Vatikan Resmi Tahbiskan Bunda Teresa Menjadi Santa



sumber : http://for91days.com

Otoritas tertinggi Katolik Roma dunia, Vatikan akhirnya secara resmi mentahbiskan (mengkanonisasi) mendiang Bunda Teresa menjadi seorang Santa, sebuah gelar khusus untuk para pelayan Tuhan yang dianggap sebagai pribadi yang mulia dan kudus. Setelah 19 tahun kepergiannya, kini dunia memanggilnya dengan nama Santa Teresa.

Pentahbisan itu dilakukan oleh sang pemimpin Vatikan, Paus Fransiskus di Basilika Santo Petrus, dihadapan lebih dari 100 ribu peziarah, Minggu (4/9). Paus, dalam pentahbisan ini memuji Teresa sebagai Santa penyayang yang membela kehidupan makhluk yang belum lahir, sakit, dan ditinggalkan.

Bahkan Paus asal Argentina memperandaikan bahwa Teresa dapat disebut juga sebagai pribadi yang telah mempermalukan pemimpin dunia atas 'kejahatan berupa kemiskinan yang mereka ciptakan sendiri'. "Dia membuat suaranya didengar oleh pemimpin dunia, sehingga mereka dapat mengetahui kesalahan yang telah mereka ciptakan sendiri, kejahatan yang berwujud kemiskinan," katanya, dikutip The Guardian, Minggu (4/9).
Santa Teresa, terlahir dengan nama Agnese Gonxha Bojaxhiu di Kota Uskub (Skopje, Makedonia) pada 26 Agustus 1910, dari pasangan berdarah Albania-Kosovo. Panggilan hatinya untuk melayani terjadi di umur belia yaitu 18 tahun dengan bergabung di Kesusteran Lotero. Proses pelayanan yang panjang membawanya ke tanah Kalkuta, Benggala Barat, India dengan mendirikan Misionaris Cinta Kasih, pada 7 Oktober 1950, dimana anggotanya adalah para rohaniawan dan rohaniawati Katolik. Pelayanan kemanusiaan pun dimulai ditempat yang miskin-papa tersebut, dan mengundang simpati dan penghormatan dari seluruh umat didunia, dimana setiap orang miskin dan sekarat dirawat sepenuh hati dengan tindakan langsung dan tanpa pembatasan.

Teresa tutup usia pada 5 September 1997 diusia 87 tahun di Kalkuta, dengan meninggalkan lebih dari 4.000 suster dan 300 anggota yang menjalankan 610 misi di 123 negara. Termasuk penampungan dan rumah bagi penderita HIV/AIDS, kusta dan TBC, dapur umum, program konseling anak-anak dan keluarga, pembantu pribadi, panti asuhan, dan sekolah. Hanya enam tahun sejak dirinya berpulang, namanya langsung dibeatifikasi Vatikan untuk proses penetapan kanonisasi menjadi seorang Santa.

sumber : jawaban.com
www.ayeey.com www.resepkuekeringku.com www.desainrumahnya.com www.yayasanbabysitterku.com www.luvne.com www.cicicookies.com www.tipscantiknya.com www.mbepp.com www.kumpulanrumusnya.com www.trikcantik.net

Menjadi Orang Kudus, Bunda Teresa malah Dikritik


sumber : jawaban.com

Nama besar mendiang Bunda Teresa yang kini sudah ditahbiskan menjadi orang suci dengan gelar Santa Teresa, tak selamanya mendapat penghormatan. Masih ada saja pihak-pihak yang merasa peran dan pelayanannya justru tidak memuaskan dan tak menyenangkan.

Salahsatunya dikatakan oleh seorang warga Kalkutta dimana kehadiran Bunda Teresa saat itu untuk mengentaskan kemiskinan di kota itu justru di sisi lain membunuh karakter perkotaan. "Tiap kota punya identitas. Punya nuansa. Karena Bunda Teresa terkenal dan memenangi Nobel, Kalkutta jadi sangat bernuansa pemikiran Barat. Sengaja atau tidak, saya merasa dia merampok Kalkutta untuk identitasnya," kata Banerji kepada NBC News.

Kritik lainnya yang muncul, terutama komunitas di India, adalah yang dilakukan Bunda Teresa menyimpang dari yang ia pelajari di agama Katolik. Ia lebih mengutamakan ketenaran ketimbang misinya yang seharusnya membantu orang. Bahkan ada yang menyebut bahwa dirinya pelit dalam memberikan standar pelayanan medis, memberi ceramah pada pasiennya, termasuk diktator dan sok jadi pahlawan. Pernah disebutkan juga bahwa terdapat gambar Bunda Teresa yang sebenarnya lebih suka berkeliling Kalkutta dengan pesawat pribadi.

Seorang dokter kelahiran Kalkutta yang berbasis di London, Aroup Chatterjee, bahkan menyebut apa yang diajarkan Bunda Teresa lebih berbahaya ketimbang baik. Ia melakukan riset soal Bunda Teresa dan menuliskan kritiknya dalam Mother Teresa: The Final Verdict.

Namun sosok Bunda Teresa memang tetap mendapat tempat tersendiri bagi setiap orang. Salah satunya adalah Kiran Kakumanu, warga India berusia 40 tahun yang saat bayi dibaptis oleh Teresa. Kini ia menjadi seorang pendeta. Demikian pula Abraham, warga India yang tinggal London. Menurutnya, kehidupan Bunda Teresa adalah contoh unik di masyarakat. "Dia mempraktikkan Kristiani. Kebanyakan umat Kristen hanya menghabiskan waktu mereka untuk membicarakan soal itu," kata Abraham saat diwawancara AFP.

Santa Teresa yang terlahir dengan nama Agnese Gonxha Bojaxhiu itu dikenal dunia melalui pelayanannya bersama Misionaris Cinta Kasih di Kalkutta India. Kasihnya mengundang simpati dan penghormatan dari seluruh umat didunia, dimana setiap orang miskin dan sekarat dirawat sepenuh hati dengan tindakan langsung dan tanpa pembatasan. Teresa tutup usia pada 5 September 1997 diusia 87 tahun di kota yangtidak mau ia tinggalkan itu.
www.ayeey.com www.resepkuekeringku.com www.desainrumahnya.com www.yayasanbabysitterku.com www.luvne.com www.cicicookies.com www.tipscantiknya.com www.mbepp.com www.kumpulanrumusnya.com www.trikcantik.net

KISAH NYATA ..!!! Kepedulian yang disia-siakan berimbas MAUT, BACA dan BAGIKAN !!!


Ada sepasang kekasih yang sudah 8 bulan berpacaran. Tetapi awal bulan oktober sifat si wanita sudah mulai berubah (karna orang ke 2), si pria sudah mulai menyadarinya tetapi hanya berdiam dan tersenyum..

Tgl 9 oktober. 
Saat malam mereka pergi ke sebuah cafe, sang pria bertanya 'Apa ada sesuatu yang ngebuat kamu bosen sama aku ?' Wanita menjawab 'gak ada' Si pria pun berusaha percaya dan tidak berfikir negatif.

