Fakta Alkitab : Tentang Neraka


Lebih dari 150.000 orang meninggal setiap harinya dan 4,5 juta setiap bulannya, jumlah yang melebihi populasi di Los Angeles, ditambah lagi dengan jumlah kematian seluruh manusia sepanjang sejarah akan menghasilkan jumlah yang mengejutkan. Tragisnya, banyak dari mereka yang mati tanpa mengenal Kristus.

Takdir apa yang akan menanti mereka? Apakah mereka sungguh ‘beristirahat dengan tenang’ ataukah mereka menemukan kenyataan yang berbeda di alam kubur sana? Sayangnya, mereka yang menolak Allah dan jalan keselamatan-Nya tidak menemukan ketenangan ketika mereka mati. Mereka masuk ke dalam neraka kekal, di mana tidak ada kedamaian untuk yang jahat, hanya ada kengerian. Kenyataan yang mengerikan inilah yang Alkitab katakan.

Konflik yang nyata dari kebenaran Injil tentang Neraka adalah topik yang sangat penting yang perlu direnungkan. Apa yang Injil tegaskan tentang neraka memaksa kita untuk percaya atau tidak, menerima atau menolak. Hal ini tergantung dari masing masing orang. Apakah anda percaya Alkitab atau tidak, pada akhirnya, jawaban tersebut akan menentukan masa depan dari setiap orang yang pernah hidup.

Alkitab adalah satu satunya sumber kebenaran yang menyatakan kebenaran tentang kematian, neraka dan kekekalan, karena Alkitab adalah kitab terbuka dan berasal dari Allah, dari kerajaan rohani dan mempunyai setiap jawaban tentang di mana kita semua akan menghabiskan kekekalan suatu hari nanti.

Apakah yang Alkitab ajarkan tentang neraka?


Jauh dari legenda, mitos, metafora atau kiasan, Alkitab menyatakan neraka sebagai tempat yang nyata di mana manusia yang jahat, dihukum oleh murka Allah. 3 kitab PB menuliskan :
  • Ø Mat 25 : 41 dan Ia akan berkata juga kepada mereka yang disebelah kiri-Nya, enyahlah dari hadapan-Ku hai kamu orang-orang terkutuk, enyahlah ke dalam api yang kekal, yang telah sedia untuk iblis dan malaikat-malaikatnya. 46 Dan mereka ini akan masuk ke tempat siksaan yang kekal, tetapi orang benar ke dalam hidup yang kekal”.
  • Ø Mark 9:43 “dan jika tanganmu menyesatkan engkau, penggallah, karena lebih baik engkau masuk ke dalam hidup dengan tangan kudung daripada dengan utuh kedua tanganmu dibuang ke dalam neraka, ke dalam api yang tak terpadamkan”.
  • Ø Wah 20:15″ dan setiap orang yang tidak ditemukan namanya tertulis di dalam kitab kehidupan itu, ia dilemparkan ke dalam lautan api itu”.
Alkitab menjelaskan secara nyata akan keberadaan neraka. Itu adalah tempat di mana Tuhan menghukum mereka yang tidak mau bertobat dan percaya untuk selamanya.

Neraka bukanlah penghukuman sesaat atau keadaan yang tidak baik di bumi, tetapi penghukuman yang nyata selamanya di kekekalan – hukuman yang sangat menyiksa karena murka Allah. Berdasarkan kitab Wahyu, takdir dari setiap orang yang tidak percaya adalah : Wahyu 14 : 10-11 “maka ia akan minum dari anggur murka Allah, yang disediakan tanpa campuran dalam cawan murka-Nya dan ia akan disiksa dengan api dan belerang di depan mata malaikat-malaikat kudus dan di depan mata Anak Domba, maka asap api yang menyiksa mereka itu naik ke atas sampai selama lamanya dan siang malam mereka tidak henti hentinya disiksa yaitu mereka yang menyembah binatang serta patungnya itu dan barangsiapa yang telah menerima tanda namanya


Kitab Perjanjian Baru banyak mengajarkan doktrin tentang Neraka. Yesus paling banyak berbicara tentang neraka. Keberadaan neraka bukanlah sesuatu yang Dia pertanyakan atau perdebatkan, dan Dia dengan jelas mengatakan bahwa tidak ada pengampunan bagi siapapun yang telah berada dalam neraka. Yesus mengatakan kenyataan tentang Neraka sebanyak Dia mengatakan tentang kebangkitan.

Yohanes 5: 28-29 “janganlah kamu heran akan hal itu, sebab saatnya akan tiba, bahwa semua orang yang di dalam kuburan akan mendengar suara-Nya dan mereka yang telah berbuat baik akan keluar dan bangkit untuk hidup yang kekal, tetapi mereka yang berbuat jahat akan bangkit untuk dihukum”.

Ketika Yesus berbicara tentang neraka, tujuan-Nya selalu sebagai peringatan, bukan untuk mempertanyakan atau menanamkan keraguan. Berdasarkan perkataan Yesus, neraka adalah : Matius 22 : 13 (tempat penyiksaan, dimana terdapat ratap dan kertak gigi); Matius 13 : 42,50 (Neraka adalah dapur api); Markus 9 : 48-49 (api yang tidak padam); Matius 10 : 28 (neraka adalah tempat penghancuran tubuh dan jiwa) Lukas 16 : 23-24 (tempat penyiksaan tiada henti).


Pernahkah Anda terjebak di suatu tempat yang berada di luar kendali Anda? seperti berada dalam pesawat, lift atau sel penjara? Di dalam situasi seperti itu, kita biasanya menginginkan harapan untuk diselamatkan atau menjauh/melarikan diri. Ingatkah anda akan peristiwa pertambangan yang runtuh di Chili tahun lalu? 33 orang penambang terjebak di dalam 1000 kaki di bawah permukaan tanah, yang membutuhkan 69 hari untuk menyelamatkan mereka.Tentu saja kita senang mendengar hal tersebut. Akan tetapi, tidak mungkin jika itu terjadi di Neraka. Tidak ada jalan keluar dan tidak ada kesempatan kedua.

Tuhan yang membangun penjara neraka, tidak ada pintu, tidak ada jendela, Tuhanlah penjaganya, dan tidak ada kuncinya. Tidak ada jalan untuk lari dan tidak ada seorang pun yang cukup kuat untuk menyelamatkan diri dari tangan-Nya.

Itu sebabnya Yesus berkata dalam Matius 10:11 “dan jangan kamu takut kepada mereka yang dapat membunuh tubuh tetapi yang tidak berkuasa membunuh jiwa, takutlah terutama kepada Dia yang berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh di dalam neraka”. Artinya di dalam Neraka tidak bisa melarikan diri, diselamatkan, tidak ada keringanan, tidak ada jalan keluar, selamanya di dalam sana.” (Baca juga Wahyu 22 : 11).

Ketika seseorang menyadari bahwa dirinya telah berada di Neraka, teman dan keluarga tidak dapat menolong, Tuhan tidak akan menolong, waktu untuk pengampunan sudah lewat / selesai.

Yesus memberitahu melalui cerita si kaya yang disiksa di Neraka: Luk 16 : 24-26 “lalu ia berseru katanya Bapa Abraham, kasihanilah aku, suruhlah Lazarus supaya ia mencelupkan ujung jarinya ke dalam air dan menyejukan lidahku sebab aku sangat kesakitan dalam nyala api ini, tetapi Abraham berkata : anak, ingatlah, bahwa engkau telah menerima segala yang baik sewaktu hidupmu, sedang Lazarus segala yang buruk. Sekarang ia mendapat hiburan dan engkau sangat menderita. selain daripada itu diantara kami dan engkau terbantang jurang yang tak terseberangi, supaya mereka yang pergi ke sini dari padamu ataupun mereka yang mau datang dari situ kepada kami tidak dapat menyeberang

Seorang pendeta dari Inggris, John Blanchard mengatakan, arah untuk menuju ke Neraka adalah jalan satu arah, artinya setiap orang yang pergi ke Neraka pada akhirnya akan dilepaskan dan bergabung bersama manusia lainnya yang berada di Surga. Pandangan ini sesat dan tidak didukung oleh bukti-bukti dari kitab Injil. Kita sebagai orang percaya tidak heran akan pandangan seperti ini. Karena setan tidak akan berhenti di dalam usahanya untuk membuat dosa tidak diserang/ditegur. Injil palsu mengajarkan bahwa Neraka bukanlah tempat yang menakutkan dan keselamatan bukanlah kebutuhan yang paling penting.

