www.kumpulanrumusnya.com www.trikcantik.net

Lagi Baca Alkitab, Wanita Ini Ditikam Seorang Pengungsi Afghanistan



Serangan brutal kembali terjadi setelah beberapa hari lalu seorang remaja diserang oleh sekelompok pengungsi di Wina, Austria. Kali ini, wanita berusia 50 tahun itu tiba-tiba ditikam oleh seorang pria tak dikenal saat lagi membaca Alkitab di tempat pengungsian di Upper Austria.

Untungnya, jaket tebal yang dikenakan berhasil menyelamatkan hidupnya. Meski begitu dia mengalami luka dibagian telinga karena terjatuh saat hendak melakukan perlawanan terhadap pelaku.

Penyerangan brutal ini diidentifikasi dilakukan oleh seorang pria Afghanistan berusia 22 tahun. Dia mengaku nekad menikam wanita tersebut karena telah menghadiri undangan untuk membagikan pengajaran soal Alkitab di kamp pengungsian di Upper Austria.

Saat diinterogasi oleh pihak kepolisian, pria tersebut mengaku bertindak berlebihan karena tengah menghadapi ‘masalah pribadi’. Saat ini, pelaku masih ditahan di Penjara Wels di Upper Austria.

Kasus penyerangan oleh pengungsi terhadap umat Kristen memang sudah kerap terjadi di Austria. Karena itu, Uskup Agung Wina Kardinal Christoph Shoenborn mengeluarkan pernyataan bahwa umat Kristen sedang dalam ancaman besar dan dalam kondisi mengkhawatirkan. Dia menyerukan agar umat Kristen berhati-hati menghadapi arus pengungsi yang membludak di Austria. “Kita harus belajar, ini (krisis) yang melampaui kapasitas dan kemampuan kita,” ucap Kardinal Shoenborn. 

Sumber : Trunews.au/jawaban.com
www.ayeey.com www.resepkuekeringku.com www.desainrumahnya.com www.yayasanbabysitterku.com www.luvne.com www.cicicookies.com www.tipscantiknya.com www.mbepp.com www.kumpulanrumusnya.com www.trikcantik.net

Dipenjara karena Menggelar Pendalaman Alkitab


Kekristenan tumbuh di Tiongkok, dalam bentuk gereja-gereja rumah dan kelompok-kelompok pendalaman Alkitab, seiring gencarnya tekanan dari pemerintah komunis. (Foto: Dignitatis Humanae Institute)


Seorang perempuan Tiongkok menjalani hukuman penjara atas tuduhan "mengumpulkan orang untuk mengganggu ketertiban umum". Perempuan Kristen dari daerah Xinjiang barat itu dijatuhi hukuman tiga tahun penjara karena menyelenggarakan pertemuan untuk pendalaman Alkitab. Selain itu, empat orang Kristen lain juga ditangkap polisi dalam kaitan itu.

Seperti dilaporkan Madeeha Bakhsh di christianinpakistan.com, 3 Januari 2017, polisi Tiongkok menangkap Ma Huichao dan empat orang Kristen lain atas tuduhan mengadakan pertemuan untuk belajar Alkitab tanpa persetujuan pemerintah. Pengacara Huichao, Li Dunyong, seperti dilaporkan chinaaid.org, tidak diizinkan mengajukan pembelaan, dan Huichao mulai menjalani hukuman pada hari Jumat, tanggal 30 Desember.

Pemerintah Tiongkok terus menekan kebebasan beribadah kelompok Kristen, dengan menekan gereja-gereja, menghancurkan salib di gereja-gereja, dan menangkapi orang-orang Kristen. Kelompok advokasi Kristen, mengklaim gerakan anti-Kristen diterapkan pemerintah Komunis demi menekan pertumbuhan kekristenan yang cepat di Tiongkok.

Sebuah revisi terbaru dalam Peraturan Urusan Agama memberlakukan larangan "mengorganisir warga untuk mengikuti pelatihan agama, melaksanakan konferensi dan kegiatan luar negeri, memberitakan Injil, mengorganisir kegiatan keagamaan, membangun lembaga keagamaan atau situs keagamaan di sekolah-sekolah", demikian juga "memberikan layanan ibadah melalui internet ".

Seorang pendeta Tiongkok mengatakan, "Pemerintah ingin mengendalikan segala sesuatu, hingga aspek terkecil pun. Salah satu ciri dari revisi undang-undang itu adalah pemberdayaan badan pemerintah lokal hingga semua tingkatan. Revisi itu akan mengurangi kemungkinan melonggarnya kontrol agama di Tiongkok."

Lembaga pengawasan China Aid, mengisahkan, "Tu Yan, seorang wanita yang mulai menghadiri ibadan di gereja di Yunnan setelah dia pindah ke kota itu untuk bekerja, ditangkap ketika pulang ke rumah dari pertemuan jemaat pada 22 Oktober, karena dicurigai 'menggunakan sebuah organisasi sekte untuk merusak penegakan hukum'. "

"Sebulan kemudian, ia ditangkap dengan tuduhan yang sama. Pihak berwenang juga menuduhnya sebagai tulang punggung 'sekte jahat' dan mengorganisir tiga pertemuan atas nama lembaga tersebut. Dalam sebuah wawancara, ayahnya membantah keterlibatannya dalam setiap kegiatan ibadah."