Tgl 10 oktober (anniversary 9 month)
Si pria menelpon kekasihnya, hingga total 22 panggilan tak terjawab, lalu sang pria mengirim BBM 'Aku tunggu kamu jam 7 di PIK tempat biasa, kalo udah jalan hubungin aku'. Si pria terus menunggu dan yakin bahwa pacarnya akan datang, di saat itu hujan sngat besar, sang pria terusberusaha berfikir positif dan yakin pacarnya akan datang

Tgl 11 oktober pukul 01.30
Si wanita baru membalas BBM pacarnya 'Aku gak bisa dateng, ada acara keluarga, maaf ya aku baru balas .Tadi gak ada pulsa' (padahal pergi karaoke n' hang out breng orang ke 2).

Ketika sore hari sesudah pulang setelah jalan bersama orang ke 2 si wanita bermaksud datang ke rumah si pria supaya si pria gak marah karena sejak malam sang pria tidak menghubungi dia. Dia langsung pergi ke rumah sang pria, dia melihat pacarnya sudah tertidur di atas kain putih dengan memegang cincin 'Keluarga si priamemberikan HP si pria untuk di lihat oleh si wanita, betapa kagetnya si wanita ketika melihat si pria.

Sebelum meninggal sempat mem video kan lilin yang bertebaran di pantai yang sudah mulai padam karna air hujan. Pada saat itu si pria sudah menyiapkan cincin untuk pacarnya dan juga kejutan yang sangat indah. Sang pria bertabrakan dengan trotoar di daerah PIK dan mengalami pendarahan otak sehingga tidak bisa di selamatkan..

Jangan hanya karna ada orang yang lebih baik sampai kita melupakan org yang sudah menyayangi kita. Karena kita tidak pernah tau bahwa dialah yang terbaik dari yg terbaik

Yag nge-share dan komen aamiin dikomentar semoga mendapat pasangan yg setia aamiin..

Note : Jangan pernah sia-siakan perhatian atau kepedulian seseorang kepadamu..

www.ayeey.com www.resepkuekeringku.com www.desainrumahnya.com www.yayasanbabysitterku.com www.luvne.com www.cicicookies.com www.tipscantiknya.com www.mbepp.com www.kumpulanrumusnya.com www.trikcantik.net

Wow... Luar Biasa !!! Ketika Lagu 'DESAKU' Berkumandang di Gereja Swiss

Bintang.com, Jakarta Hal menarik terjadi ketika sebuah gereja di Swiss mengumandangkan lagu Indonesia. Lagu berjudul 'Desaku' dinyanyikan oleh tim paduan suara dari sebauah gereja di desa Roemerswil, Lucerne, Swiss.

Hal ini tentu tak biasa karena biasanya biasanya paduan suara gereja tua itu mengumandangkan lagu tentang kebesaran Tuhan. Pada 16 November tahun 2013, paduan suara gereja tersebut tak membawakan lagu tentang kebesaran Tuhan. Bahkan uniknya mereka membawakan lagu Indonesia yang berjudul 'Desaku'.


Ketika Lagu 'Desaku' Berkumandang di Gereja Swiss (via YouTube)


Hal ini dilakukan untuk merayakan 100 tahun gereja tersebut berdiri. Adalbert Bircher sendiri mengatakan bahwa awalnya sangat sudah untuk membujuk 30 anggota paduan suara untuk membawakan lagu asing.Adalbert Bircher selaku ketua paduan suara gereja Roemerswil mengatakan bahwa perlu waktu berbulan-bulan untuk bisa membawakan lagu ini. Para anggota paduan suara berlatih keras setiap selasa malam hingga akhirnya bisa menghafal lagu tersebut.

Pemilihan lagu Indonesia tersebut dilakukan oleh Adalbert Bircher setelah berkunjung ke Indonesia 2 tahun sebelumnya. Masyarakat Indonesia yang ramah membuat dirinya merasa mendapatkan pengalaman yang tak terlupakan.

Bahkan untuk membuat lagu 'Desaku' lebih pas, Adalbert Bircher sampai mengundang salah seorang warga Indonesia yang tinggal di Swiss untuk mengkoreksi pengucapannya. Pada akhirnya pada anggota paduan suara ini berhasil menyanyikan lagu Indonesia tersebut dengan baik.

sumber : bintang.com
www.ayeey.com www.resepkuekeringku.com www.desainrumahnya.com www.yayasanbabysitterku.com www.luvne.com www.cicicookies.com www.tipscantiknya.com www.mbepp.com www.kumpulanrumusnya.com www.trikcantik.net

Kisah Pengemis yang Jadi Donatur Terbesar di Sebuah Gereja



Granpa Dobri, pengemis yang jadi donatur terbesar di sebuah gereja. (Nikolay Doychinov/AFP Photo)

Bintang.com, Jakarta Selama lebih dari 20 tahun, jalan-jalan di kota Sofia, Bulgaria, jadi saksi biksu akan 'pengabdian' seorang lelaki yang dipanggil Granpa Dobri. Koin demi koin yang dengan perlahan memenuhi wadah plastik kepemilikannya hampir selalu diberikan pada gereja ortodok Bulgaria.


Sebagaimana diwartakan Hindustan Times, perbuatan itu membuat Granpa Dobri jadi donatur terbesar di katedral Alexander Nevski. Bak hendak memberi penghargaan lain, lelaki berusia 100 tahun tersebut pun disematkan sebagai santo. "Dobri adalah fenomena yang sangat langka," ujar salah seorang penjaga gereja, Bishop Tikhon, kepada AFP.




Granpa Dobri, pengemis yang jadi donatur terbesar di sebuah gereja. (Nikolay Doychinov/AFP Photo)

Granpa Dobri, pengemis yang jadi donatur terbesar di sebuah gereja. (Nikolay Doychinov/AFP Photo)

"Ia memberi kami 35.700 leva (sekitar Rp 272 juta) di 2009," jelasnya, seperti dilaporkan Hindustan Times. Tak hanya satu, seperti dilaporkan AFP, beberapa gereja juga menerima sedekah Granpa Dobri di antara 2.500 hingga 10.000 euro (sekitar Rp 3,8 juta - Rp 14 juta).


Latar belakang lelaki yang menolak menjalani sesi wawancara dengan media mana pun ini, seperti dimuat Hindustan Times, lahir di musim panas tahun 1914. Ia kehilangan pendengaran akibat salah satu ledakan bom yang terjadi di Belgia pada Perang Dunia II. "Ini membuatnya jadi beriman dengan caranya sendiri," tutur Elena Genova, anggota keluarga Granpa Dobri, sebagaimana dimuat Standart News.



Granpa Dobri, pengemis yang jadi donatur terbesar di sebuah gereja. (Nikolay Doychinov/AFP Photo)


Lelaki berjubah lusuh itu, berdasarkan laporan AFP, hanya tinggal di sebuah rumah sederhana yang hanya dilengkapi satu kasur dan meja. Letak rumah Granpa Dobri pun hanya di seberang gereja di kawasan Baylovo. Ketika ia membutuhkan tumpangan ke Sofia, dengan senang hati orang sekitar akan menawarkannya.
www.ayeey.com www.resepkuekeringku.com www.desainrumahnya.com www.yayasanbabysitterku.com www.luvne.com www.cicicookies.com www.tipscantiknya.com www.mbepp.com www.kumpulanrumusnya.com www.trikcantik.net

Bait Allah yang Pernah Dijejaki Yesus Akhirnya Direstorasi


sumber : www.studentnewsdaily.com

Lantai Bait Allah di Yerusalem, tempat yang diyakini pernah dijejaki Yesus mulai direstorasi kembali ke bentuk aslinya. Restorasi bait yang kini difungsikan sebagai Bait Suci Kaum Yahudi dan Rumah Ibadah umat Muslim itu tengah direstorasi arkeolog Israel.