Saudaraku, jangan hiraukan perkataan setan! Janji Tuhan tidak pernah berubah. Tuhan sudah memberitahu kita semua yang kita perlu ketahui tentang Neraka dan bagaimana untuk menghindarinya melalui Kasih Karunia dari Kristus.

Oleh : Tommy Clayton

Tommy is working toward completing his M.Div. degree at The Master’s Seminary in CA while serving in the GraceLife fellowship at Grace Community Church. Tommy and his wife, Sarah, have been married since 2004 and have four children.

Diterjemahkan oleh Petty Pardede
www.ayeey.com www.resepkuekeringku.com www.desainrumahnya.com www.yayasanbabysitterku.com www.luvne.com www.cicicookies.com www.tipscantiknya.com www.mbepp.com www.kumpulanrumusnya.com www.trikcantik.net

Alexander Marwata: Korupsi di dalam Gereja Bukan Domain KPK


"Di NTT, kata orang di sana, KPK tidak hadir. Korupsi terjadi di depan mata. Sudah parah di sana," kata Alexander Marwata, Wakil Ketua KPK, saat berbicara dalam sebuah Seminar di Kantor Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Sabtu 15 Juli 2017.

Seminar yang bertajuk "Mengembangkan Budaya Antikorupsi dalam Diri Anak-anak" ini diselenggarakan oleh beberapa Komisi KWI: Komisi Keluarga, Komisi Pendidikan, Komisi Kepemudaan dan Komisi Seminari.

Korupsi ini tidak terlepas dari masalah pendidikan anak di dalam keluarga, mulai dari kebiasaan-kebiasaan kecil.

"Mungkinkan suatu saat di masa depan akan ada corruption free, dunia bebas korupsi? Mustahil ngga sih? Semoga saja jawabannya mungkin." Demikian disampaikan Anna Surti Ariani, seorang psikolog yang menjadi salah satu narasumber seminar ini.

Hal ini menjadi mungkin jika sejak dini dalam keluarga, anak-anak dibiasakan untuk tidak korupsi dan orang tua dan keluarga besar serta lingkungan sekitarnya memberi teldan antikorupsi mulai dari hal-hal kecil, tandas Anna. Ketekunan dalam menghayati kebiasaan ini butuh kesabaran hingga suatu saat akan hidup generasi baru terdidik antikorupsi dan menjadikan itu budaya baru.

"Ada tiga kunci yang harus selalu ada dalam setiap penyelenggaraan dan pengelolaan negara maupun Gereja agar terbebas dari korupsi, yakni adanya transparansi, partisipasi, dan akuntabilitas. Gereja sendiri secara internal harus terbuka untuk juga dilakukan audit keuangan secara rutin dan transparan," tegas Alex Marwaya. 

Perihal kasus korupsi yang marak terjadi di dalam tubuh lembaga Gereja saat ini seperti banyak diberitakan media, Marwata melihatnya itu sebagai urusan internal Gereja yang harus diselesaikan dengan melibatkan partisipasi umat dalam mengontrol dan transparansi dari para pemimpin umat dalam pengelolaan Gereja. 

"KPK menangani kasus korupsi yang terkait dengan uang negara dan para penyelenggara pemerintahan. Gereja kan bukan pejabat negara dan juga yang dikelola bukan uang negara. Bisa diselesaikan secara internal Gereja, bukan domain KPK," kata Alexander Marwata menjawab pertanyaan peserta seminar.

indonesiakoran.com
www.ayeey.com www.resepkuekeringku.com www.desainrumahnya.com www.yayasanbabysitterku.com www.luvne.com www.cicicookies.com www.tipscantiknya.com www.mbepp.com www.kumpulanrumusnya.com www.trikcantik.net

6 (Enam) Kebohongan Terbesar Iblis


Kasus penipuan terbesar sepanjang berdirinya Negara Amerika Serikat dilakukan oleh seorang yang bernama Bernard Madoff. Senin 29 Juni 2009, Madoff dihukum tanpa ampun selama 150 tahun penjara oleh Pengadilan Manhattan, New York. Putusan hakim pengadilan Manhattan, New York, ini disambut aplaus para hadirin sidang. Pasalnya penipu sekelas Madoff sangat pantas dihukum seberat itu. Jaksa penuntut menyatakan, “Pesan di sini adalah Tuan Madoff telah melakukan kejahatan yang luar biasa jahat dan manipulasi semacam ini tidak hanya sekadar kejahatan berdarah-darah yang dilakukan melalui kertas, tapi juga adalah kejahatan yang mengejutkan”, dilansir Associated Press. Modus penipuan Madoff telah menyebabkan setidaknya kerugian US$ 13 miliar atau kira-kira Rp 130 triliun (bandingkan dengan APBN Indonesia yang Rp 1.000 triliun). Kerugian ini belum memasukkan uang dari dana ikutan. “Dia mencuri dari orang kaya. Dia mencuri dari orang miskin.

Dia mencuri dari orang kelas menengah,” kata Tom Fitzmaurice, salah satu korban lainnya. “Dia menipu korbannya sehingga uang hasil penipuannya bisa membuat dia dan istrinya hidup mewah di luar yang bisa dibayangkan. Tidak ada yang menduga ternyata bisnis infestasi yang dikelolanya ternyata suatu penipuan pesar dengan cara halus. Yang mengejutkan adalah para klien atau korban penipuannya sebagian adalah orang-orang terkenal dari politikus hingga artis Holliwood “(dunia.vivanews.com).

Kasus Madoff adalah salah satu peristiwa kelam dalam sejarah umat manusia. Namun modus dan akibat yang yang timbulkannya belum seberapa jika dibandingkan dengan dusta atau penipuan yang sedang dilakukan oleh iblis – bigbosnya. Iblis secara persuasif, halus, lembut, dan mempesona menjalankan penipuan terhadap orang-orang percaya (Kej. 3:1). Jika Madoff berhasil merampok harta benda orang, iblis lebih lagi, harta benda sekaligus nyawa orang adalah target sesungguhnya (Yoh. 10:10). Ia tidak akan berhenti sebelum tujuannya tercapai (Luk. 4:13). Iblis sangat ahli dalam soal menipu. Madoff hanyalah penipu kelas teri hasil binaannya. Aktor sebenarnya adalah Iblis (Yoh. 8:44). Ia adalah pendusta terbaik yang pernah ada.

Dengar baik, jika Anda adalah anak-anak Tuhan, sudah pasti Anda adalah targetnya. Mungkin saja tanpa Anda sadari sekarang Anda sedang bekerja sama denganya. I Petrus 5:8 memperingatkan kita agar siuman dan siaga satu terhadap seranganya yang mendadak dan mematikan.

Lalu bagaimana kita mengenali modus penipuannya? Dan bagaimana kita terhindar dari penipuannya? Dr. Tony Evans dalam bukunya yang berjudul, God Can Not Be Trusted memberitahukan kepada kita enam kebohongan iblis yang selalu digunakannya.


Ini adalah trik iblis yang paling indah dari yang pernah ada. Keberadaannya hanyalah dongeng atau legenda Yunani. Iblis akan melakukan segalanya untuk meyakinkan kita bahwa ia tidak nyata, atau ia mengakui keberadaannya tapi keberadaannya sebenarnya tidak mendatangkan masalah bagi kita, sebab ia tidak sanggup melakukan apa pun terhadap kita. Mengapa Iblis melakukannya? Karena ia tahu jika kita menganggapnya tidak berbahaya atau merupakan ancaman, akan lebih mudah baginya untuk menyerang kita.