Warga Kristen, juga ditahan atas tuduhan melakukan "cuci otak" anak dengan mengajarkan mereka tentang keyakinan Kristen. China Aid mengisahkan dua guru Kristen telah dituduh mencuci otak anak. "Kedua wanita itu dituduh mengindoktrinasi anak di bawah umur dengan keyakinan takhayul. Hukum Tiongkok melarang ajaran agama kepada siapa pun di bawah usia 18, dan meyakini cuci otak iman berbahaya bagi yang masih anak-anak harus dilindungi."

sumber : satuharapan.com
www.ayeey.com www.resepkuekeringku.com www.desainrumahnya.com www.yayasanbabysitterku.com www.luvne.com www.cicicookies.com www.tipscantiknya.com www.mbepp.com www.kumpulanrumusnya.com www.trikcantik.net

Sandiaga Uno Klarifikasi Foto Bersama Pendeta yang Viral di Medsos



Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno memberikan klarifikasi terkait foto bersama pendeta yang menjadi viral di media sosial (medsos) baru-baru ini. Dalam keterangan yang disampaikan kepada detikcom, ia menyatakan bahwa ia hadir atas undangan Hashim Djojohadikusomo.

“Oh itu betul (foto). Kami hadir undangan Pak Hashim Djojohadikusumo di Rawamangun. Saya berikan sambutan atas nama Gerindra. Hadirin mendoakan agar sukses di Pilgub 2017," ujar Sandiaga, Senin (2/1/2017).

Putera dari mantan menteri Mien R Uno tersebut membantah bahwa jika acara yang diikutinya itu bersamaan waktunya dengan hari dimana Anies Baswedan bertemu dengan Habib Rizieq.

“Sepertinya minggu lalu. Aku pas puasa, kayaknya Kamis," jelas Sandiaga.

Seperti diketahui, Anies Baswedan-Sandiaga Uno merupakan Calon Gubernur-Wakil Gubernur DKI Jakarta untuk periode 2017-2022. Keduanya maju diusung oleh Partai Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera.

Adapun kandidat lain yang ikut serta di dalam kontestasi Pilkada DKI Jakarta adalah pasangan Agus Yudhoyono – Sylviana Murni dan Basuki Tjahaja Purnama – Djarot Saiful Hidayat. Berdasarkan jadwal yang dikeluarkan oleh Komisi Pemilihan Umum, pemungutan suara dilakukan serentak di seluruh wilayah ibukota pada 15 Februari 2017. 

Sumber : detik.com, jawaban.com
www.ayeey.com www.resepkuekeringku.com www.desainrumahnya.com www.yayasanbabysitterku.com www.luvne.com www.cicicookies.com www.tipscantiknya.com www.mbepp.com www.kumpulanrumusnya.com www.trikcantik.net

Diskriminasi Terhadap Umat Kristen di 2017 Diprediksi Akan Meningkat



Tingkat diskriminasi dan penganiayaan terhadap orang Kristen diperkirakan akan meningkat pada tahun 2017, khususnya di negara-negara dengan mayoritas keyakinan ataupun ideologi tertentu, dimana sejak lama penganiayaan terhadap umat Kristen baik dari pemerintah dan militan terus meningkat.

Hal itu diungkapkan dalam sebuah laporan terbaru dari Release International, sebuah organisasi yang membantu orang Kristen yang mengalami penganiayaan diseluruh dunia. Release International mengatakan tingkatpenganiayaan itu kemungkinan akan terjadi di Timur Tengah, Nigeria, Pakistan, Iran, China dan India tahun depan.

Di Timur Tengah, gerombolan teroris ISIS akan melanjutkan serangan terhadap orang Kristen, khususnya di Suriah dan Irak yang saat ini masih dilanda perang. Bahkan di wilayah Kurdistan, di mana hampir 2 juta orang pengungsi berada kemungkinan akan menjadi perhatian khusus bagi dunia internasional.

Sementara itu di Nigeria, penganiayaan terhadap umat Kristen yang dilakukan oleh gerombolan teroris Boko Haram dinilai akan terus berlanjut dan bahkan meningkat. Meskipun militer pemerintah sudah bergerak maju untuk melawan, namun ancaman para kelompok Fulani yang telah ber-baiat kepada ISIS akan terus berlanjut.

Di Pakistan, undang-undang penghujatan saat ini sedang disalahgunakan untuk menganiaya orang Kristen, yang dipandang sebagai "warga kelas tiga." Seorang mitra Release International mengatakan tahun mendatang mengatakan akan lebih banyak diskriminasi, konversi paksa dan kawin paksa bagi orang percaya. Begitupun di China dan India, kemungkinan tingkat diskriminasi akan terjadi lagi.

Kepala Eksekutif Release International, Paul Robinson mengatakan bahwa laporan ini sebagai "wake-up call" bagi orang Kristen untuk memberikan dukungan kuat bagi orang percaya yang mengalami aniaya. "2017 tampaknya akan menjadi tahun yang keras bagi banyak orang Kristen, di bawah rezim otoriter dan di tangan militan. Laporan kami tentang tren kemungkinan penganiayaan pada 2017 adalah panggilan agar kita bangun untuk berdoa dan memberikan dukungan praktis untuk keluarga kami dianiaya ke tingkat yang baru." Tutupnya.