Arkeolog Gabriel Barkay yang sudah melakukan penggalian selama lebih dari 50 tahun mengaku takjub dengan proses restorasi ini. “Saya tersentuh saat menyadari bahwa ini adalah lantai yang sebenarnya dimana nenek moyang kita berjalan dan dikorbankan seperti saat mereka berada di atas Bait Allah 2000 tahun lalu,”ucap Barkay.

Rekonstruksi lantai Bait Allah ini sebenarnya merupakan bagian dari proyek restorasi yang sudah dimulai sejak tahun 2005. Selama lebih dari satu dekade, relawan dan pekerja dari Israel dan dari seluruh dunia melakukan penelitian dan membuat penemuan bersejarah tentang Baik Allah.

Pada bagian ubin, para arkeolog berhasil membuat pola hiasan ubin dengan menggunakan prinsip geomteris, sama seperti desain atap yang digunakan Herodes di situs lainnya. Sementara jenis lantainya yang disebut ‘opus sectile’ (Latin) sangat mahal dan dianggap jauh lebih bergengsi daripada lantai keramik mosaik.

Sejauh ini, mereka sudah merestorasi tujuh desain potensial dari bangunan Bait Allah. Sekitar 600 segmen ubin berwarna lantai batu ditemukan, dan lebih dari 200 diantaranya identik dengan desain bangunan di masa Herodes.

Penemuan bersejarah ini akhirnya menarik minat sekitar 200 ribu orang untuk ikut berpartisipasi mengerjakan proyek tersebut.

sumber : Cbn
www.ayeey.com www.resepkuekeringku.com www.desainrumahnya.com www.yayasanbabysitterku.com www.luvne.com www.cicicookies.com www.tipscantiknya.com www.mbepp.com www.kumpulanrumusnya.com www.trikcantik.net

Pria Kristen di Iran ini Bertemu Yesus Sebelum Dieksekusi Mati

Seorang pria Kristen di Iran bernama Mohsen memposting kata-kata terakhir saudara laki-laki yang disampaikan kepadanya satu hari sebelum dieksekusi mati. Dalam laman akun Facebook pribadi, Alireza Asadi, saudaranya, mengaku pertemuan dengan Yesus adalah pengalaman terbaik yang pernah terjadi di dalam kehidupannya.
"Dan Mohsen, saya benar-benar percaya bahwa ada musim baru dimulai bagi saya. Dan musim baru ini jauh, jauh lebih menyenangkan daripada kehidupan duniawi ini. Itu adalah yang benar-benar yang saya percayai,” kutip Mohsen sebagaimana dilansir christiantoday, Rabu (7/9) waktu setempat.
"Bahkan ketika saya tidak bertobat saya tahu ada sesuatu. Tapi sekarang saya percaya pasti tentang musim baru ini dan keberadaannya. Saya akhirnya bisa berada dalam kedamaian," posting Mohsan.
Asadi mengatakan ia masih tidak sepenuhnya yakin akan dieksekusi. Ia dengan 10 orang termasuk empat temannya. "Kami menangis daripada tertawa banyak."
Ia mengatakan ia telah berbicara kepada mereka tentang Allah dan akan terus melakukannya.
"Banyak dari kamu yang bertanya apakah saya seorang Kristen atau bukan. Tapi sekarang saya mengatakan bahwa saya seorang Kristen. Dan sekarang saya memiliki satu atau dua hari sebalum saya akan mati. Dan saya berharap itu tidak akan pernah terjadi kepada kalian. Mari gunakan momen ini untuk meminta ampun akan semua hal buruk yang pernah kamu perbuat. Tapi yang paling saya ingin beritahukan adalah pengalaman terbaik yang saya miliki. Itu adalah bertemu Yesus. Aku tidak memaksa kalian, tetapi ayo mulai mengenal-Nya. Jika kamu hanya membaca dua kalimat dari Alkitab, kamu tidak akan pernah meninggalkan-Nya lagi,” demikian ucap Asadi.
Mohsan sempat bertanya kepada Asadi bagaimana imannya bisa begitu kuat. Asadi pun menjawab: "Ketika saya berakhir di penjara ini saya menyadari bahwa Allah adalah Allah yang benar. Saya ingin Allah menunjukkan dirinya sendiri kepada saya."
Asadi mengatakan Yesus ada di sana ketika ia membutuhkan-Nya. "Saya butuh ketenangan, Dia ada di sana. Saya kehilangan banyak teman, tapi saya tahu saya bisa menemukan kenyamanan di dalam Dia. Ketika saya memerintahkan setan untuk meninggalkan, saya melihat kejahatan tidak berani mendekati saya lagi. Saya merasa dan melihat bahwa nama Kristus adalah nama di atas segala nama. Dan bahwa musuh tidak memiliki otoritas atas saya lagi."
Sebagai informasi, Alireza Asadi telah dieksekusi mati di Teheran pada akhir Agustus   lalu atau tepatnya 27 Agustus 2016. Eksekusi mati yang dilakukan pihak otoritas setempat telah mendapat kecaman khususnya dari para aktivis penegak Hak Asasi Manusia di Iran.
sumber : christiantoday.com
www.ayeey.com www.resepkuekeringku.com www.desainrumahnya.com www.yayasanbabysitterku.com www.luvne.com www.cicicookies.com www.tipscantiknya.com www.mbepp.com www.kumpulanrumusnya.com www.trikcantik.net

ASTAGA.. !!! Juru Kunci Gereja Makam Yesus Ternyata Orang Islam

Dikutip dari Deutsche Welle, hal tersebut dilakukan lantaran keenam golongan Kristen tidak pernah akur, bahkan untuk urusuan pembersihan gereja pastinya mereka akan selalu memulainya dengan pertengkaran. Takut pertengkaran akan semakin memuncak, maka diputuskanlah bahwa kunci gereja dipegang oleh keluarga Muslim.

Selama 1.300 tahun keluarga Muslim yang menjadi juru kunci adalah keluarga Nusseibeh. Penjaga pintu Gereja Makam Yesus saat ini, yakni Wajeeh Nusseibeh setiap harinya bertugas untuk mengunci gereja sebelum matahari terbenam, lalu membukanya sebelum fajar.

sumber : bintang.com
www.ayeey.com www.resepkuekeringku.com www.desainrumahnya.com www.yayasanbabysitterku.com www.luvne.com www.cicicookies.com www.tipscantiknya.com www.mbepp.com www.kumpulanrumusnya.com www.trikcantik.net

ANEH... !!! Perempuan ini menikah dengan Yesus

Perempuan ini menikah dengan Yesus

Merdeka.com - Perempuan bernama Jessica Hayes, 38 tahun, asal Fort Wayne, Negara Bagian Indiana, Amerika Serikat, akhir pekan lalu memutuskan menikah bukan dengan lelaki biasa, tapi dengan Yesus.

Tabloid Mirror melaporkan, Rabu (19/8), Hayes terpilih menjadi salah satu dari 3.000 perawan suci umat Katolik di seluruh dunia. Sebagai perawan suci Hayes sudah membulatkan tekad untuk tidak berhubungan seks selama hidupnya atau selibat. Dia juga mempersembahkan diri sepenuhnya kepada Tuhan.