Dr. Ravi Zacharias mengatakan, “Salah satu khotbah yang paling berbahaya saat ini yang selalu terdengar di mimbar-mimbar gereja adalah Iblis telah dikalahkan dan ia tidak dapat berbuat apa-apa mengganggu orang-orang percaya.” Khotbah yang menyesatkan ini tidak bertanggungjawab dan menipu. Benar, Allah telah mengalahkan Iblis di kayu salib. Dosa tidak berkuasa lagi atas manusia. Jalan keselamatan telah tersedia. Tetapi, Tuhan tidak pernah melenyapkan keberadaannya atau melucuti kekuatannya. Iblis masih sama kuatnya seperti dulu. Ia masih suka menyamar dan memalsukan sesuatu (baca Kej. 3). Ia bukan singa ompong yang memata-matai kita. Iblis bahkan lebih licik dari yang kita kira, sebab ia tidak mati dan selalu menyempurnakan taktiknya.

Maka dari itu, kita jangan terburu-buru menyalahkan orang lain sebagai penyebab masalah dalam hidup. Kelihatannya memang masalah kita datang dari pasangan kita, anak-anak, atasan atau rekan kerja kita, atau dari kepribadian, kelemahan atau latar belakang kita. Tetapi sangat mungkin masalah Anda ada kaitannya dengan peperangan rohani yang sedang berlangsung di sekitar Anda. Artinya, Iblislah biang keroknya. Mengapa Iblis? Alkitab telah mengatakan kepada kita masalahnya. Efesus 6:12, “karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, pelawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara.”


Pernakah Anda mempunyai perasaan yang mengganggu ini bahwa hidup dalam ketaatan akan membuat Anda kehilangan sesuatu? Sebenarnya tidak demikian. Yesus telah memberikan kepada kita janji yang luar biasa selama hidupNya di dunia. Salah satu janji yang terindah adalah, “Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan” (Yoh. 10:10). Janji ini tidak hanya berlalu di sorga nanti, tapi juga berlaku di dunia sekarang ini. Allah mempersiapkan kita untuk suatu tugas yang besar. Melayani Tuhan bukanlah kehilangan berbagai hal, tetapi mendapatkan berbagai hal yang mulia, yakni seatu kehidupan yang diubahkan, kehidupan yang berkelimpahan, suatu hubungan yang akrab dengan Tuhan. Ia menghendaki kita untuk mempunyai hidup yang menggairahkan, penuh sukacita, dan berkemenangan, hidup yang mencerminkan Yesus sendiri. Inilah hidup yang dimaksudkan Yesus untuk kita di bumi ini.

Ketika iblis mencobai Hawa, hal pertama yang keluar dari mulit dustanya adalah, “Tentulah Tuhan berfirman: Semua pohon dalam taman ini jangan kamu makan buahnya, bukan?” Perhatikan! Iblis mengutip firman Tuhan untuk menjalankan tipu muslihat favoritnya. Ia suka mengutip Alkitab, membengkokkannya, melemparkannya kepada kita dalam bentuk kebenaran yang menyimpang atau dusta yang sepenuhnya (Kej. 3). Iblis juga melakukan hal yang sama kepada Yesus ketika mencobaiNya (Mat. 4:1-11). Setan ingin tanpak kepada Hawa sebagai penolong yang benar-benar peduli kepada Hawa dan memikirkan kepentingannya. Sampai saat ia menyimpangkan firman Tuhan untuk mencapai tujuannya.

Jika kita kembali melihat apa yang Tuhan katakan kepada Adam, Anda akan melihat bahwa iblis memutarbalikan perkataan Tuhan yang sebenarnya (Kej. 3:1). Tuhan tidak pernah berkata kepada Adam bahwa ia dan Hawa tidak boleh makan semua pohon dalam taman Eden. Yang Tuhan katakan kepada mereka adalah, “Semua pohon dalam taman ini boleh kamu makan buahnya dengan bebas” (kej. 2:16). Persis di sana iblis melemparkan suatu dusta kepada Hawa. Tuhan memberikan kebebasan penuh kepada Adam dan Hawa dengan satu batasan (ayat 16-17). Tetapi iblis tidak mau hawa memusatkan perhatian pada kebebasan yang Tuhan berikan; ia mau Hawa memusatkan perhatian pada satu batasan tersebut. Iblis ingin Hawa tidak melihat kebaikan dan pemenuhan kebutuhan dari Tuhan, namun sebaliknya menyebabkan mempersoalkan peraturan Tuhan sebagai bukti bahwa Ia tidak sebaik yang Hawa dan Adam kira.

Singkatnya, iblis ingin berkata kepada hawa dan kita bahwa “Tuhan sedang menahan berkat-berkat-Nya darimu. Tuhan memang menciptakanmu, menempatkanmu di taman yang indah ini, dan kemudian Ia akan mulai memberikan larangan-larangan padamu.” Dengar, Tuhan tidak sedang menahan berkat-berkat-Nya dari anak-anakNya sama sekali. Tuhan sedang menawarkan yang terbaik dari semua kepunyaanNya dan terus menawarkan yang terbaik dari semua kepunyaan-Nya sampai hari ini.


Kali ini Iblis melangkah lebi jauh, iblis mengatakan sesuatu yang berlawanan dengan apa yang dikatakan Tuhan. Ia sedang mengatakan bahwa firman Tuhan tidak dapat dipercaya. Pada dasarnya, ia sedang menyebut Tuhan pendusta. Iblis memenag licik, pintar dan berani. Ia sangat memahami diri kita karena ia setiap hari mempelajari kita. Ia tahu siapa Tuhan dan vonis Tuhan terhadap dirinya. Tetapi iblis masih dengan berani mengatakan bahwa Tuhan yang melakukan semua itu adalah pendusta! Hawa diperhadapkan pada sebuah pertanyaan serius: Siapakah yang akan ia percayai? Firman Tuhan atau perkataan iblis? Hanya satu pilihan. Tidak ada tempat untuk kompromi di sini.

Pertanyaan dan pilihan itu juga dihadapkan kepada kita setiap hari. Apakah kita akan percaya dan menaati firman Tuhan, ataukah kita bergabung dengan iblis dan mengatakan bahwa Tuhan tidak dapat dipercaya. Apakah anda percaya Alkitab sebagai firman Allah? Jawabannya mungkin, yah! Tapi, pernahkah anda meragukan firmanNya? Saya yakin hampir semua orang percaya pernah meragukanNya. Ketika pengakuan iman anda tidak sejalan dengan firmanNya, sesungguhnya anda berada dalam posisi yang diinginkan iblis. Iblis mungkin tidak keberatan dengan pengakuan anda, tapi dia sangat menentang ketaatan anda pada firmanNya, sebab ketaatan menunjukan bahwa anda mempercayai firman Allah. Gereja dewasa ini dipenuhi oleh orang-orang yang mengaku sebagai orang percaya yang memperlakukan firman Tuhan seperti orang-orang yang tidak bertuhan.

Alkitab dipenuhi janiji-janji yang telah digenapi tentang bisa dipercayanya firman Tuhan. Janji Tuhan itu murni dan sangat teruji, bagaikan perak teruji, tujuh kali dimurnikan dalam dapur api peleburan di tanah (Maz. 12:7; 119:140). Tuhan tidak pernah dan tidak mungkin berdusta (Ibr. 6:18). Apa yang dikatakan-Nya adalah kebenaran mutlak, tidak lebih dan tidak kurang. Singkat kata, jika Alkitab menuliskan suatu janji, kita harus mempercayainya dan bertindak berdasarkan iman tersebut.


Alkitab berisikan larangan-larangan dan peringatan-peringatan atau yang lebih kita kenal dengan hukum Tuhan. Memang iman Kristen dibangun di atas suatu hubungan, tetapi Tuhan meberikan aturan dan telah meletakan tanda “Dilarang masuk tanpa izin.” Dia memperingatkan kita tentang adanya konsekuensi-konsekuansi atas pelanggaran hukum tersebut. Ttapi iblis ingin kita percaya bahwa kita dapat melakukan dosa tanpa harus menanggung konsekuensi-konsekuensinya. Seperti banyak dusta lainnya, dusta ini dimulai di Taman Eden.