Sumber : Gospel Herald/jawabab.com
www.ayeey.com www.resepkuekeringku.com www.desainrumahnya.com www.yayasanbabysitterku.com www.luvne.com www.cicicookies.com www.tipscantiknya.com www.mbepp.com www.kumpulanrumusnya.com www.trikcantik.net

Lahir Saat Natal, Pria Muslim ini Diberi Nama Slamet Hari Natal



Beragamnya Indonesia membuat masyarakatnya juga punya budaya, tradisi dan keunikan tersendiri. Salah satunya adalah pemberian sebuah nama. Di Jawa Timur, seorang pria Muslim diberi nama Slamet Hari natal oleh orangtuanya, karena dirinya lahir saat Hari Natal 25 Desember.

Berita ini mengundang perhatian dunia, dengan berbagai media asing yang meliput dan memuat sosok dari warga Jalan Sangadi, RT 24 RW 08, Dusun Wates, Desa Wonomulyo, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, Jawa Timur itu. "An Indonesian man from East Java born on Dec 25, 1962 was named Slamet Hari Natal, which translates to Merry Christmas," begitu tulis salah satu media internasional.

Meskipun mempunyai nama yang memang merupakan Hari Raya dari umat Kristen itu, Slamet mengaku tidak pernah sekalipun mendapat cibiran atau kritik dari tetangga mereka, semuanya karena sikap toleransi di kalangan warga.

Sikap ini juga yang dimuat oleh media ibtimes yang menulis "Indonesian Muslim man gets named Merry Christmas; faces no criticism” dan “Muslim Man Named ‘Merry Christmas’ In Indonesia, Says ‘We Practice Religious Tolerance Here".

Semua berita tersebut memuat mengenai toleransi dan kebersamaan disana melalui nama tersebut.

sumber : jawaban.com
www.ayeey.com www.resepkuekeringku.com www.desainrumahnya.com www.yayasanbabysitterku.com www.luvne.com www.cicicookies.com www.tipscantiknya.com www.mbepp.com www.kumpulanrumusnya.com www.trikcantik.net

Pengakuan Iman 3 Aktor Ganteng Ini Bakal Bikin Kamu Makin Cinta




Siap yang hatinya nggak terenyuh dan meleleh saat tahu bahwa ternyata aktor idolanya adalah sosok yang mengutamakan Tuhan dalam hidupnya. Boleh dibilang, bukan tipe aktor yang macem-macem atau cari sensasilah ya! Nah, buat kamu yang memang idola dari aktor-aktor ganteng seperti Tyrese Gibson, Denzel Washington dan Mark Wahlberg pasti bakal bikin kamu main cinta sama mereka.

Mengapa tidak? Seperti berita yang berhasil dihimpunJawaban.com, 3 aktor ganteng ini punya pengakuan iman yang sangat menginspirasi loh.

Penasaran kan ya, pengen tahu apa aja pengakuan doi? Yuk mari intip pernyataan mereka di sini.


Apa benar aktor kulit hitam yang bermain di film ‘Fast and Farious’ ini adalah pria yang cinta Tuhan? Yup. Dalam akun Facebooknya, tepatnya saat dirinya merayakan ulang tahun yang ke 38 pada 30 Desember 2016 kemarin, dia memposting pesan yang berisi rasa terima kasihnya kepada Tuhan. Tulisnya, “Terima kasih Allah Bapa karena menginjinkanku melewati ulang tahun ini. Postingan ini ditulis pada pukul 1.11 pagi (waktu setempat) (Jumat, 30 Des) di suatu pulau tersembunyi dari apapun dan siapapun. Aku baru saja selesai berdoa di sekitar pantai, sembari memandangi bintang-bintang. Aku punya satu hal terbaik yang aku sampaikan dan berbicara dengan tulus kepada Tuhan tentang keberadaanku, apa yang Dia sudah lakukan melaluiku, dan bagaimana aku tak akan pernah kehilangan iman percaya sekalipun lewat situasi terburuk dalam hidupku.”

Tyrese juga mempercayai bahwa Tuhan akan terus memberinya karunia dan nikmat melalui hidupnya, keluarga, kesehatan dan juga karir.

Gimana menurut kamu? Keren nggak idola yang beginian?


Meski nggak lagi sebugar dan semuda dulu, tapi aktor ganteng yang satu ini tetap masih punya jutaan fans di seluruh dunia. Dia juga makin dicintai karena cara hidupnya yang anak Tuhan abis. Kenapa tidak, dia memang dibesarkan di tengah keluarga Kristen yang taat. Karena itulah Denzel selalu ingat sama doa-doa sang mama yang selalu dipanjatkan selama 35 tahun untuknya.

Belum lama ini Denzel menyampaikan satu pengakuan yang mengharukan loh. Bertepatan dengan keterlibatan doi di film terbarunya ‘Fences’, Denzel mengaku teringat dengan satu ucapan sang mama yang persis sama seperti diucapkan satu keluarga yang dijumpainya di lokasi syuting. “Aku sudah berdoa untukmu selama 35 tahun.” Saat mendengar kalimat ini, dia mengaku merasa seperti mengalami dejavu, karena kalimat ini adalah kalimat yang persis sama seperti yang diucapkan mamanya Lennis waktu dirinya masih remaja kala itu.

Denzel mengaku begitu tersentuh karena ada orang-orang yang ternyata sangat setia mendoakan dia. Karena itu dia berterima kasih kepada semua orang yang berdoa untuknya selama ini.

Sebagai tambahan, Denzel adalah sosok yang rajin berdoa loh! Dia mengaku nggak pernah melewatkan saat teduh dan baca firman Tuhan setiap kali bangun tidur loh. Duh, makin cinta nggak sih?