Namun tidak seperti biarawati, Hayes memutuskan tetap hidup sebagai orang biasa dan melanjutkan pekerjaannya sebagai guru teologi di Sekolah Menengah Atas (SMA) Bishop Dwenger.

Dalam wawancara dengan WANE.com. Hayes mengungkapkan dia sangat cemas gaun pengantinnya saat menikah nanti tidak bisa menutupi seluruh tubuhnya. Tapi dia juga ingin tetap memakai gaun pengantin yang cantik tanpa memperlihatkan bagian tubuhnya..

Hayes mengaku dia sudah menjalani proses pencarian jati diri dan berdoa selama bertahun-tahun hingga akhirnya memutuskan menjadi perawan suci supaya bisa lebih mendekatkan diri kepada Tuhan.

"Ini adalah tugas mulia bagi perempuan untuk mengisi hidup mereka dengan mengenal Yesus dan melayani gereja tapi juga sekaligus menjalani kehidupan di dunia," kata Hayes.

Perempuan cantik itu mengatakan pernikahannya dengan Yesus ini diharapkan bisa mendorong beberapa muridnya mengikuti jalan hidup yang sama.

sumber : merdeka.com
www.ayeey.com www.resepkuekeringku.com www.desainrumahnya.com www.yayasanbabysitterku.com www.luvne.com www.cicicookies.com www.tipscantiknya.com www.mbepp.com www.kumpulanrumusnya.com www.trikcantik.net

Wow... !!! Gereja Katedral Termegah Se-Asia Tenggara, Ada di Indonesia. Baca dan Bagikan !!!




Hai sobat travelers. Kali ini aku akan mengulas mengenai tempat wisata khususnya tempat wisata rohani yang menakjubkan.  Pertama kali merantau ke Pontianak aku diberitahu kalau tempat ibadah di Pontianak sangat megah dan luar biasa. Baik Masjid Raya, Gereja Katedral maupun Viharanya. Di kota ini kelestarian tempat ibadah sangatlah dijunjung tinggi itulah yang aku salut dari Kota Pontianak. Nah pada kesempatan ini akan saya ulas pengalaman beribadah sekaligus berwisata di Gereja Katedral Santo Yoseph Pontianak. Gereja ini terletak di Jalan Patimura no 195 Pontianak , dimana letak gereja ini tidak jauh dari pusat perbelanjaan oleh-oleh di Kota Pontianak. Dan ya memang benar, kemegahan gereja ini bukan hanya gosip belaka.

( Sumber Gambar : https://id.wikipedia.org/wiki/Paroki_Santo_Yoseph,_Katedral_Pontianak )

Pertama kali sampai di gereja kita akan disuguhkan dengan besarnya bangunan yang tampak seperti bangunan ala Eropa, seperti di Vatikan saja rasanya. Kemudian di depan gereja tampak Pintu yang megah berlapiskan logam dengan warna paduan perak dan emas yang bermotifkan Ethnic Dayak. Sekali lagi hal yang disalutkan dari Kota Kathulistiwa ini adalah perombakan bangunan-bangunan megah dengan tanpa menghilangkan ciri khas motif budaya dari daerah tersebut.

(Sumber gambar : http://www.gettyimages.com/detail/news-photo/general-view-of-the-main-door-outside-st-joseph-cathedral-news-photo/488415669) 

Gereja yang memiliki kapasitas sekitar 10.000 orang ini menghabiskan dana Rp 78,9 milyar. Disisi lain Gubernur Cornelis yakni Gubernur Kalimantan Barat telah mengungkapkan bahwa Gereja ini merupakan Gereja Katedral yang termegah di Asia Tenggara. Ia mengungkapkan bahwa ia sangat bangga sebab selama masa jabatannya ia berhasil menyelesaikan 2 proyek pembangunan tempat ibadah yang sangat megah yakni Masjid Raya Pontianak (Masjid Mujahidin ) dan Gereja Katedral Santo Yoseph Pontianak. sumber : ( http://beritakalimantan.co/ ) Lalu bagaimana dengan interior gereja tersebut ? Apakah sama megahnya dengan yang tampak diluar ? Jawabannya adalah “ya, sangat megah, semegah yang tampak di luar”. Ketika memasuki Gereja ini kita akan disuguhkan dengan tiang tiang yang tinggi juga lukisan kaca orang-orang kudus seperti Gereja-gereja di Eropa. Mayoritas gaya arsitektur yang diterapkan dalam pembangunan ini adalah Arsitektur gaya Eropa. Namun sekali lagi motif Ornamen Ethnic Dayak turut besar mempermegah interior dari gereja tersebut. Adanya ornamen Dayak di setiap dinding dan belakang altar yang ornamen tersebut berwarna ke-emasan sangat menambah keunikan gereja tradisional ala Eropa ini. Juga terdapat balkon megah di lantai 2 dengan penempatan unik yang bisa langsung menghadap ke altar yang tinggi.
( Sumber gambar : http://foto.steveelu.com/2015/06/interior-katedral-pontianak.html )
Disisi lain terdapat juga kubah megah yang menutupi bangunan tersebut, dimana kubah tersebut di dalamnya terdapat lukisan kisah Yesus Kristus dan orang-orang Kudus. Satu hal lagi yang menambah kemegahan dari rangkaian bangunan ini adalah adanya bangunan seperti Tower yang ditempeli oleh jam dinding besar juga terdapat Patung Santo Yosep di atas tower itu. Intinya rangkaian dari setiap perpaduan arsitektur Eropa, Timur Tengah dan Suku Dayak ini sangat menakjubkan. Tempat ini merupakan salah satu referensi yang sangat recommended bagi anda sekalian yang ingin berwisata Rohani ke Pontianak. Sambil beribadah dan bersyukur atas rahmat dan Kuasa Tuhan yang Maha Esa kita juga dapat sekaligus cuci mata berwisata ke rumah Tuhan ini. Kota Khatulistiwa ini memang cerdas dalam mengambil celah pariwisata lewat pemekaran wisata Rohani dengan berhasilnya dibangun Masjid Mujahidin, Gereja Katedral Santo Yosep dan Vihara Maitreya Pontianak. Semoga daerah lain juga bisa mengambil sisi positif dari kota ini yang mengadakan perombakan bangunan lama dan bersejarah menjadi bangunan baru yang total, tidak setengah-setengah kemegahannya sehingga tidak sia-sia mengeluarkan biaya yang banyak yang juga tetap memperhatikan nilai budaya orisinil dari suku, budaya dan bangsa Indonesia.

sumber : http://www.kompasiana.com/priscamarta/gereja-katedral-termegah-se-asia-tenggara-ada-di-indonesia_569ec219747a617f0d93cad2

( Baca Juga : Gereja Unik Dunia berbentuk Sepatu Kaca )

( Baca Juga : Gereja Terbesar Dunia, Sanggup Tampung Jemaat 70.000 setiap Minggu )
www.ayeey.com www.resepkuekeringku.com www.desainrumahnya.com www.yayasanbabysitterku.com www.luvne.com www.cicicookies.com www.tipscantiknya.com www.mbepp.com www.kumpulanrumusnya.com www.trikcantik.net

Ormas Bubarkan Misa Arwah di Pendapa Penumping Solo dengan alasan 'Mengganggu' Pengajian Umat Muslim di Masjid


SOLO - Sekelompok organisasi kemasyarakatan (Ormas) Islam membubarkan paksa kegiatan misa arwah atau sembayangan untuk memperingati 1.000 hari seorang yang sudah meninggal dunia.