Pada percakapan antara Hawa dengan iblis, Hawa mengatakan kepada iblis bahwa ia dan Adam telah dilarang untuk makan buah pohon yang ada di tengah-tengah taman. Kemudian Hawa mengatakan kepada Setan bahwa Tuhan bahwa Tuhan telah berkata, “Jangan kamu makan ataupun raba buah itu, nati kamu mati” (Kej. 3:3). Hawa tidak mengatakan perintah Tuhan tersebut dengan benar. Kenyataan dia salah mengutip firman telah membuka kesempatan kepada iblis , dan iblis berkata kepadanya, “Sekali-kali kamu tidak akan mati” (Kej. 3:4). Perhatikan apa kata iblis, “Dosa tidak memberikan akibat-akibat buruk.”

Tetapi Tuhan ingin kita mengetahui dua hal: Tuhan memandang dosa sebagai hal yang serius dan Tuhan tidak bisa mengizinkan dosa tidak menerima hukuman. Allah itu kudus, dan dosa adalah segala apapun yang berlawanan dengan kekudusan Allah. Melanggar hukum Tuhan selalu memberikan akibat-akibat buruk. Paulus memperingatkan kita agar “Tidak sesat! Allah tidak membiarkan diriNya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya” (Gal. 6:7). Kebenaran mendasar bahwa dosa selalu datang dengan konsekuensi-konsekuensi telah ditunjukan di Taman Eden, di mana Adam dan Hawa harus menanggung akibat dari apa yang mereka telah lakukan.

Tidak diragukan, Allah kita adalah Tuhan yang penuh kasih dan maha pengampun, tapi Dia adalah Allah yang Mahasuci dan adil. Selakipun kita mengakui kesalahan kita, Allah tetap tidak membebaskan kita dari konsekuensinya (Ibr. 12:5-10). Kita harus menanggung akibat dari dosa yang kita buat. Contoh Daud, ia pernah melakukan kesalahan besar dan kemudian mengakuinya, namun Allah tetap menjatuhkan hukuman atas perbuatannya (1 Sam. 13:14). Kebenarannya adalah. “Dosa selalu memberikan akibat-akibat buruk, terlepas dari apapun yang iblis katakan pada kita.” Tapi juga Ia setia dan adil, mengampuni dan menyucikan kita dari segala dosa kita (1 Yoh. 1:9).


Lagi-lagi iblis melancarkan kebohongannya. Si raja dusta ini tidak pernah kehilangan akal. Selama targetnya belum terkapar, ia tidak akan berhenti. Iblis punya seribu satu jurus untuk menjatuhkan lawannya. Kali ini iblis mengeluarkan senjata pamungkasnya dan tipuan ini seringkali membuahkan hasil. Iblis tahu betul hasrat terdalam dari seorang manusia. Bagian dari hati Hawa itulah yang digoda oleh iblis saat ia mengatakan dustanya: “Kamu akan menjadi seperti Allah.” Lihat apa yang dikatakan iblis, “tetapi Allah mengetahui bahwa pada waktu kamu memakannya matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah, tahu tentang yang baik dan yang jahat (Kej.3:5).

Seperti biasa, tipuan iblis mengandung sedikit kebenaran. Pada saat Adam dan Hawa memakan dari pohon pengetahuan yang baik dan yang jahat, seketika itu juga mereka tahu tentang dosa dan kejahatan. Tetapi dusta besarnya di sini adalah bahwa Hawa akan menjadi seperti Allah jika ia makan buah pohon itu. Tanpa pikir panjang Hawa langsung menerima tawaran yang menggiurkan itu “Menjadi seperti Allah.”

Bukankah itu merupakan sifat dasar manusia? Dosa pada dasarnya merupakan satu bentuk kesombongan. Hakikat dari dosa adalah egois, mementingkan diri sendiri, mengidamkan kemuliaan yang tak semestinya. Pada intinya, dosa menolak untuk mengakui ketergantungan total kita kepada Allah. Seperti yang dikatakan C. S. Lewis, “kesombongan merupakan dosa yang mendasari semua dosa lainya.” Dan yang paling membingungkan dari satu karekter dosa ialah, dosa biasanya berkedok. Dosa selalu dilakukan untuk “suatu alasan yang baik.” Manusia suka berasionalisasi ketika melakukan dosa, sehingga ia sendiri seringkali gagal mengenali dosa itu sendiri. Dan parahnya lagi, manusia sering cenderung menutup-nutupi dosanya (Kej.3:12).

Tuhan dan manusia memiliki perbedaan yang sangat jelas. Tuhan adalah pencipta, dan manusia adalah ciptaan-Nya. Di dalam dunia ini hanya ada satu Tuhan, dan tidak ada yang lain (kel.20:4; Yes.43:10; 44:6; 45:5). Manusia adalah makhluk terbatas, dalam masa hidup, dalam pengetahuan, dan dalam hikmat kita. Ada pun Tuhan tidak terbatas dalam segala hal. Perbedaan ini semestinya disadari oleh setiap anak-anak-Nya. Tuhan tidak pernah menginginkan perbedaan antara Diri-Nya sendiri dengan umat-Nya menjadi kabur.

Dewasa ini Iblis terus menggunakan tipuannya itu dengan cara yang lebih menipu. Iblis telah menularkan filosofinya ke dalam berbagai bentuk kepercayaan, disiplin ilmu, bahkan ke dalam kekristenan sendiri. Anda mungkin pernah mendengar kalimat ini: “Anda punya kemampuan tak terbatas”, “Anda punya potensi”, “Pusatkan pikiranmu pada energi positif untuk menhasilkan kehidupan yang lebih baik”, My the Force be with us”, “Optimis”, Positif tingking”. Kedengarannya bagus sekali. Namun semua itu adalah pekerjaan iblis agar manusia menentukan ke mana arah hidupnya sendiri, terlepas dar ketergantungannya terhadap Tuhan. Pesannya tetap sama, “Kita adalah tuhan atas diri kita sendiri.

Kita diciptakan untuk tujuan Allah dan, dirancang untuk kemuliaan-Nya (Kol.1:16). Seharusnya kita tunduk kepada Tuhan dan berada di bawah kendali-Nya. Hanya Tuhan mengasihi kita sehingga Ia mengizinkan kita untuk membuat pilihan tersebut. Dia tidak memaksa kita untik menaati-Nya. Tuhan ingin ketaatan dan kasih kita kepadaNya datang dari hati yang bersediah dan rendah hati. Jika kita melakukan itu, Tuhan akan datang pada kita dan tinggal dalam diri kita, memberi arah pada kita, dan mengajarkan kebenarannya yang terutama.


Bisa jadi ini adalah kalimat terpopuler di abad-21 ini. Hampir setiap orang mengucapkannya. Kalau Anda rasa itu baik, mengapa tidak? Ikuti kata hatimu. Kamu rasa itu benar, lakukanlah. Ini adalah kebohongan iblis yang sulit diidentifikasi. Benar-benar menipu. Iblis tahu bahwa ia tidak bisa memaksa kita melakukan apapun. Iblis tahu bahwa Tuhan menciptakan kita dengan suatu kehendak bebas. Kebebasan itulah yang sedang dimanfaatkannya. Iblis menyarankan banyak hal kepada kita, ia melemparkan umpan, ia merayu kita agar kita membuat keputusan-kepurusan yang salah.

Iblis pintar dengan taktik ini. Hawa adalah korban pertama dari rayuannya. Tak diragukan lagi Hawa melihat pohon dan buah itu. Dengan kebohongan iblis yang baru dalam pikiran hawa, pohon itu sekarang kelihatannya agak berbeda. Perhatikan apa kata Alkitab, “Perempuan itu melihat bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagi pula pohon itu menarik hati karena member pengertian” (Kej.3:6). Bagi Hawa, semua rasanya benar, rasanya baik, lalu ia memakannya.

Iblis mendatangi hawa dengan menggunakan salah satu pemberian Tuhan kepada manusia: Perasaan-perasaan. Tuhan menciptakan manusia dilengkapi perasaan-perasaan, seperti Tuhan juga memilikinya. Ada perbedaan antara pikiran dan perasaan. Perasaan bisa berubah-ubah, tapi pikiran cenderung bertahan pada apa yang kita ketahui. Perasaan dapat bereaksi terhadap sesuatu yang kita ketahui benar dan tidak benar.