Kehidupan sosok aktor seksi Mark Wahlberg juga nggak kalah menarik buat disorot. Di usia 16 tahun, pria kelahiran Boston ini mengaku pernah terlibat perkelahian dan perampokan. Untungnya, dia benar-benar tobat dan berubah. Dia yang saat ini benar-benar sudah jauh lebih baik dan perubahan itu terjadi karena kasih Tuhan.

“Aku berpikir faktanya bahwa aku sudah bisa mengubah hidupku dan benar-benar bikin ibuku bangga dan bisa jadi orang yang lebih baik dengan tetap fokus pada iman, itulah yang membuatku merasa bangga setiap kali pulang kampung,” ucapnya.

Dia mengaku sudah banyak melakukan kesalahan di masa lalu. Tetapi dia benar-benar sudah berubah. Karena itu dia ingin sekali mendorong setiap orang untuk mengambil langkah yang sama seperti dia, mau berubah dan melakukan hal-hal yang benar dalam hidup.

Duh, Mark benar-benar sosok yang inspiratif bukan?

Kalau orang-orang setenar dan sesukses mereka aja tetap taat dan setia mengasihi Tuhan, masa kita yang bukan siapa-siapa nggaksih? Yuk, mulai mengevaluasi hubungan kita sama Tuhan. 


Sumber : Christiantoday.com/jawaban.com
www.ayeey.com www.resepkuekeringku.com www.desainrumahnya.com www.yayasanbabysitterku.com www.luvne.com www.cicicookies.com www.tipscantiknya.com www.mbepp.com www.kumpulanrumusnya.com www.trikcantik.net

Dalam 3 bulan, Teroris Baru di Nigeria Telah Bunuh 800 Orang Kristen



Kelompok baru teroris yakni dari Suku Fulani dikabarkan telah menewaskan lebih dari 800 orang Kristen dan Muslim moderat, serta menghancurkan sedikit 16 gedung gereja, dalam beberapa bulan terakhir pada 2006 lalu di Nigeria. Data tersebut menunjukkan bahwa terjadi peningkatan ancaman dari kelompok radikal kepada orang-orang yang percaya Tuhan Yesus. 

Menurut pengakuan uskup setempat, walaupun Kristen di Nigeria telah menjadi target utama Boko Haram sejak 2009, tetapi serangan yang dilakukan oleh suku nomaden Fulani justru lebih ganas setidaknya dalam tiga bulan terakhir.

"Lima puluh tiga desa dibakar, 808 orang terbunuh dan 57 luka-luka, 1.422 rumah dan 16 gereja dihancurkan," demikian ujar Bishop Joseph Bagobiri dari Keuskupan Kafanchan sebagaimana disampaikan kepada international Catholic charity Aid to the Church in Need belum lama ini.

Bagobiri menyatakan teroris Fulani menggunakan senjata canggih yang tidak dimiliki oleh kelompok-kelompok militan sebelumnya yang ada di Nigeria. Salah satu pemicu serangan adalah biasanya berkaitan dengan sengketa tanah.

Lebih lanjut, Bagobiri menyatakan walaupun sudah mengetahui umat Kristen dan gereja-gereja mereka secara khusus diserang oleh kelompok Fulani, tetapi pihaknya melihat bahwa pemerintah setempat belum berusaha sungguh-sungguh untuk menghentikan tindakan kekerasan.

"Entah (karena) polisi tidak memiliki persenjataan yang tepat untuk turun tangan, atau mereka tidak diberi perintah untuk melakukannya," ungkap Bagobiri.

Asosiasi Kristen Nigeria-Amerika juga sempat menyatakan ketidakpuasan mereka terhadap tindakan pemerintah pada Juli 2016 silam. Seperti disampaikan oleh Direktur eksekutif, Pastor Ade Oyesile saat itu:

"Apapun yang pemerintah federal lakukan, jika ada, entah (itu dianggap) terlalu lambat atau tidak signifikan dibandingkan denganterulangnya pembunuhan; pemerintah federal perlu melangkah dan mengambil tindakan berani untuk memberikan rasa aman danmemiliki kepada anggota komunitas Kristen di negara ini.

Oyesile melanjutkan sambil menggarisbawahi bahwa semua elemen bangsa tanpa terkecuali harus menghindari pembunuh sektarian. Mengapa? Karena jika itu sampai terjadi maka Nigeria sedang berjalan menuju negara gagal.

Sumber : christianpost.com/jawaban.com
www.ayeey.com www.resepkuekeringku.com www.desainrumahnya.com www.yayasanbabysitterku.com www.luvne.com www.cicicookies.com www.tipscantiknya.com www.mbepp.com www.kumpulanrumusnya.com www.trikcantik.net

Tradisi Natal unik dari berbagai Negara



Perayaan natal yang dirayakan di seluruh dunia, seringkali terlihat unik sesuai dengan budaya dan kepercayaan masyarakat setempat. Walau intinya sama, sebagai perayaan kelahiran Yesus Kristus bagi umat Kristiani, namun suasana Natal seringkali menarik untuk dinikmati oleh siapa saja.