Kegiatan itu dilaksanakan di Pendapa Kelurahan, Penumping, Laweyan, Selasa (6/9/2016) malam. Kejadian tersebut terjadi pukul 19.00 WIB bermula ketika, Usula Yanita, 37, warga Penumping menggelar kegiatan misa arwah.

“Kegiatan misa arwah itu untuk mengirim doa kepada ibu, Lestari. Dia [Lestari] adalah ibu saya,” kata Ursula Yanita.

Saat itu ada seorang warga yang merasa tidak senang dengan diadakannya misa arwah tersebut. Kemudian ia mengambil foto pendapa dan pergi menuju masjid yang tak jauh dari lokasi. Setelah misa berjalan 30 menit tiba-tiba sekelompok ormas Islam mendatangi pendapa dan membubarkan misa arwah.

"Awalnya ada satu orang mengambil foto pendapa, kemudian pergi dan tiba-tiba datang lagi jumlahnya ada puluhan orang," katanya.
Misa tersebut dianggap 'mengganggu' umat Muslim yang sedang melakukan pengajian di masjid. Padahal jarak antara kantor kelurahan dengan masjid sekitar 50 meter dan misa arwah tidak menggunakan pengeras suara, sebaliknya, pengajian yang dilakukan umat Muslim justru menggunakan pengeras suara.

“Mendengar kabar ini (misa arwah), umat Islam yang pada saat itu sedang melakukan pengajian di masjid dengan pengeras suara yang keras dan tak jauh dari tempat misa segera menggeruduk pendopo. Orang-orang yang sedang melakukan pengajian di masjid itu segera mendatangi umat Katolik yang sedang misa sambil mengancam dan memaksa agar bubar,” kata seorang saksi di lokasi.

Umat yang menghadiri misa panik setelah ormas Islam masuk secara paksa ke dalam pendapa dan mengobrak-abrik kursi. Umat Muslim yang sudah mulai beringas ini kemudian mencari pemimpin umat. Pastor dan pembantunya yakni prodiakon segera diselamatkan.

“Romo Andre akhirnya melompat dari jendela ke kamar kerja lurah untuk bersembunyi karena massa sudah berteriak anarkis sembari mengucapkan Allahu Akbar…Allahu Akbar…sehingga suasana sangat mencekam,” tandasnya.

Kesedihan Yanita Ursula Ketika Misa Arwah untuk Ibunya Dibubarkan Paksa

Yanita pun turut bersedih atas kejadian ini. Dia tidak menduga misa arwah untuk mendiang sang ibu akan dibubarkan paksa sekelompok orang.

“Kami sudah mendapatkan izin dari kelurahan sehingga tidak seharusnya acara itu dibubarkan paksa,” ujar Yanita saat ditemui wartawan di rumahnya, Rabu (7/9).

Yanita mengatakan ada tiga alternatif lokasi untuk menggelar kegiatan misa arwah. Ketiga tempat itu yakni rumah, gereja, dan pendapa kelurahan. Keluarga memilih pendapa kelurahan dengan pertimbangan yang diundang ada warga yang beragama Islam.

"Baru pertama kali ini terjadi, sebelumnya pernah mengadakan tidak dibubarkan paksa," tambahnya.

Sementara itu, Camat Laweyan, Hendro Pramono, mengatakan kejadian di pendapa Penumping terjadi kesalahan miskomunikasi. Persoalan itu sekarang sudah diselesaikan dengan baik. Sebagai negara hukum seharusnya memegang teguh toleransi antar umat beragama.

“Kami sudah memintai keterangan Pak Lurah [Lasimin] dan benar sudah memberikan izin untuk menggelar acara itu. Warga yang punya acara meminjam pendapa karena rumahnya tidak cukup menampung tamu undangan,” kata dia.

Terpisah, Kapolsek Laweyan, Kompol Agus Puryadi, membenarkan kejadian tersebut. Menurut dia, tindakan ormas Islam membubarkan paksa warga yang sedang melakukan kegiatan keagamaan tidak dibenarkan. Negara sudah melindungi warganya bebas menjalankan ibadah sesuai keyakinannya masing-masing. tidak ada kerusakan dan warga yang luka atas kejadian itu.

“Kami menghimbau kepada semua ormas untuk tidak main hakim sendiri. Tindakan itu tidak sesuai Pancasila yang menjadi dasar negara Indonesia,” kata dia.

sumber : solopos.com
www.ayeey.com www.resepkuekeringku.com www.desainrumahnya.com www.yayasanbabysitterku.com www.luvne.com www.cicicookies.com www.tipscantiknya.com www.mbepp.com www.kumpulanrumusnya.com www.trikcantik.net

Rahasia Besar Dibalik Tsunami Aceh 2004. "Bukan Kalian yang diusir Tapi AKU" Kata Yesus dalam Mimpi ibu Pendeta



Bencana Raya Tsunami Aceh 2004 sudah lama berlalu, tapi tak seorangpun yang akan pernah melupakannya. Prahara itu setara dasyatnya dengan Bom Hiroshima dalam catatan sejarah bumi ini. Sampai kapanpun orang tidak akan pernah lupa pada Tsunami Aceh, dan seluruh umat manusia, keturunan demi keturunan, akan terus mengenangnya.

Orang akan tetap mengingatnya sebagai bencana alam terbesar sepanjang zaman modern. Tak seorangpun yang akan lupa betapa stasiun-stasiun TV menayangkan video-video mengerikan: mayat-mayat manusia bergeletakan tak berarti di jalan-jalan, di trotoar, di lapangan, di selokan-selokan, tergantung di tiang listrik, di atas pohon dan tempat-tempat lain.

Para reporter melaporkan langsung dengan berdiri di sekitar tumpukan mayat berserakan, bagai tumpukan ikan di pasar ikan. Tapi adakah yang tahu rahasia besar di balik peristiwa dasyat itu?

Sekaranglah saatnya rahasia itu diungkapkan secara luas, agar menjadi peringatan besar bagi dunia, sama seperti Bahtera Nuh menjadi peringatan akan bengisnya murka Allah atas manusia di jaman itu. Berikut ini saya salin dari catatan harian saya dari tahun 2005 lalu.

“Tadi pagi saya mendengar cerita yang menggetarkan dari tante saya. Beliau adik perempuan ibu saya, yang baru tiba dari Pekan Baru-Riau beberapa hari lalu ke kota ini, untuk meninjau anaknya yang sekolah disini. Cerita itu terlalu mengguncangkan sampai saya merinding mendengarnya dan memutuskan untuk menulisnya disini. Beliau bercerita tentang sebuah peristiwa yang luput dari pers, yang menjadi awal dari bencana besar Tsunami Aceh 2004 lalu.

Tanggal 24 Desember 2004, sebuah jemaat gereja berjumlah kira-kira 400 jiwa di Meulaboh, Aceh Darussalam, sedang kumpul-kumpul di gedung gereja untuk persiapan Natal, tiba-tiba mereka didatangi segerombol besar massa berwajah beringas. Mereka adalah warga kota, tetua-tetua kota, aparatur pemerintah serta polisi syariat. Massa ini dengan marah mengultimatum orang-orang kristen itu untuk tidak merayakan Natal.