Artinya, perasaan bisa sangat menipu. Kunci untuk menjaga perasaan agar tetap stabil adalah meletakkan apa yang kita ketahui mendahului apa yang kita rasakan. Kita harus memastikan bahwa perasaan-perasaan kita dituntun dan dikendalikan oleh apa yang kita ketahui, yaitu dalam hal ini adalah kebenaran-kebenaran doctrinal. Mood bisa berubah, tapi kebenaran tidak. Iman Kristen melibatkan perasaan di dalamnya, namun tidak mendasarkannya pada perasaan. 

Pengetahuan yang benar tentang Allah dan kebenaran-Nya melahirkan perasaan-perasaan yang bertanggung jawab. Oleh sebab itu, kita wajib menguji semua perasaan kita, apakah itu sejalan dengan Alkitab atau tidak. Bila terbukti tidak selaras dengan Alkitab, kita harus tegas menolaknya. Dan akhirnya, “Tunduklah kepada Allah, dan lawanlah iblis, maka ia akan lari dari padamu! (Yak. 4:7).


Sejak masa penciptaan, setan selalu memiliki satu tujuan akhir, yaitu kehancuran jiwa kita. Jika ia tidak berhasil menghancurkan jiwa kita, ia akan puas dengan memastikan bahwa kita lemah, tidak efektef dan tidak bermanfaat bagi keraajan Allah. Setiap kebohongan iblis dirancang untuk melakukan satu hal: menipu kita dengan memutarbalikan kebenaran Tuhan.

Saudaraku! Sadarlah dan berjaga-jagalah! (1 Pet.5:8). Jangan beri kesempatan sekecil apapun kepada iblis (Ef.4:27). Ambillah seluruh perlengkapan senjata Anda (Ef.6:11-18), dan akhirnya, dengan kuasa Roh Kudus lawanlah iblis dan kalahkan dia (Yak.4:7; 1 Pet.5:9).

By Ps. Alki F. Tombuku
www.ayeey.com www.resepkuekeringku.com www.desainrumahnya.com www.yayasanbabysitterku.com www.luvne.com www.cicicookies.com www.tipscantiknya.com www.mbepp.com www.kumpulanrumusnya.com www.trikcantik.net

10 Manfaat Mempelajari Alkitab Yang Jarang Kita Dalami


Alkitab adalah Firman Tuhan, buku dari segala buku dan mujizat terbesar dalam sejarah umat manusia. Manfaat yang bisa kita dapatkan tatkala kita mempelajarinya sungguh tak terhingga. Alkitab adalah otoritas tertinggi dan sumber kebenaran yang sejati.

Paling sedikit ada sepuluh manfaat mempelajari Alkitab:


Alkitab memberitahukan kepada kita dari mana manusia berasal dan bagaimana manusia akan berakhir. Adalah Alkitab yang memberitahukan kepada kita bahwa semua manusia sudah berdosa dan telah berada di bawah hukuman kekal (Roma 3:23); dan karena Allah adalah kudus, Ia harus menghukum semua manusia yang berdosa (Roma 6:23). Adalah Alkitab yang juga memberitahu kita bahwa karena kasih-Nya yang besar Allah menjadi manusia guna menggantikan semua manusia untuk dihukum (Yoh. 3:16; 2 Kor. 5:21; 1 Pet.2:24). Dan, adalah Alkitab yang memberitahukan bahwa jalan keselamatan sudah disediakan melalui kematian Yesus Kristus di kayu salib, dan setiap orang yang percaya kepada-Nya pasti diselamatkan (Yohanes 14:6; KPR 4:12; Roma 10:9-10).


Tidak ada seorang pun yang ingin menjadi seorang yang lemah, baik secara fisik ataupun secara rohani. Orang-orang muda yang dikatakan dalam 1 Yohanes 2:14 bukan lagi “anak-anak”, tetapi mereka ”kuat”, sebab Firman Tuhan diam di dalam mereka dan mereka mengalahkan yang jahat. Itu berarti mereka telah dipenuhi dengan Firman Tuhan sampai mereka menjadi cukup kuat dalam iman, sehingga mereka tidak terus menerus dikalahkan oleh dosa dan pencobaan.

Hanya ada satu jalan untuk menjadi kuat secara rohani, yaitu dengan membaca, mempelajari, merenungkan, menghafal dan mengamalkan Firman Tuhan.

Yesus Kristus adalah contoh ketika Ia dicobai oleh iblis, Ia menggunakan Firman Allah sebagai senjata untuk mengalahkan iblis. Dan, Hawa adalah contoh buruk dari orang yang tidak banyak memahami Firman Tuhan, akibatnya ia mengurangi dan menambahi apa yang Firman Tuhan, dan iblis memanfaatkan kelemahan itu untuk menjatuhkan Hawa.

Kita harus membaca Alkitab setiap hari. Ini adalah salah satu hak istimewa kita. Kehidupan rohani kita memerlukan makanan. Makanan jenis apa? Makanan rohani. Alkitab merupakan gisi rohani yang harus dimakan. Alkitab disebut air susu, roti, makanan keras dan madu (1 Pet 2:2, Ibr 5:13-14).


Hal yang pertama yang diperlukan oleh seorang Kristen baru ialah keyakinan yang pasti bahwa ia telah diselamatkan. Keselamatan adalah sesuatu yang sangat indah, suatu anugerah dari Tuhan yang diberikan Cuma-cuma kepada setiap orang yg percaya, sehingga tampaknya terlalu indah untuk dianggap benar. Oleh karena itu salah satu kesukaran utama yang dialami oleh petobat baru, ialah mereka ragu-ragu akan keselamatannya.

Satu-satunya sumber keyakinan ialah Alkitab. Itulah alasannya mengapa Alkitab ditulis, agar kita memiliki keyakinan yang kokoh akan keselamatan kekal yang Tuhan sudah anugerahkan kepada kita ketika kita bertobat dan percaya kepada Tuhan Yesus Kristus. Bacalah 1 Yohanes 5:13, Roma 5:9-10, 8:1. Orang Kristen harus menanamkan janji-janji dan jaminan Tuhan itu dalam pikiran mereka.

Orang Kristen yang mempunyai keyakinan yang pasti bahwa ia adalah anak Allah dan bahwa Allah adalah Bapa sorgawinya, mempunyai dasar untuk memiliki kehidupan emosional yang sehat. Bila Anda ingin menikmati kepastian akan keselamatan yang sudah Anda terima ketika Anda bertobat dan percaya, maka mulailah mempelajari Firman Tuhan secara teratur. Alkitab adalah satu-satunya tempat dimana Anda akan menemukan keyakinan itu.


Karena Anda seorang Kristen, Anda dapat berbicara kepada Bapa sorgawi Anda mengenai segala hal yang ada di dalam hati Anda. Tetapi bagaimana Anda tahu bahwa Ia mendengarkan? Kita tahu karena Ia mengatakan demikian dalam FirmanNya: I Yohanes 5:14 mengajarkan bahwa kita dapat berdoa dengan “percaya” bahwa Ia mendengar doa kita. Dalam Yohanes 15:7 Tuhan berjanji, “Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan FirmanKu tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya”. Itu berarti bahwa melalui pemahaman Alkitab doa-doa kita lebih berkuasa dan efektif, sebab pada waktu kita mempelajari FirmanNya kita mengenal kehendakNya dan akibatnya kita akan belajar bagaimana caranya berdoa dengan benar.


Bagaimana kita tahu dosa-dosa kita diampuni? Alkitab mengatakan, “jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan” (1 Yoh 1:9). Firman Tuhan mempunyai daya menyucikan atau menguduskan orang percaya (Yohanes 17:17; Yohanes 15:3).

Sebagai seorang Kristen baru, Anda perlu mengetahui apa yang disebut dosa dan yang bukan dosa. Tuhan tidak membiarkan Anda untuk mempertimbangkannya sendiri. Tuhan berkata “Dengan apakah seorang muda mempertahankan kelakuannya bersih? Dengan menjaga sesuai dengan firman Tuhan (Maz 119:9).

Dengan mempelajari Alkitab anda akan menyucikan diri dari dosa dan diperingatkan akan dosa. Kebenaran Alkitab adalah antivirus dan obat penawar untuk dosa. Jika kita ingin menjauh dari dosa, mendekatlah pada Alkitab.