Berikut adalah beberapa tradisi Natal unik yang dirayakan dari berbagai belahan dunia:

Jerman

Biasanya masyarakat Kristen di Jerman menyambut bulan Desember, mengisi kantong kelender berbentuk pohon cemara dengan hadiah-hadiah kecil dimulai dari tanggal 1 hingga puncaknya di tanggal 25. Satu hadiah pada satu hari, melambangkan kebaikan yang telah dilakukan di hari tersebut. Hal ini bertujuan agar seseorang terus melakukan kebaikan setiap harinya hingga hari Natal tiba. Santa Claus di Jerman dikenal dengan Weihnachtsmann. Lainnya menyebutnya sebagai Christkind,The Christ Child. Beberapa juga percaya karakter yang disebut Knecht Ruprecht atau Krampus yang menemani St. Nicholas (Santa Claus). Karakter raksasa bertanduk yang datang untuk menghukum anak-anak yang nakal.

Afrika Selatan

Penduduk Afrika Selatan memiliki cara untuk merayakan Natal di musim panas, yaitu menghabiskan liburan Natal dengan cara berkemah atau berenang. Orang Afrika Selatan juga memiliki kebiasaan melakukan 'caroling' atau pelayanan dengan bernyanyi dari rumah ke rumah bersama sebuah kelompok choir sambil membawa lilin. Afrika Selatan juga memiliki makanan khas di hari Natal seperti kalkun, bebek, daging sapi panggang, atau babi disajikan dengan sayuran, nasi kuning disertai kismis serta hidangan penutup tradisional yang disebut Malva atau Lekker.

Meksiko

Di Meksiko, perayaan Natal berlangsung dari tanggal 12 Desember hingga 6 Januari. Proses dimulai pada 16 Desember, anak-anak di Meksiko melakukan tradisi sembilan Las Posadas atau Penginapan di mana prosesi ini menirukan perjalanan Yusuf dan Maria saat mencari tempat tinggal sebelum kelahiran Yesus. Mereka berjalan dengan lilin menyanyikan sebuah lagu dan kemudian mengatakan "apakah ada ruang, apakah ada ruang", dari rumah ke rumah. Di rumah terakhir di hari Las Posadas berakhir, tepatnya pada malam Natal, anak-anak akan diberitahu bahwa "ada ruang" dan disambut untuk perayaan Natal dengan melakukan doa syukur dilanjutkan jamuan makan sambil bermain kembang api dan berpesta bersama.

Australia

Orang-orang Australia percaya, bahwa ketika Santa Claus mencapai Australia maka dia menggantikan rusa dengan kanguru yang dikenal sebagai Six White Boomers (lagu Natal lokal Australia yang populer). Dia juga melepaskan jaket pakaian dinginnya karena panas yang luar biasa di Australia yang memasuki musim panas saat Natal. Tradisi Natal lainnya yang sering dilakukan masyarakat Australia adalah memakan banyak makanan laut seperti udang atau lobster, dan perayaan ini biasanya dilakukan pada siang hari.

Kanada

Banyak masyarakat di Kanada percaya bahwa Santa Claus berasal dari Kanada, walau dipercaya sebenarnya berasal dari Finlandia. Meskipun begitu, Santa Claus merupakan icon utama dari perayaan Natal di negara itu. Sebuah parade tahunan di Toronto adalah salah satu yang terbesar dan tertua di dunia dan melibatkan lebih dari 2.000 peserta. Kebiasaan Natal favorit lain di Kanada adalah berpesta kue. Setiap keluarga membuat kue dengan resep masing-masing dan membagikannya pada keluarga, kerabat, tetangga dan orang lain di sekitarnya. Sehingga setiap keluarga dapat menikmati berbagai macam kue selama liburan.

Finlandia

Finlandia lama diyakini sebagai rumah dari Santa Claus. Ia dipercaya hidup di Korvatunturi, Lapland atau Kutub Utara. Banyak surat tak beralamat diberikan kepada Santa Claus dari seluruh dunia. Ada juga sebuah taman besar dinamakan "Christmas Land" di daerah tersebut. Karakter Natal penting lainnya adalah Joulupukki, yang merupakan karakter kambing menyeramkan yang meminta hadiah dari orang-orang tanpa memberikan apapun sebagai imbalan. Pada akhirnya, Joulupukki juga memberikan hadiah, namun tugas itu kemudian diambil oleh Santa.
www.ayeey.com www.resepkuekeringku.com www.desainrumahnya.com www.yayasanbabysitterku.com www.luvne.com www.cicicookies.com www.tipscantiknya.com www.mbepp.com www.kumpulanrumusnya.com www.trikcantik.net

Pesan Natal Presiden Jokowi kepada Umat Kristiani Indonesia


Sebagai wujud rasa syukur dan perdamaian, Presiden Joko Widodo mengajak kepada bangsa Indonesia untuk terus merawat warisan asli Nusantara yang telah mempersatukan, yakni semangat Bhinneka Tunggal Ika.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) sekali lagi menyampaikan ucapan selamat Natal kepada seluruh umat Kristiani di Indonesia. Dia berharap agar umat Kristiani di Indonesia dapat bersama-sama dengan pemerintah bergandeng tangan menjadikan Indonesia yang lebih jujur, adil, dan sejahtera.

"Selamat Hari Natal Tahun 2016 bagi seluruh umat Kristiani di seluruh Indonesia, di seluruh Tanah Air, dan Selamat Tahun Baru 2017," kata Presiden Jokowi saat menghadiri perayaan Natal Nasional tahun 2016 di Gedung Wale Ne Tou Tondano, Kelurahan Sasaran, Kecamatan Tondano Utara, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, pada hari Selasa (27/12).