Tetapi pendeta dan jemaat gereja itu mencoba membela diri, kurang lebih berkata: “Mengapa Pak? Kami kan hanya merayakan hari besar agama kami. Kami tidak berbuat rusuh atau kejahatan kok. Acara besok untuk memuji dan menyembah Tuhan kok, Pak. Yakinlah, kami tidak akan mengganggu siapapun.”

Tetapi massa itu tidak menggubris dan kurang lebih berkata: “Sekali tidak boleh, ya tidak boleh! Ini negeri Islam! Kalian orang-orang kafir tidak boleh mengotori kota kami ini! Dengar, kalau kami membunuh kalian, tidak satupun yang akan membela kalian, kalian tahu itu!?”

Tetapi orang-orang kristen itu tetap berusaha membujuk-bujuk massa itu. Lalu massa yang ganas itu memutuskan begini: “Kalian tidak boleh merayakan Natal di dalam kota. Kalau kalian merayakannya disini, kalian akan tahu sendiri akibatnya! Tapi kalau kalian tetap mau merayakan Natal, kalian kami ijinkan merayakannya di hutan di gunung sana!!”

Setelah mengultimatum demikian, massa itupun pergi. Lalu pendeta dan jemaat gereja itu berunding, menimbang-nimbang apakah sebaiknya membatalkan Natal saja, ataukah pergi ke hutan dan bernatal disana. Akhirnya mereka memilih pilihan kedua. Lalu berangkatlah mereka ke hutan, di daerah pegunungan. Di suatu tempat, mereka mulia membersihkan rumput dan belukar, mengikatkan terpal-terpal plastik ke pohon-pohon sebagai atap peneduh, lalu mulai menggelar tikar.

Besoknya, 25 Desember 2004, jemaat gereja itu berbondong-bondong ke hutan untuk merayakan Natal. Perayaan Natal yang sungguh memilukan sekali. Mereka menangis meraung-raung kepada Tuhan, meminta pembelaanNya. Sebagian besar mereka memutuskan menginap di hutan malam itu. Lalu pagi-pagi buta sekali, ketika hari masih gelap, istri si pendeta terbangun dari tidur. Ia bermimpi aneh, membangunkan suaminya dan yang lain. Dalam mimpinya itu Yesus datang kepadanya, menghiburnya dengan berkata: “Kuatkanlah hatimu, hai anakKu. Jangan engkau menangis lagi. Bukan kalian yang diusir bangsa itu, tetapi Aku! Setiap bangsa yang mengusir Aku dan namaKu dari negeri mereka, tidak akan luput dari murkaKu yang menyala-nyala. Bangunlah dan pergilah ke kota, bawa semua saudaramu yang tertinggal disana ke tempat ini sekarang juga, karena Aku akan memukul negeri ini dengan tanganKu!”

Lalu mereka membahas sejenak mimpi itu. Sebagian orang menganggap itu mimpi biasa, menenangkan si ibu pendeta dengan berkata kira-kira begini: “sudahlah Ibu, jangan bersedih lagi. Tentulah mimpi itu muncul karena ibu terlalu sedih”. Tetapi sebagian lagi percaya atau agak percaya bahwa mimpi itu memang betul-betul pesan Tuhan. Akhirnya mereka memutuskan mengerjakan pesan seperti dalam mimpi itu.

Beberapa orang ditugaskan ke kota pagi buta itu juga untuk memanggil keluarga-keluarga jemaat yang tak ikut bernatal ke hutan. Ketika pagi hari, sekitar pukul 7 s/d 8 pagi mereka semua telah berada kembali di pegunungan, mereka dikejutkan goncangan gempa yang dasyat sekali. Tak lama kemudian, peristiwa Tsunami Besar itupun terjadi.



Begitulah intisari cerita tante saya itu. Saya termangu-mangu, teringat pada peristiwa kebinasaan kota Sodom dan Gomora dimana Tuhan juga menyuruh semua orang percaya (keluarga Lot) keluar dari kota itu sebelum bencana itu terjadi. Lalu saya tanya beliau dari mana tahu cerita itu. Tante saya mengatakan bahwa pendeta gereja yang selamat itu telah pergi kemana-mana, mempersaksikan kisah luar biasa itu ke gereja-gereja di seluruh Indonesia, termasuk ke gereja dimana tante saya beribadah, di Pekan Baru.

Saya tidak tahu kebenaran cerita tante saya itu, sebab dialah orang satu-satunya yang pernah bercerita begitu pada saya. Itulah sebabnya saya tulisan ini supaya saya tidak lupa dan supaya bila kelak saya telah mendengar cerita yang sama dari orang lain, barulah saya akan percaya dan akan saya ceritakan kepada sebanyak-banyaknya orang”.

Saudara dalam Yesus,
Beberapa waktu lalu, saya teringat pada catatan itu lalu terpikir untuk surfing di internet ini, apakah ada orang lain yang mendengar kesaksian yang sama. jika ada, berarti tante saya itu tidak membual pada saya, dan berarti peristiwa itu benar terjadi. Lalu apa yang saya temukan? Saya BENAR-BENAR menemukannya setelah dengan susah payah membuka-buka banyak situs. Salah satunya saya temukan di pedalaman salib.net.


Itulah sebabnya tulisan ini saya publikasikan di blog ini untuk saudara publikasikan lebih luas lagi ke seluruh dunia. Biarlah seluruh dunia tahu bahwa Tuhan kita Yesus Kristus adalah satu-satunya Tuhan dan Ia sungguh-sungguh HIDUP!

Haleluyah!!

Saya mengundang saudara untuk meninggalkan komentar, dan jika anda pernah mendengar kesaksian yang sama, mari saling menguatkan kesaksian ini.

sumber : kisahnyatadankesaksiankristen.blogspot.co.id
www.ayeey.com www.resepkuekeringku.com www.desainrumahnya.com www.yayasanbabysitterku.com www.luvne.com www.cicicookies.com www.tipscantiknya.com www.mbepp.com www.kumpulanrumusnya.com www.trikcantik.net

Kesaksian Kebesaran Yesus.. !!! Niat Membunuh Pendeta, Preman Bertobat



Berkelahi dan memukuli orang hingga babak belur menjadi gaya hidup seorang Darlan Pangaribuan. Sejak SMA Darlan membentuk geng yang bernama kelompok 17. Geng ini sering berbuat onar di luar sekolah, menganggap diri sebagai preman, kelompok ini tidak perlu membayar ongkos, justru bis yang harus bayar, terkadang penumpang juga turut menjadi sasaran untuk dipalak. Uang yang terkumpul dihabiskan untuk foya-foya dan mabuk sepanjang malam. Tidak memikirkan apapun dan tidak menakuti apapun kelompok ini ingin semakin hebat dan semakin terkenal.

Setelah lulus SMA, otomatis kelompok 17 juga bubar. Sehingga Darlan mulai berpikir untuk menaklukkan terminal dan hal tersebut berhasil dilakukannya. Satu masa di mana Darlan temannya menyampaikan bahwa bapak, orangtua dari Darlan rindu untuk bertemu. Darlan langsung menepisnya dan menganggap kerinduan tersebut itu sudah terlambat.