Salah satu berkat dari kehidupan Kristen ialah sukacita. Tetapi seringkali sukacita tertahan oleh persoalan-persoalan hidup. Tuhan Yesus berkata, “semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya sukacitaku ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh” (Yohanes 15:11). Seandainya Anda membaca berita-berita di surat kabar atau lewat internet atau melihat pada persoalan-persoalan yang mengelilingi Anda, sukacita Anda bisa berubah menjadi ketakutan, kekuatiran atau kadang-kadang depresi. Hanya Firman Tuhan yang menimbulkan sukacita dalam hati Anda, bagaimanapun keadaan di sekitar Anda.

Mazmur 19:8-9 berkata, Taurat itu sempurna, menyegarkan jiwa; peraturan Tuhan itu teguh, memberikan hikmat kepada orang yang tidak berpengalaman. Titah Tuhan itu tepat, menyukakan hati; perintah Tuhan itu murni, membuat mata bercahaya.


Salah satu bukti rohani dari kehidupan Kristen ialah damai dalam kekuatiran dan kecemasan. Karena Anda telah menerima Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat, Anda mempunyai hak untuk mengharap bahwa Anda berbeda, dan teman-teman Anda dibenarkan dalam mengharap untuk melihat perbedaan itu. Bila Roh Kudus datang dan tinggal dalam kehidupan seseorang, orang itu akan berbeda. Perbedaan itu terutama terlihat pada emosi-emosi orang itu yang ditandai oleh damai sejahtera walaupun menghadapi kesukaran-kesukaran.

Namun jika Firman Tuhan tidak “diam dengan segala kekayaannya di antara kamu” (Kolose 3:16) maka Firman Tuhan itu tidak akan memberikan “damai sejahtera” dalam kehidupan Anda. Yesus Kristus berkata, “Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya kamu memperoleh damai sejahtera dalam Aku. Dalam dunia, kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia” (Yoh 16:33).

Tidak lama setelah Yesus mengatakan ini, Yesus dan murid-murid-Nya menghadapi penganiayaan yang berat. Akan tetapi damai sejahtera menyertai mereka dalam segala kesukaran.



Hidup kita penuh dengan keputusan-keputusan. Keputusan-keputusan yang kurang penting, maupun keputusan yang penting. Bila prinsip-prinsip Allah dikenal dengan baik oleh seorang Kristen, hal ini mempermudah dia untuk membuat keputusan. Itulah apa yang dimaksud oleh Firman Allah yang berbunyi” FirmanMu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku” (Maz 119:105).

Prinsip-prinsip Allah dipakai sebagai petunjuk dalam membuat keputusan-keputusan. Jadikanlah Alkitab sebagai standart hidup, kompas yang memberikan petunjuk arah, nasihat untuk membuat keputusan-keputusan yang baik, dan patokan untuk menilai segala sesuatu, maka hidup anda akan bahagia dan berhasil.


Kebanyakan orang yang Anda temui tidak mengetahui kebenaran Alkitab. Banyak diantaranya yang mempunyai pertanyaan-pertanyaan atau keragu-raguan dan memerlukan seseorang yang benar-benar mengetahui Alkitab untuk membimbing mereka.

Memberitahukan kebenaran Alkitab kepada siapa pun di Zaman ini merupakan pelayanan yang sangat penting. Itu sebabnya, sebagai orang percaya, Anda harus memperlengkapi diri sebaik mungkin untuk membimbing orang yang tersesat pada kebenaran.

Allah telah memberikan tantangan kepada kita, “ … siap sedialah pada segala waktu untuk memberi pertanggungan jawab kepada tiap-tiap orang yang meminta pertanggungan jawab dari kamu tentang pengharapan yang ada padamu, tetapi haruslah dengan lemah-lembut dan hormat.”

Satu-satunya jalan agar Anda dapat menjawab mereka yang bertanya, yang mencemohkan atau yang dengan tulus mencari kebenaran ialah ”selalu siap untuk menjawab” mereka dengan membaca dan mempelajari Firman Allah setiap hari.


Setiap orang ingin berhasil. Dan kabar baiknya adalah: Tuhan menginginkan Anda berhasil, bahkan bersedia membantu membawa Anda pada keberhasilan sejati. Itu bukan berarti soal popularitas, kekayaan atau kemasyuran. Anda bisa memilikinya tanpa keberhasilan. Ini soal menjadi seseorang yang dikehendaki Tuhan dalam melakukan tujuan-tujuan Tuhan di dunia ini.

Yosua 1:8 berkata, Janganlah sengkau lupa memperkatakan kitab taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan sengkau akan beruntung. Dengan merenungkan Firman Tuhan tiap-tiap hari seseorang dapat mencapai keberhasilan yang diinginkannya. Hal ini benar-benar terjadi dalam hidup Yosua.

Bandingkan lagi dengan Mazmur 1:1-3, “Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasehat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi yang kesukaannya ialah Taurat Tuhan, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. Ia seperti pohon yang ditanan di tepih aliran air, yang menghasilkan buah pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.?

Ada tujuh Langkah dalam mempelajari Alkitab secara sistematis:

1). Berdoalah memohon Roh Kudus memimpin Anda dalam mempelajari Alkitab. Alkitab adalah buku Roh Kudus. Jangan pernah mempelajari Alkitab tanpa meminta Roh Kudus memimpin Anda (Yakobus 1:5).

2). Tentukan topik/tema apa yang akan kita pelajari. Banyak hal penting yang harus dipelajari dalam Alkitab. Orang Kristen pemula sebaiknya/seharusnya mempelajari dasar-dasar doktrin kekristenan.

Misalnya: Allah/Tuhan, Dosa, Keselamatan, pertumbuhan, kedewasaan, keuangan, keluarga, , kejujuran, Gereja, dan Akhir Zaman.

3). Bacalah kitab itu seluruhnya dengan cermat. Lakukan hal ini berkali-kali untuk menangkap ruang lingkup umum kitab tersebut dalam ingatan.

4). Pahamilah Alkitab itu secara Literal/Hurufiah. Bacalah dan pelajarilah Alkitab seperti apa firman itu ditulis. Tetapi jangan lupa, Alkitab sesekali menggunakan bahasa alegoris, hiperbola dan metefora.

5). Tafsirkan Alkitab dengan ayat-ayat Alkitab lainnya. Tidak ada ayat Alkitab yang kontradiksi/saling bertentangan. Ayat-ayat Alkitab saling melengkapi (progresif).

6). Pahamilah suatu ayat firman Tuhan menurut konteksnya. Konteks adalah penafsir, guru yang lebih baik daripada komentator atau pembimbing manapun.

7). Pahamilah Alkitab menurut latar belakangnya. Latarbelakang tersebut ialah, tujuan ia menulis, data sejarah, data geografis dan data budaya yang menyangkut ayat tersebut.


By: Ps. Alki F. Tombuku
Sumber:
Alkitab (LAI)
Grant R. Osborn, Spiral Hermeneutika. Penerbit: Momentum
R.C. Sproul, Mengenal Alkitab. Penerbit: SAAT
Woodrol Kroll, Bagaimana Mempelajari Alkitab. Penerbit: Yaski
Tim Lahaye, Mempelajari Alkitab. Penerbit: Kalam Hidup
www.ayeey.com www.resepkuekeringku.com www.desainrumahnya.com www.yayasanbabysitterku.com www.luvne.com www.cicicookies.com www.tipscantiknya.com www.mbepp.com www.kumpulanrumusnya.com www.trikcantik.net

Memprihatinkan, Kekristenan Menuju Kepunahan di 10 Kota Amerika Ini


Tahukah kamu bahwa budaya sekuler paling bertumbuh subur di daerah yang dulunya memiliki budaya yang sangat kental dengan keimanan atau agama. Hal ini dibuktikan oleh lembaga riset Barna Group, sebuah lembaga riset Kristen di Amerika yang mengkhususkan diri membuat riset dan survei tentang keimanan dan agama. Baru-baru ini mereka merilis data yang mengejutkan, ternyata ada 10 kota di Amerika dimana kekristenan menuju kepunahan. 