Umat Kristiani di seluruh dunia saat ini masih berada dalam suasana perayaan Natal, tak terkecuali di Indonesia. Dalam suasana Natal tersebut, Presiden Joko Widodo bersyukur bahwa bangsa Indonesia dapat merayakannya di tengah segala keberagaman. Semangat Bhinneka Tunggal Ika ialah yang memungkinkan segala keberagaman tersebut menjadi bersatu padu.

"Kita juga diajak kembali untuk menghayati nilai-nilai perdamaian yang sejati. Perdamaian dalam keluarga besar bangsa Indonesia. Perdamaian yang lahir apabila kita menghayati Pancasila dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.

“Perdamaian sejati dan kecintaan pada bangsa itulah artikulasi nilai-nilai spiritualitas Natal. Kita semua dipanggil untuk mewujudkan iman lewat perbuatan yang nyata bagi sesama, negara, dan bangsa Indonesia," dia menambahkan.

Sebagai wujud rasa syukur dan perdamaian tersebut, Presiden Joko Widodo mengajak kepada bangsa Indonesia untuk terus merawat warisan asli Nusantara yang telah mempersatukan, yakni semangat Bhinneka Tunggal Ika. Presiden turut mengingatkan untuk selalu bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, yang mengingatkan kita semua untuk memperkuat persaudaraan.

"Karena itu, sebagai warisan asli Nusantara, spirit Bhinneka Tunggal Ika harus selalu dijaga dan dirawat bersama-sama. Dan kita tidak boleh lupa pada Tuhan yang memberi jalan terang," katanya.


Hadir dalam perayaan Natal Nasional kali ini di antaranya Presiden Republik Indonesia ke-5 Megawati Soekarnoputri, Wakil Ketua MPR E.E. Mangindaan, sejumlah menteri Kabinet Kerja, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian, Kepala BKPM Thomas Lembong, Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey, dan sejumlah duta besar negara sahabat.

Bergandeng Tangan dalam Persaudaraan

Di hadapan ribuan masyarakat yang hadir, Presiden Joko Widodo menyadarkan kepada kita semua bahwa sesungguhnya masyarakat Indonesia adalah bersaudara. Dia mengajak kepada seluruh elemen masyarakat agar bersama-sama saling melindungi, saling membantu, dan juga saling menghormati antara sesama.

"Karena kita saudara, marilah kita saling tolong menolong, saling bantu membantu, saling hormat menghormati, saling menghargai, saling melindungi, dan saling mengayomi di antara kita. Karena kita sebetulnya adalah saudara, saudara sebangsa dan saudara se-Tanah Air. Jangan lupakan itu," tegas Presiden.

Karena kita semua saling bersaudara, maka Presiden ingin agar sebaran kebencian, hasutan, fitnah, caci maki, dan semacamnya itu untuk dihentikan. Menurutnya, bila hal tersebut terus terjadi, bangsa Indonesia akan kehilangan identitas dan menjadi bangsa yang lemah.



Presiden Jokowi bersalaman dengan umat yang hadir. Diperkirakan umat yang hadir mencapai 20.000 orang.

"Apabila itu diteruskan, bangsa kita akan menjadi bangsa yang lemah dan pesimis. Kita tidak mau itu terjadi. Kita harus menjadi bangsa pekerja keras, bangsa yang optimis, dan bangsa pemenang. Jangan sampai energi kita habis untuk hal-hal yang tidak produktif," kata Presiden.

Menurut dia, karena biar bagaimanapun juga, Natal haruslah membawa perubahan sikap yang mendasar dalam kehidupan bersama sebagai bangsa. Apalagi di tengah kompetisi global seperti sekarang ini, diperlukan sinergi dan gandeng tangan seluruh elemen bangsa untuk bersama-sama menghadapi persaingan keras tersebut.

"Dibutuhkan insan Indonesia yang mau bekerja keras, mandiri, berjiwa merdeka, jujur, adil, dan cinta sesama. Musuh kita sebenarnya adalah kemiskinan, ketimpangan antara kaya dan miskin, ketimpangan antarwilayah, dan juga korupsi. Itulah musuh kita sebenarnya," katanya.



Presiden Jokowi saat menghadiri perayaan Natal Nasional tahun 2016 di Gedung Wale Ne Tou Tondano, Kelurahan Sasaran, Kecamatan Tondano Utara, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, pada hari Selasa (27/12). (Foto-foto: BPMI Setpres)

Hadir dalam perayaan Natal Nasional kali ini di antaranya Presiden Republik Indonesia ke-5 Megawati Soekarnoputri, Wakil Ketua MPR E.E. Mangindaan, Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono,

Kemudian Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri ESDM Ignasius Jonan, Menteri Koperasi dan UKM Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian, Kepala BKPM Thomas Lembong, Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey, dan sejumlah duta besar negara sahabat. (Setpres)


sumber : saruharapan.com
www.ayeey.com www.resepkuekeringku.com www.desainrumahnya.com www.yayasanbabysitterku.com www.luvne.com www.cicicookies.com www.tipscantiknya.com www.mbepp.com www.kumpulanrumusnya.com www.trikcantik.net

Natal di Gaza Palestina, Sederhana dan Prihatin


Ibadah Malam Natal, 24 Desember 2016 di Gereja Latin Keluarga Kudus di Gaza City. (Foto-foto: middle east monitor).