Sekilas ingatannya kembali ke masa kecil dan mengingat betapa kasar orangtua Darlan mengajarnya. Darlan mengatakan, “kenapa baru sekarang mengakui saya sebagai anaknya?” Perlakuan tersebut yang menurutnya turut andil sehingga ia menjadi pribadi yang kasar. Kemudian saya kembali berpikir dan berkata dalam hati, “apa saya sama seperti bapak saya?” Teguran mengenai orangtua terus berlanjut saat, seorang teman mengatakan akan mengirimkan uang ke kampung halaman untuk bapaknya.

Kehidupannya yang masih sama berlanjut hingga Darlan menikah dengan Risma Hutahayan. Setelah menikah Darlan berjanji untuk membahagiakan istrinya, ternyata tidak. Setiap hari ia habiskan waktu untuk berjudi, mabok dan tidak pulang ke rumah. “Saat dia pulang itu dalam keadaan mabuk. Pulang berjudi, ia tidak menghiraukan istri, tidak menghiraukan anak-anak. Bertanya apapun, apakah sudah makan apa belum tidak pernah,” ungkap Risma.

Keadaan menjadi semakin sulit saat anak kedua Darlan sakit. Saat itulah ada seorang hamba Tuhan yang setia datang, membesuk anaknya dan selalu berdoa. Kebetulan Pendeta datang saat Darlan tidak ada dirumah, karena sebelumnya Darlan pernah mengatakan pada istrinya kalau Pendeta datang maka akan dibunuh. Satu waktu Darlan pulang dan bertemu dengan Pendeta yang sedang mendoakan anaknya, dalam hati ia sudah mau membunuh hamba Tuhan tersebut. Keanehan mulai terjadi, saat Darlan ingin mengambil pisau dan ia tidak mampu untuk mengangkat pisau, berulang kali hal tersebut dicobanya tetapi hasil yang sama didapatnya. Akhirnya Darlan datangi Pendeta tersebut, seketika juga pendeta tersebut berkata “Tuhan mengasihi kamu pak Darlan”. Mata yang tidak pernah mengeluarkn air mata itu seketika lagsung menangis, walaupun ia ingin menahannya tetapi tidak bisa.

Setelah kejadian itu kebiasaan mabuk masih tetap berlangsung. Siang hari saat sedang mabuk, seorang teman mendatanginya dan memberitahukan kalau anaknya sedang sekarat di rumah. Darlan langsung sadar dan berlari ke rumah. Anak pertamanya langsung memanggilnnya dan mengajaknya untuk memanggil Hamba Tuhan. Darlan sampai di depan rumah Pendeta tersebut dan memanggil, tiba-tiba dari dalam rumah itu berkata, “pulang aja, pasti anakmu sembuh, kami akan datang!” Darlan dan anaknya pulang dan disusul dengan kedatangan Pendeta tersebut. Sebelum mendoakan anaknya, Pendeta tersebut menantang Darlan dengan pertanyaan, “Pak darlan, apakah bapak percaya dia bisa sembuh?” Pertanyaan tersebut diulang hingga tiga kali dan Darlan dengan segenap hati berkata, “saya percaya, saya percaya Engkau bisa sembuhkan anak ini Tuhan.” Tidak lama, anaknya dapat membuka mata dan berangsur pulih dari sakitnya.

Mujizat inilah yang menjadi titik balik Darlan Pangaribuan untuk mempercayai kebesaran Tuhan Yesus. “Kenapa segala kekuatan dan uang tidak bisa sembuh? Kenapa hanya dengan aku percaya, anak saya bisa sembuh?” Ini yang membuatnya kagum dan mengubahkannya. Akhirnya Darlan datang ke Pendeta yang sebelumnya ingin dibunuh dan meminta bimbingan untuk diajarkan tentang Yesus dan Alkitab. “Satu-satunya yang mengubah hidup saya adalah Roh Tuhan, adalah Yesus. Hidup saya diubahkan dan punya hati yang tenang, dan sangat takut berbuat jahat.”

Hal ini juga berdampak dalam keluarganya, Darlan pulang ke kampung halaman dan menemui kedua orang tuanya, di situ ia mengampuni bapaknya yang sudah bertindak kasar. Hidupnya terasa damai dan bebas. Perubahan ini pun disambut gembira oleh anak dan istrinya, Darlan yang dulu seorang preman dan galak, tetapi sekarang lebih sayang pada keluarga, bahkan bisa mengasihi, peduli dan berkorban bagi orang lain.

sumber : jawaban.com
www.ayeey.com www.resepkuekeringku.com www.desainrumahnya.com www.yayasanbabysitterku.com www.luvne.com www.cicicookies.com www.tipscantiknya.com www.mbepp.com www.kumpulanrumusnya.com www.trikcantik.net

Uskup Agung Medan Ampuni Pelaku Bom St. Yosep, Orang Tuanya Dipeluk dengan penuh Kasih

GEREJA Katolik yang bermurah hati dan bersedia memberi ampun. Inilah yang dilakukan oleh Bapak Uskup Keuskupan Medan Mgr. Anicetus B. Sinaga, OFM. Cap. bersama Pastor Albertus Pandiangan, OFM. Cap. kepada keluarga Hasugian di Medan. 

Tindakan kasih berupa memberi ampunan dan tindakan menghayati semangat Tahun Kerahiman Ilahi sebagaimana diajarkan oleh Paus Fransiskus melalui Misericordiae Vultus ini terjadi di Wisma Keuskupan Agung Medan (KAM), di Ibukota Provinsi Sumatra Utara, pada hari Senin tanggal 5 September 2016.


Bapak Uskup Agung Keuskupan Agung Medan Mgr. +Anicetus B. Sinaga dengan suka hati menerima kedatangan keluarga Hasugian untuk silahturami. Dalam pertemuan itu, Pastor Albertus Pandingan, OFM. Cap. yang berhalangan hadir. 

Mgr. +Anicetus B. Sinaga, OFM. Cap. dan Pastor Albertus Pandiangan, OFM. Cap. adalah imam-imam Fransiskan Kapusin. 


“Bapak Makmur Hasugian bersama Ibu Boru Purba, kedua orangtua pelaku penyerangan terhadap Pastor Albertus Pandiangan di Gereja Sto. Joseph Medan, datang ke Wisma Keuskupan Agung Medan pada hari Senin kemarin. Mereka datang atas inisiatif sendiri dan kami senang menerima mereka,” kata Uskup Agung Keuskupan Agung Medan Mgr. +Anicetus B. Sinaga, OFM dalam rangkaan kalimat pesan pendek kepada Redaksi Sesawi.Net, Selasa siang tanggal 6 September 2016.

Minta maaf dan diberi ampunan

“Mereka datang untuk maksud minta maaf kepada Uskup dan Pastor Pandiangan atas insiden beberapa waktu lalu.

Dengan tangan terbuka dan hati yang longgar, kami menerima maksud baik mereka,” tandas Mgr. +Anicetus menjawab pertanyaan Sesawi.Net melalui jalur pribadi. 


Kedatangan pasutri Makmur Hasugian bersama Ibu Boru Purba difasilitasi oleh serombongan pengacara dari Peradi Medan. Pertemuan silahturami itu sendiri dimoderatori oleh A. Dewanto Handoko SH, anggota Pengurus Forum Masyarakat Katholik Indonesia (FMKI) Sumut. 