Untuk masuk dalam kriteria pasca-kekristenan ini, setiap kota harus memenuhi minimal 13 syarat dari 16 syarat atau kategori yang sudah ditentukan. Beberapa diantaranya adalah penduduknya menyatakan dirinya sebagai ateis atau agnostik, tidak berdoa kepada Tuhan (dalam 1 minggu terakhir), tidak percaya bahwa Alkitab itu akurat, tidak menghadiri ibadah di gereja Kristen, dan belum lahir baru.


Inilah 10 kota di Amerika dimana kekristenan menuju kepunahan:

1. Portland-Aurburn, ME

2. Boston, MA-Manchester, NH

3. Albany-Schenectady-Troy, NY

4. Providence, RI-New Bedford, MA

5. Burlington, VT-Plattsburgh, NY

6. Hartford-New Haven, CT

7. New York, NY

8. San Francisco-Oakland-San Jose, CA

9. Seattle-Tacoma, WA

10. Buffalo, NY


Ini yang terjadi dalam gereja dan umat Kristen disana:

Yang terjadi adalah, kehadiran jemaat dalam gereja menurun, demikian juga jumlah orang yang percaya kepada Tuhan, berdoa secara teratur dan membaca Alkitabnya setiap hari. Akibat penurunan ini, ternyata tidak hanya berdampak kepada gereja ataupun individu pemercaya saja, namun juga berdampak terhadap aturan atau hukum yang berlaku di masyarakat. Hal tersebut karena gereja tidak lagi berfungsi dalam memberi pengaruh kepada orang-orang yang membuat aturan dan juga gaya hidup masyarakat. 

Apa yang terjadi di Amerika ini menjadi sebuah tanda bahaya bagi gereja di seluruh dunia. Amerika di kenal sebagai negara dengan penduduk mayoritas Kristen, dan dalam beberapa dekade lalu memberikan pengaruh terhadap kekristenan di seluruh dunia dengan mengirimkan penginjil dan misionaris ke seluruh penjuru dunia. Walau demikian, posisi gereja mulai lemah dihantam oleh sekulerisme, karena gereja tidak berhasil mempersiapkan generasi selanjutnya untuk menghadapi tantangan jaman dan juga serangan si jahat yang semakin hari semakin kuat dan beragam. Bagaimana dengan gereja di Indonesia, apakah kita sudah siap menghadapi serangan akhir zaman ini?

Christianheadlines.com / Jawaban.com
www.ayeey.com www.resepkuekeringku.com www.desainrumahnya.com www.yayasanbabysitterku.com www.luvne.com www.cicicookies.com www.tipscantiknya.com www.mbepp.com www.kumpulanrumusnya.com www.trikcantik.net

Fakta-Fakta Tentang ALKITAB yang Jarang Kita Ketahui



Alkitab, adalah buku yang paling luar biasa, karena itu marilah kita baca setiap hari sambil belajar menjadi pelaku firman. Berikut ini berbagai fakta unik yang kita temukan dalam ALKITAB. Apa saja itu?

1. Alkitab adalah buku paling laris di dunia.

2. Sekitar 50 buku Alkitab terjual setiap menit. Belum termasuk yang didownload ke perangkat electronik.

3. Di RRC dalam seratus tahun terakhir Alkitab terjual sebanyak 350 juta buku.

4. Alkitab ditulis oleh lebih dari 40 orang yang berbeda dengan berbagai profesi.

5. Alkitab ditulis dari tiga benua, Asia, Afrika dan Eropa.

Baca Juga : 5 Langkah Memahami Alkitab 

6. Alkitab ditulis dalam jangka waktu 1500 tahun.

7. Kata “Bible” berasal dari bahasa Yunani “Biblia” yang artinya buku-buku. Tentu saja, karena alkitab sendiri terdiri dari gabungan buku-buku.

8. Alkitab terdiri dari 66 kitab. 39 Perjanjian lama dan 27 Perjanjian baru.

9. Alkitab terdiri dari 773.692 kata dan membutuhkan waktu sekitar 70 jam untuk membacanya sampai habis.

10. Alkitab terdiri dari 1.189 pasal dan 30.861 ayat. Perjanjian lama ada 929 pasal dan 23.203 ayat, sedangkan perjanjian baru ada 260 pasal dan 7659 ayat.

Baca Juga : Menafsirkan Alkitab Dengan Benar

11. Di dalam keseluruhan Alkitab terdapat 8.674 kata Ibrani yang berbeda, 5.624 kata Yunani yang berbeda dan 12.143 kata bahasa Inggris yang berbeda.

12. Kitab perjanjian lama ditulis dalam bahasa Ibrani dan Perjanjian baru dalam bahasa Yunani. Namun saat ini telah diterjemahkan kedalam 6000 bahasa lebih.

13. Kitab terpanjang di Alkitab adalah Kitab Mazmur dan kitab terpendek adalah Kitab II Yohanes.

14. Mazmur 118 adalah pasal yang terletak persis di tengah Alkitab.

15. Ada 594 pasal masing-masing sebelum dan sesudah Mazmur 118.

16. Apabila seluruh pasal Alkitab dijumlahkan, diluar Mazmur 118, seluruhnya berjumlah 1188 pasal.

17. Mirip dengan angka 1188, Mazmur pasal 118:8 juga merupakan ayat yang terletak di tengah-tengah alkitab. Bunyinya : “Lebih baik berlindung pada TUHAN dari pada percaya kepada manusia.“

18. Sebelum Mazmur 118, Mazmur 117 adalah pasal terpendek dari Alkitab.

19. Setelah Mazmur 118, Mazmur 119 adalah pasal terpanjang di Alkitab.

20. Total janji di dalam Alkitab 1.260, total perintah 6.468, prediksi lebih dari 8.000, Nubuatyang sudah digenapi 3.268, nubuat yang belum digenapi 3.140, jumlah pertanyaan 3.294.

21. Terjemahan Alkitab pertama kali ke bahasa Inggris dipelopori oleh John Wycliffe dan diselesaikan oleh John Purvey pada tahun 1388.

22. Pencetakan alkitab dengan mesin cetak pertama kali dilakukan oleh Johannes Gutenberg pada 15 Agustus 1456.

23. Pemisahan pasal pada alkitab pertama kali dilakukan oleh Stephen Langton pada tahun 1228. Perjanjian Lama dipisahkan dengan ayat pertama kali dilakukan oleh R. Nathan pada tahun 1488. Dan Perjanjian Baru dipisahkan dengan ayat pertama kali dilakukan oleh Robert Stephanus pada tahun 1551.

24. Alkitab pertama yang dicetak dengan pemisahan ayat pada perjanjian lama adalah kitab perjanjian lama Bahasa latin yang dicetak oleh Pagninus pada tahun 1528. Sedangkan alkitab Bahasa Inggris dengan pemisahan pasal dan ayat pertama kali muncul pada Geneva Bible tahun 1560.

Baca Juga : 7 Orang yang menghafal Alkitab di Dunia

25. Kalimat pertama di Alkitab adalah, “Pada Mulanya…”

26. Kata terakhir yang tertulis di Alkitab adalah “Amin“

27. Kalimat “Jangan takut” muncul sebanyak 365 kali di dalam Alkitab. Sama jumlahnya dengan hari dalam setahun. Artinya Tuhan ingin kita menjalani setiap hari tanpa ketakutan.

28. Kata “Kristen” hanya muncul 3 kali di dalam Alkitab.

29. Kata “pujian” dan “sukacita” dalam berbagai bentuknya disebut sebanyak 550 kali di dalam Alkitab.

30. Waktu antara pasal 6-7 kitab Ezra, Confusius dan Budha meninggal (516-458 SM)

31. Kitab Ester dan kitab Kidung Agung adalah kitab yang tidak pernah menyebut kata “TUHAN”.

32. Kata terpanjang di alkitab adalah “Mahershalalhashbaz” yang ditemukan di Yesaya 8:1.

33. Dalam 260 pasal Perjanjian Baru, Kedatangan Yesus kedua kali ditulis sebanyak 318 kali. Berarti lebih banyak janji kedatangan-Nya yang kedua kali dibanding jumlah pasal perjanjian baru.