Warga Kristen Palestina yang tinggal di Gaza merayakan Natal secara sederhana dan prihatin. Kehidupan mereka terjepit dua hal: blokade Israel terhadap wilayah jalur Gaza dan paksaan kepada mereka untuk meninggalkan iman.

Kota-kota Palestina di belahan Tepi Barat, Betlehem, Yerikho, dan Ramallah misalnya, Natal dirayakan dengan lebih semarak. Di Betlehem—dipercaya sebagai kota tempat lahir Yesus Kristus—pada 25 Desember pagi biasanya ada parade Natal yang diikuti hampir seluruh isi kota, tak peduli latar belakang agama mereka. Kristen, Katolik, Islam, bahkan Atheist memenuhi Lapangan Palungan (Manger Square) yang terletak di antara Gereja Kelahiran Yesus dan Masjid Umar bin Khattab untuk melihat arak-arakan, marching band anak-anak dari seluruh Betlehem.

Umat Katolik Gaza khusyuk berdoa di tengah ibadah Malam Natal di Gereja Der Latin Keluarga Kudus.

Malam sebelumnya di Betlehem ratusan ribu orang dari seluruh dunia mengikuti ibadah malam Natal di Lapangan Palungan ini. Gereja Kelahiran Yesus didirikan di lokasi yang dipercaya sebagai gua tempat Yesus dilahirkan. Walaupun masalah pembangunan permukiman di kawasan Palestina dan monopoli sumber daya air oleh pemerintah Israel membuat kehidupan penduduk Tepi Barat sangat sengsara, mereka masih menikmati sedikit kehidupan sipil yang teratur.

Kehidupan di Gaza, terutama setelah Israel membombardir wilayah itu atas nama mencari penculik dan pembunuh tiga remaja Israel di Tepi Barat, morat-marit. Israel menuduh Hamas terlibat penculikan dan pembunuhan siswa seminari Yahudi. Gil-Ad Shaer, Naftali Fraenkel, dan Eyal Yifrah, hilang pada 12 Juni 2014 dan ditemukan meninggal beberapa minggu kemudian di Tepi Barat.

Hamas menyatakan membantah tuduhan keterlibatan itu. Namun kasus ini terus berkembang hingga konflik bersenjata berkobar antara Israel dan Hamas di Gaza selama sebulan lebih dan menimbulkan banyak korban.

Gereja tidak berpenghangat saat musim dingin sehingga jemaat hadir dengan jaket tebal. Sistem layanan umum di Gaza hancur pascaperang 2014.

Israel melakukan serangan udara dan serangan darat di wilayah Gaza yang terisolasi untuk melawan militan serangan roket dan jaringan terowongan Hamas digali di bawah perbatasan untuk menyusup ke wilayah Israel.

Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza mengatakan 1.980 warga Palestina, kebanyakan warga sipil, meninggal dalam konflik itu. Di sisi Israel, 64 tentara dan tiga warga sipil meninggal. Setelah mendapat desakan Internasional, Hamas dan Israel sepakat gencatan senjata. Namun, kehidupan sipil Gaza telanjur hancur.

Kekristenan Gaza

Kini, pemerintah Hamas berusaha keras untuk mengembalikan kehidupan sipil di Gaza yang berpenduduk 1,8 juta orang itu. Ada beberapa bantuan internasional, tetapi masih belum memadai. Blokade seluruh perbatasan Gaza—termasuk di Selatan yang berbatasan dengan Mesir—masih menjadi momok. Bahan pangan terbatas. Fasilitas umum: air bersih, pusat kesehatan, dan listrik rusak berat pascaperang 2014.

Di antara jutaan penduduk Gaza, ada sekitar 2.000 warga Kristen. Kekristenan mulai menyebar ke seluruh Gaza sejak abad ketiga Masehi. Penduduk Gaza banyak yang menjadi Kristen saat Saint Porphyrius, antara 396 dan 420 M melakukan karya penginjilan di daerah itu. Pada 402, Kaisar Theodosius II memerintahkan delapan dari kuil pagan kota dihancurkan hancur, dan empat tahun kemudian, Ratu Aelia Eudocia menugaskan pembangunan gereja di atas reruntuhan Kuil Marnas.

Setelah pembagian Kekaisaran Romawi, Gaza berada di bawah kendali Kekaisaran Romawi Timur alias Kekaisaran Byzantium. Gaza waktu itu adalah kota makmur dan merupakan pusat penting untuk kawasan Mediterania timur. Kota yang dipercaya tempat dikuburnya kakek buyut Nabi Muhammad, Hashim ibn Abd Manaf, ini menjadi kota penting bagi kekhalifahan Islam sejak awal abad ke-7.

Kini, komunitas Kristen Gaza sebagian besar tinggal di dalam kota, terutama di kawasan sekitar tiga gereja utama: Gereja Saint Porphyrius, Gereja Katolik Keluarga Kudus di Jalan Zeitoun, dan Gereja Baptis Gaza, selain itu ada juga kapel Anglikan di Rumah Sakit Al-Ahli Al-Arabi. Saint Porphyrius adalah Gereja Ortodoks yang berdiri pada abad ke-12. Gereja Baptis Gaza terletak dekat dengan gedung Dewan Legislatif. Orang Kristen di Gaza bebas menjalankan ibadah mereka. Mereka juga dapat memperingati semua hari libur keagamaan sesuai dengan kalender Kristen.