Kepada Sesawi.Net, Uskup Agung Keuskupan Medan menegaskan adanya empat hal yang menjadi bahan diskusi sepanjang pertemuan silahturahmi tersebut. Di antaranya adalah :

1) Aspek moral: Keuskupan Agung Medan sangat mengapreasi inisiatif pribadi keluarga pelaku untuk datang memohonkan maaf atas terjadinya insiden beberapa waktu lalu. 

2) Belas kasih: Keuskupan Agung Medan dalam hal ini Uskup Agung KAM dan Pastor Albertus Pandingan, OFM. Cap. dengan semangat kristiani sepenuh hati memberi ampun dan memaafkan pelaku dan berusaha menghapus luka di batin. 

Insiden penyerangan terhadap Pastor Albertus Pandiangan, OFM. Cap. terjadi di Gereja Sto. Joseph tak jauh dari Kampus Universitas Sumatra Utara (USU) di Jl. Dr. Mansyur, Kota Medan, hari Minggu tanggal 28 Agustus 2016 pekan silam. Insiden ini terjadi saat berlangsung misa mingguan di hari Minggu tersebut.

Sesaat setelah berlansung Bacaan Injil, pelaku yang masih mengenakan ransel punggung bergerak mendekati pastor dan mencoba menyerangnya dengan bersenjatakan pisau. Dari dalam ranselnya ditemukan kapak dan beberapa peralatan seperti kabel dan lainnya.

Pelaku berhasil dibekuk oleh umat yang tengah mengikuti misa. Polisi memastikan bahwa pelaku bertindak secara individual dan tidak terkait dengan kelompok radikal mana pun. 

sumber : posnesia.com
www.ayeey.com www.resepkuekeringku.com www.desainrumahnya.com www.yayasanbabysitterku.com www.luvne.com www.cicicookies.com www.tipscantiknya.com www.mbepp.com www.kumpulanrumusnya.com www.trikcantik.net

Hari ini, Polisi Bawa Tersangka Teror Bom di Gereja Medan ke Jakarta


sumber : jawaban.com

Kuasa hukum IAH, Rizal Sihombing memberikan konfirmasi bahwa benar pihak kepolisian akan membawa kliennya ke Jakarta, Rabu (7/9/2016). Menurut Rizal, IAH dibawa guna penyelidikan kasus penyerangan sekaligus teror bom yang dilakukan tersangka di Gereja Katolik Stasi Santo Yosep pada akhir Agustus 2016 lalu. 

“Saya dengar, rencananya, besok IAH akan dibawa ke Jakarta," ujar Rizal saat ditemui awak media, Selasa (6/9/2016) malam.

Rizal meminta jika aparat dalam hal ini Densus 88 jadi membawa kliennya ke ibukota maka kedua orang tua dan petugas Badan Perlindungan Anak di Bawah Kementerian Hukum dan HAM (BAPAS) bisa turut mendampingi. Selain itu, ia dan pihak keluarga berharap kasus IAH tetap disidangkan di Medan.


Sehari sebelumnya, Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Jenderal Tito Karnavian mengungkapkan bahwa aksi yang dilakukan IAH, remaja usia 17 tahun tersebut tergolong dalam lone wolf.

“Dalam peristiwa ini kita lakukan pengembangan, dia adalah tipologi self radicalization," tutur Tito di hadapan para anggota dewan komisi III DPR, Senin (5/9/2016).

Tito memastikan IAH belum masuk ke dalam jaringan teroris mana pun, walau pun ada temuan dari pihaknya bahwa tersangka memiliki hubungan dengan tokoh ISIS di Asia Tenggara, Bahrun Naim.

Semua pihak tanpa terkecuali perlu bahu-membahu mendidik generasi anak dan remaja saat ini untuk saling mengasihi, menghormati satu dengan yang lain. Karena dengan menanamkan sikap-sikap tersebutlah, mereka dapat terjaga dari hal-hal yang buruk atau merusak. Sumber : berbagai sumber / budhianto marpaung.

sumber : jawaban.com
www.ayeey.com www.resepkuekeringku.com www.desainrumahnya.com www.yayasanbabysitterku.com www.luvne.com www.cicicookies.com www.tipscantiknya.com www.mbepp.com www.kumpulanrumusnya.com www.trikcantik.net

Pejabat Muslim Mesir Bakal Bangun Sebuah Gereja Untuk Paus Koptik


sumber : us.makemefeed.com

Seorang Pejabat Parlemen Muslim Mesir di wilayah bagian Assiut, El-Badri Ahmed Deif menyampaikan keinginannya untuk membangun sebuah gereja di Desa Salam, tempat kelahiran mendiang pemimpin gereja Ortodoks Koptik Paus Shenouda III.

Deif bahkan telah mengajukan surat permohonan pembangunan gereja tersebut kepada pemerintah daerah. Kendati belakangan ini Mesir tengah diperhadapkan pada perdebatan pengesahan undang-undang baru terkait liberalisasi dan renovasi gedung gereja oleh parlemen Mesir.

Namun Deif seolah tidak peduli dengan peraturan baru tersebut dan menegaskan bahwa dirinya hanya ingin membangun jembatan hubungan baru antara Muslim dan Kristen serta menjalin kesatuan nasional di Mesir.

“Saya ingin tercatat dalam sejarah bahwa seorang Muslim adalah orang pertama yang mengajukan permohonan untuk membangun sebuah gereja di Mesir setelah berlalunya hukum baru yang bersejarah,” ucap Deif kepada awak media, seperti dilansirChristiantoday.com, Senin (5/9).

Deif menuturkan betapa dia begitu menghormati mendiang Paus Shenouda III yang dikenalnya begitu moderat. Dia juga menjelaskan bagaimana sang paus harus hidup di era yang penuh gejolak semasa pemerintahan presiden Gamal Abdel-Nasser, Anwar El-Sadat dan mantan presiden Hosni Mubarak.

“Meskipun dia berstatus sebagai pemimpin gereja lebih dari empat dekade ini, dia tidak pernah menggunakan pengaruhnya untuk membangun sebuah gereja di desa asalnya,” terangnya.

Ada lebih dari 5000 orang Kristen yang tinggal di desa Salam dan mereka tentu memerlukan gereja. “Saya ingin membangiun sebuah gereja di Salam untuk membantu orang Kristen Koptik melakukan kewajiban agama mereka serta untuk mengabadikan nama Paus Shenouda,di anak desa itu,” katanya.

Permohonan itu akan disampaikan kepada gubernur provinsi Salam dan akan diproses selambat-lambatnya empat bulan sejak pengajuan. Apabila permohonan tersebut ditolak, pihak pemerintah setempat harus memberikan penjelasan terkait penolakan tersebut. 

Sementara banyak pihak menilai rencana Deif sebagai inisiatif yang sangat baik. Karena sebagai seorang Muslim dia masih peduli dengan nasib sejumlah besar Kristen Koptik di negara itu.

sumber : shristiantoday.com
www.ayeey.com www.resepkuekeringku.com www.desainrumahnya.com www.yayasanbabysitterku.com www.luvne.com www.cicicookies.com www.tipscantiknya.com www.mbepp.com www.kumpulanrumusnya.com www.trikcantik.net