34. Tercatat ada 7 kali kasus bunuh diri di Alkitab.

35. Abraham adalah orang pertama di Akitab yang disebut Yahudi.

36. Orang tertua di Alkitab adalah Metusaleh. Dia meninggal pada saat berusia 969 tahun.

37. Ada dua orang yang tidak pernah meninggal di Alkitab, yaitu Henokh dan Elia. Mereka diangkat ke surga.

38. Orang paling bijak di Alkitab adalah Salomo.

39. Orang paling kuat di Alkitab adalah Samson.

40. Prajurit paling hebat adalah Gideon. Dengan bantuan Tuhan ia mengalahkan 135.000 orang midian.

41. Raja Salomo memiliki 700 istri dan 300 selir. Bayangkan jumlah mertuanya.

42. Orang tertinggi di Alkitab adalah Goliat yang memiliki tinggi 9,5 kaki atau sekitar 3 meter.

Baca Juga : 10 Alasan Mengapa Orang Meninggalkan Gereja

43. Sebuah kereta perang pada jaman Salomo membutuhkan biaya sekitar 77.000 USD untuk membuatnya. Wow…

44. Kata “Trinitas” atau “Tritunggal” tidak pernah tercatat di Alkitab.

45. Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) telah mencetak Alkitab yang ke-25 juta pada tahun 2014.

Sungguh Alkitab sebagai satu-satunya Firman Tuhan patut kita syukuri dan imani, karena itu mari kita baca setiap Alkitab atau Injil atau Bibel atau Bible setiap hari sambil belajar menjadi pelaku firman.
www.ayeey.com www.resepkuekeringku.com www.desainrumahnya.com www.yayasanbabysitterku.com www.luvne.com www.cicicookies.com www.tipscantiknya.com www.mbepp.com www.kumpulanrumusnya.com www.trikcantik.net

5 Langkah Menguasai Alkitab

how-to-study-the-bible-460x275

Dalam hidup kekristenan tidak ada unsur atau aktifitas rohani yang lebih penting dari pada mendalami Alkitab. Unsur-unsur yang lain itu mempengaruhi pertumbuhan orang Kristen, tetapi sesungguhnya tidak dapat menggantikan betapa krusialnya pendalaman dan penguasaan Firman Allah yang tertulis. Banyak hal yang dapat kita kerjakan untuk mempermudah kita memahami Alkitab.

Sayangnya masih banyak yang mengaku mengalami kesulitan dalam mempelajari Alkitab. Bisa jadi mereka belum menemukan metode praktis dan sederhana dalam mempelajari kitab yang ajaib ini.

Alkitab adalah pedang Roh, yang lebih tajam dari pedang bermata dua (Ibrani 4:12). Itu sebabnya, kita harus menguasainya dan bijaksana menggunakannya untuk kemuliaan Tuhan.

Bagaimana Kita Dapat Menguasai Alkitab :


Kita tidak akan memperoleh manfaat apa-apa dari Alkitab jika kita mempelajarinya sesekali saja. Berapa lama waktu yang kita gunakan untuk belajar Alkitab? Hal itu tergantung pada tanggung jawab dan keadaan rohani seseorang. Seorang gembala, penginjil, pengajar Alkitab mungkin mendisiplinkan diri selama dua sampai tiga jam sehari. Bagi orang Kristen dewasa imannya mungkin waktu yang pas baginya ialah satu jam dalam sehari. Sedangkan bagi orang kristen pemula waktu yang pas bagi mereka adalah 15-30 menit setiap hari.

Pukul berapakah sebaiknya kita mempelajari Alkitab? Sebagian besar pakar teologi menyarankan waktu pagi adalah saat terbaik untuk mempelajari Alkitab.


Kenalilah seluruh Alkitab, jangan hanya satu kitab atau satu bagian. Bukan hal yang sulit lagi, Jika kita membaca Alkitab 15 menit setiap hari, maka dalam setahun kita sudah bisa menghabiskan seluruh isi Alkitab.


Membaca Alkitab secara acak-acakan dengan membuka sana-sini bukan cara yang baik. Membaca apa saja yang sesuai dengan keinginan kita akan menyebabkan hilangnya perimbangan dan kedalaman dari hal yang kita pelajari.

Ambil satu bagian dan pelajarilah dengan sungguh-sungguh. Bacalah untuk mengetahui isinya dan juga untuk mengetahui penerapannya.

Ada tujuh Langkah dalam mempelajari Alkitab secara sistematis:

1). Berdoalah memohon Roh Kudus memimpin Anda dalam mempelajari Alkitab. Alkitab adalah buku Roh Kudus. Jangan pernah mempelajari Alkitab tanpa meminta Roh Kudus memimpin Anda (Yakobus 1:5).

2). Tentukan topik/tema apa yang akan kita pelajari. Banyak hal penting yang harus dipelajari dalam Alkitab. Orang Kristen pemula sebaiknya/seharusnya mempelajari dasar-dasar doktrin kekristenan.

Misalnya: Allah/Tuhan, Dosa, Keselamatan, pertumbuhan, kedewasaan, keuangan, keluarga, kejujuran, Gereja, dan Akhir Zaman.

3). Bacalah kitab itu seluruhnya dengan cermat. Lakukan hal ini berkali-kali untuk menangkap ruang lingkup umum kitab tersebut dalam ingatan.

4). Pahamilah Alkitab itu secara Literal/Hurufiah. Bacalah dan pelajarilah Alkitab seperti apa firman itu ditulis. Tetapi jangan lupa, Alkitab sesekali menggunakan bahasa alegoris, hiperbola dan metefora.

5). Tafsirkan Alkitab dengan ayat-ayat Alkitab lainnya. Tidak ada ayat Alkitab yang kontradiksi/saling bertentangan. Ayat-ayat Alkitab saling melengkapi (progresif).

6). Pahamilah suatu ayat firman Tuhan menurut konteksnya. Konteks adalah penafsir, guru yang lebih baik daripada komentator atau pembimbing manapun.

7). Pahamilah Alkitab menurut latar belakangnya. Latarbelakang tersebut ialah, tujuan ia menulis, data sejarah, data geografis dan data budaya yang menyangkut ayat tersebut.


Tujuan utama mempelajari Alkitab adalah untuk memuliakan Tuhan. Tujuan kedua adalah agar kita semakin mengenal Tuhan. Tujuan ketiga agar Firman Tuhan mengubah kehidupan kita. Dan tujuan terakhir adalah supaya dengannya, kita bisa menjadi saluran berkat bagi orang lain.


Setiap kali kita mempelajari Alkitab, kita perlu mengajukan pertanyaan-pertanyaan pribadi. Bagaimana penerapannya bagi diri saya, keluarga, pekerjaan, dan study saya? Bidang-bidang mana dalam hidup saya yang relevan dengan hal ini? Apakah hal ini menunjukkan sesuatu yang harus saya kerjakan? Apa yang dikatakannya mengenai kehendak Tuhan bagi hidup saya? Apakah yang dikatakan tentang cara memuliakan atau menyenangkan Tuhan?

Yakobus 1:22 berbicara tentang pentingnya ketaatan. “tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri.”


Tidak ada buku lain yang pantas dibandingkan dengan Alkitab. Tidak ada buku yang mengajarkan kebenaran seperti Alkitab. Tidak ada buku yang mengajarkan moralitas setinggi Alkitab. Tidak ada buku yang mengubah begitu banyaknya kehidupan, begitu banyaknya budaya, begitu banyak negara. Tidak ada buku yang mengilhami begitu banyak perbuatan besar dan luhur seperti Alkitab. ALKITAB MEMANG BUKU SEGALA BUKU!


Sumber:
By Alki F. Tombuku
Grant R. Osborn, Spiral Hermeneutika. Penerbit: Momentum
R.C. Sproul, Mengenal Alkitab. Penerbit: SAAT
Woodrol Kroll, Bagaimana Mempelajari Alkitab. Penerbit: Yaski
Tim Lahaye, Mempelajari Alkitab. Penerbit: Kalam Hidup
www.ayeey.com www.resepkuekeringku.com www.desainrumahnya.com www.yayasanbabysitterku.com www.luvne.com www.cicicookies.com www.tipscantiknya.com www.mbepp.com www.kumpulanrumusnya.com www.trikcantik.net