Orang Kristen yang menjadi pegawai negeri sipil atau bekerja di sektor swasta diberikan hari libur resmi selama seminggu, yang dimanfaatkan untuk berdoa bersama di gereja-gereja. Orang Kristen berhak mendapatkan pekerjaan apa pun. Mereka memiliki hak dan kewajiban penuh seperti saudara Muslim mereka sesuai dengan Deklarasi Kemerdekaan Palestina, rezim, dan semua sistem yang berlaku atas wilayah-wilayah. Selain itu, kursi telah dialokasikan untuk warga Kristen di Dewan Legislatif Palestina sesuai dengan sistem kuota yang mengalokasikan didasarkan pada kehadiran Kristen yang signifikan.

Sensus mengungkapkan bahwa 40% dari komunitas Kristen bekerja di, pendidikan, teknik dan hukum sektor medis. Orang-orang Kristen dari Gaza bekerja di hampir semua profesi. Banyak dokter dan guru, dan beberapa toko perhiasan sendiri. Jumlah mereka turun menjadi 2.500 dari 3.000 sebelum tahun 2007, sebagian besar karena alasan ekonomi akibat blokade oleh Israel.

Selain itu, gereja-gereja di Gaza terkenal untuk pertolongan dan pendidikan layanan yang mereka tawarkan, dan warga Muslim berpartisipasi dalam layanan ini. Warga Palestina mendapat manfaat keseluruhan dari layanan ini. Sekolah Latin Patriarkat, misalnya, menawarkan bantuan dalam bentuk obat-obatan dan pelayanan sosial dan pendidikan. Sekolah telah menawarkan layanan selama hampir 150 tahun.

Hanya, kelompok garis keras di Gaza akhir-akhir ini memaksa anak-anak dari keluarga Kristen untuk meninggalkan iman mereka sehingga itu membuat kekhawatiran akan harmoni Kristen-Islam di Gaza yang berlangsung lebih dari 1.600 tahun. (middle east monitor/national post)
www.ayeey.com www.resepkuekeringku.com www.desainrumahnya.com www.yayasanbabysitterku.com www.luvne.com www.cicicookies.com www.tipscantiknya.com www.mbepp.com www.kumpulanrumusnya.com www.trikcantik.net

Duterte Janjikan Keadilan bagi Korban Serangan Gereja



Presiden Filipina Rodrigo Duterte berjanji memberikan keadilan bagi korban ledakan saat malam Natal di depan sebuah gereja di Midsayap, Cotabato City, Mindanao, Filipina.

Seperti diberitakan Christian Daily, pada hari Rabu (28/12), Presiden Duterte berbicara dengan sejumlah korban ledakan saat dia berada di Rumah Sakit Aniceto Pesante Memorial di Midsayap, Cotabato City, Mindanao, Filipina. 

Salah satu korban, seperti diberitakan Philippine Daily Inquirer dan diberitakan kembali Christian Daily, Cheyserr Rosetse (28) mengungkapkan pemimpin Filipina tersebut berjanji pemerintah akan menanggung seluruh biaya pengobatan mereka dan juga memberikan bantuan tunai. 

Setidaknya 17 orang, di antara mereka seorang polisi, terluka ketika sebuah granat tangan meledak di bawah mobil polisi saat sedang berlangsung misa di dalam Gereja Santo Nino Keuskupan Agung Kuil pada sekitar pukul 9:30 malam. Dua orang mengendarai sepeda motor bertanggung jawab atas ledakan itu.

Menurut pejabat kepolisian, seperti diberitakan AFP dan diberitakan kembali Christian Daly, Romeo Galgo Jr mengatakan misa diakhiri lebih cepat karena terjadi ledakan. Doa penutup tidak lagi dikumandangkan karena banyak orang bergegas keluar dari gereja. 

Pihak berwenang merasa yakin granat itu dimaksudkan untuk menargetkan polisi di daerah. Mereka dilaporkan telah menerima ancaman dari sejumlah pengedar obat-obatan terlarang dan beberapa pihak yang pernah melakukan pelanggaran hukum di negara tersebut.

Kepala polisi Midsayap, Bernard Tayong, mengatakan mereka telah melakukan penyelidikan yang mengungkapkan serangan Natal tersebut bisa saja merupakan salah satu cara membalas dendam kepada pemerintah – lewat kepolisian – yang saat ini gencar melakukan operasi anti-narkoba secara besar-besaran. Wali Kota Midsayap, Romeo Arania, berpikiran sama dengan Tayong, dengan mengatakan serangan tersebut tidak menargetkan gereja.

Pada sisi lain, seorang penyidik yang tidak disebutkan namanya mengatakan kepada AFP, yang dikutip kembali Christian Daily, bahwa penyerang ingin menargetkan gereja Katolik tetapi memilih untuk meledakkan mobil polisi bukannya gereja, karena keamanan yang ketat.

“Sepertinya mereka ingin lebih dekat, namun karena keamanan yang berat, mereka memilih untuk melemparkan peledak ke arah mobil polisi yang memblokir jalan,” kata penyidik tersebut. (christiandaily.com)

sumber : satuharapan.com
www.ayeey.com www.resepkuekeringku.com www.desainrumahnya.com www.yayasanbabysitterku.com www.luvne.com www.cicicookies.com www.tipscantiknya.com www.mbepp.com www.kumpulanrumusnya.com www.trikcantik.net